"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

SIARAN PERS! Bersatu dalam Visi Suci, 4 Srikandi Resmi Dirikan Travel Umrah & Haji “PT SABILA WISATA”

SIARAN PERS

Bersatu dalam Visi Suci, 4 Srikandi Resmi Dirikan Travel Umrah & Haji “PT SABILA WISATA”

Kepahiang, 31 Juli 2026 – Dunia pelayanan ibadah umrah dan haji di Indonesia kedatangan warna baru dengan hadirnya PT SABILA (Safari Bina Labbaik), sebuah perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah ke Tanah Suci yang diinisiasi oleh empat wanita tangguh dan berpengalaman: Ibu Titi Sarimanah, Ibu Ermawati, Ibu Helmiyesi, dan Ibu Leci Meipronika

Berawal dari persahabatan serta komitmen mendalam untuk memberikan pelayanan ibadah yang transparan, aman, dan penuh kekeluargaan, keempat pendiri ini sepakat menyatukan keahlian dan niat mulia mereka dalam wadah PT SABILA WISATA.

Mengusung Makna “Jalan Menuju Baitullah”

Nama SABILA diambil dari bahasa Arab Sabil yang bermakna “Jalan”, sekaligus singkatan dari Safari Bina Labbaik. Nama ini mencerminkan filosofi perusahaan sebagai pembimbing perjalanan suci yang mengantarkan para jemaah menjawab panggilan Allah SWT (Labbaikallahumma labbaik).

“Kami berempat berangkat dari pemahaman yang sama: ibadah umrah dan haji bukan sekadar bisnis perjalanan biasa, melainkan amanah besar mengurus tamu-tamu Allah. SABILA hadir untuk memberikan rasa tenang, kenyamanan fasilitas, serta bimbingan ibadah yang sesuai syariat sejak jemaah manasik hingga kembali ke tanah air,” ujar Ibu Titi, perwakilan pendiri PT SABILA.

Keunggulan & Komitmen Layanan PT SABILA

PT SABILA berkomitmen menghadirkan standar pelayanan premium yang berfokus pada:

  1. Pendampingan dari Hati-ke-Hati: Memastikan setiap kebutuhan jemaah, khususnya jemaah lansia dan keluarga, terlayani dengan penuh kehangatan.
  2. Keterbukaan & Kepastian: Kejelasan jadwal penerbangan, hotel yang sesuai kesepakatan, dan bimbingan pembimbing ibadah (muthawwif) berpengalaman.
  3. Inovasi Layanan: Menghadirkan paket ibadah yang adaptif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran Identitas Baru

Bersamaan dengan pendirian perusahaan, PT SABILA juga merilis logo resminya yang mengusung nuansa Hijau Kedamaian dan Emas Kualitas Premium. Logo melingkar tersebut menampilkan simbol menara masjid, kubah, dan pesawat terbang yang menyatu secara harmonis—melambangkan komitmen tinggi dalam membimbing perjalanan fisik dan spiritual para jemaah.

Dengan hadirnya PT SABILA, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki pilihan travel umrah dan haji yang makin tepercaya, profesional, dan membawa keberkahan bagi semua.

Informasi Kontak & Media:

  • Nama Perusahaan: PT SABILA (Safari Bina Labbaik)
  • Alamat: Jl. Pembangunan RT.05 RW.02 Kelurahan Pasar Ujung. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu. Kontak Person 0812 7397 9936 (Titi S), 0852 1322 5137 (Ermawati), 0852 6788 7453 (Umi Yesi), 0852 6893 7720 (Leci M)
  • Email: sabilawisata07@gmail.com

 

 

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Bengkulu, 20/7/2026 – Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Helmiyesi, memberikan masukan segar dan inovatif dalam Diskusi Panel Hybrid Audit Komunikasi Kehumasan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran hak kekayaan intelektual (KI) sejak usia belia melalui pendekatan kompetisi yang kreatif dan inklusif.

Diskusi panel ini diselenggarakan oleh DJKI untuk menjaring pandangan dari para pemangku kepentingan (stakeholder) demi memperkaya rekomendasi strategi komunikasi publik ke depan. Helmiyesi yang hadir dan terlibat aktif, menyampaikan bahwa untuk menjadikan kanal DJKI sebagai rujukan utama masyarakat, dibutuhkan strategi “jemput bola” lewat medsos, sosialisasi masif, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta UMKM, hingga gebrakan berupa lomba lintas generasi.

Menurut Helmiyesi, edukasi mengenai kekayaan intelektual tidak boleh terasa kaku dan harus disesuaikan dengan segmen usia maupun profesi audiens. Ia pun menjabarkan sejumlah contoh konkret format lomba yang dapat diadopsi oleh DJKI, antara lain:

  • Level Anak Usia Dini (PAUD): Lomba mewarnai logo DJKI, sebagai langkah awal memperkenalkan eksistensi lembaga pelindung karya ini sejak kecil.
  • Anak Sekolah Dasar (SD): Lomba menulis cerpen mini, untuk merangsang kreativitas sekaligus menanamkan nilai kejujuran dalam berkarya.
  • Remaja (SMP/SMA): Lomba bercerita atau bertutur (storytelling), guna melatih generasi muda mengeksplorasi dan menghargai orisinalitas ide.
  • Mahasiswa: Lomba menulis artikel, untuk mendorong pemikiran kritis akademisi muda terkait tantangan dan perlindungan KI di era digital.
  • Insan Pers: Lomba fotografi, sebagai bentuk apresiasi bagi para jurnalis yang aktif menangkap geliat industri kreatif dan perlindungan hukum di Indonesia.
  • Komunitas UMKM: Lomba pembuatan konten “Karya Lokal” setelah mendapatkan HAKI, yang memuat kisah sukses dan manfaat nyata perlindungan hukum bagi usaha mereka.

“Melalui rangkaian lomba yang terstruktur dari level anak usia dini hingga masyarakat umum dan komunitas profesi, kesadaran untuk menghargai karya intelektual akan tumbuh secara alami. Bagi sektor UMKM misalnya, lomba konten pasca-HAKI akan memotivasi pelaku usaha lain untuk segera melegalkan merek atau hak cipta produk mereka,” ungkap Helmiyesi di sela-sela diskusi.

Gagasan inklusif dari Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang ini diharapkan dapat menjadi salah satu poin penting dalam penyusunan Strategic Communication Framework DJKI. Melalui pendekatan edukasi berbasis kompetisi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, DJKI diharapkan mampu menciptakan ekosistem kehumasan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

 

Lewat Rumus 5 Jari, Sukses Taklukkan Kelas Menulis Cerpen “Polisi Sahabatku”

Lewat Rumus 5 Jari, Sukses Taklukkan Kelas Menulis Cerpen “Polisi Sahabatku”

KEPAHIANG, 18 Juli 2026 – Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cahaya Kepahiang siang ini. Puluhan anak usia 7 hingga 12 tahun (kelas 2-6 SD) berkumpul dengan antusias untuk mengikuti Kelas Menulis Cerpen Mini. Mengangkat tema hangat “Polisi Sahabatku”, kegiatan ini berhasil memantik imajinasi liar anak-anak untuk melahirkan karya kreatif mereka sendiri.

Pemanasan Literasi: Membaca Koleksi TBM

Sebelum kegiatan inti dimulai, ruangan TBM tampak hidup dengan pemandangan anak-anak yang asyik berselancar di dunia imajinasi. Mereka terlebih dahulu diajak untuk membaca buku cerita anak koleksi TBM Cahaya Kepahiang. Aktivitas membaca bersama ini sengaja dilakukan sebagai langkah pemanasan (brainstorming) yang apik untuk merangsang kreativitas, memperkaya kosakata, dan memancing ide anak-anak sebelum mereka mulai menumpahkannya ke dalam bentuk tulisan.

Setelah asyik membaca, acara kemudian dipandu dengan sangat interaktif oleh Umi Eni Lastari. Ia mengajak seluruh peserta mencairkan suasana melalui games unik “Lempar Bola Kertas” yang diiringi lagu anak-anak yang ceria. Melalui permainan ini, rasa canggung anak-anak seketika runtuh. Satu per satu peserta memperkenalkan diri di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri dan senyum sumringah.

Mengubah Mindset: Menulis itu Mudah!

Tantangan terbesar anak-anak dalam menulis biasanya adalah rasa takut salah dan bingung mencari ide. Menjawab hambatan tersebut, Umi Yesi, narasumber sekaligus Relima Kabupaten Kepahiang, langsung menggebrak lewat sebuah semboyan pemantik:

“Menulis itu mudah, karena menulis adalah bercerita!”

Semboyan sederhana ini sukses mengubah pola pikir (mindset) para peserta. Menulis tidak lagi dipandang sebagai tugas sekolah yang kaku, melainkan sebuah petualangan seru untuk menceritakan apa yang ada di dalam kepala mereka sendiri.

Sakti dengan “Rumus Cerita 5 Jari”

Untuk memudahkan anak-anak merangkai alur cerita, Umi Yesi mengupas tuntas metode “Rumus Cerita 5 Jari”. Melalui alat bantu visual telapak tangan yang mudah dipahami, anak-anak diajak memetakan tokoh, latar, masalah, solusi, hingga pesan manis untuk kepolisian Indonesia.

Metode pendampingan yang taktis ini terbukti sangat ampuh. Hanya dalam waktu singkat, kebingungan anak-anak mencair menjadi coretan pena yang mengalir lancar di atas lembar kerja mereka.

Panen Karya untuk HUT Bhayangkara ke-80

Hasil akhir dari kelas menulis ini sangat membanggakan. 100% peserta yang hadir berhasil merampungkan draf cerita mini mereka sendiri. Cerita-cerita yang lahir pun sangat beragam dan menyentuh hati—mulai dari kisah Pak Polisi yang membantu menyeberang jalan saat hujan deras, hingga aksi humanis polisi menyelamatkan hewan peliharaan warga.

Karya-karya berharga dari Penulis Cilik Kepahiang ini nantinya akan diikutsertakan dalam ajang lomba menulis tingkat nasional dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

Melalui kelas ini, TBM Cahaya Kepahiang bersama Relima Kabupaten Kepahiang tidak hanya berhasil menumbuhkan budaya literasi sejak dini, tetapi juga sukses mendekatkan sosok polisi sebagai sahabat terbaik anak-anak. Dari Kepahiang, lahir bibit-bibit penulis masa depan bangsa! (TBM/Red)

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang