"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Bengkulu, 20/7/2026 – Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Helmiyesi, memberikan masukan segar dan inovatif dalam Diskusi Panel Hybrid Audit Komunikasi Kehumasan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran hak kekayaan intelektual (KI) sejak usia belia melalui pendekatan kompetisi yang kreatif dan inklusif.

Diskusi panel ini diselenggarakan oleh DJKI untuk menjaring pandangan dari para pemangku kepentingan (stakeholder) demi memperkaya rekomendasi strategi komunikasi publik ke depan. Helmiyesi yang hadir dan terlibat aktif, menyampaikan bahwa untuk menjadikan kanal DJKI sebagai rujukan utama masyarakat, dibutuhkan strategi “jemput bola” lewat medsos, sosialisasi masif, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta UMKM, hingga gebrakan berupa lomba lintas generasi.

Menurut Helmiyesi, edukasi mengenai kekayaan intelektual tidak boleh terasa kaku dan harus disesuaikan dengan segmen usia maupun profesi audiens. Ia pun menjabarkan sejumlah contoh konkret format lomba yang dapat diadopsi oleh DJKI, antara lain:

  • Level Anak Usia Dini (PAUD): Lomba mewarnai logo DJKI, sebagai langkah awal memperkenalkan eksistensi lembaga pelindung karya ini sejak kecil.
  • Anak Sekolah Dasar (SD): Lomba menulis cerpen mini, untuk merangsang kreativitas sekaligus menanamkan nilai kejujuran dalam berkarya.
  • Remaja (SMP/SMA): Lomba bercerita atau bertutur (storytelling), guna melatih generasi muda mengeksplorasi dan menghargai orisinalitas ide.
  • Mahasiswa: Lomba menulis artikel, untuk mendorong pemikiran kritis akademisi muda terkait tantangan dan perlindungan KI di era digital.
  • Insan Pers: Lomba fotografi, sebagai bentuk apresiasi bagi para jurnalis yang aktif menangkap geliat industri kreatif dan perlindungan hukum di Indonesia.
  • Komunitas UMKM: Lomba pembuatan konten “Karya Lokal” setelah mendapatkan HAKI, yang memuat kisah sukses dan manfaat nyata perlindungan hukum bagi usaha mereka.

“Melalui rangkaian lomba yang terstruktur dari level anak usia dini hingga masyarakat umum dan komunitas profesi, kesadaran untuk menghargai karya intelektual akan tumbuh secara alami. Bagi sektor UMKM misalnya, lomba konten pasca-HAKI akan memotivasi pelaku usaha lain untuk segera melegalkan merek atau hak cipta produk mereka,” ungkap Helmiyesi di sela-sela diskusi.

Gagasan inklusif dari Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang ini diharapkan dapat menjadi salah satu poin penting dalam penyusunan Strategic Communication Framework DJKI. Melalui pendekatan edukasi berbasis kompetisi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, DJKI diharapkan mampu menciptakan ekosistem kehumasan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

 

Lewat Rumus 5 Jari, Sukses Taklukkan Kelas Menulis Cerpen “Polisi Sahabatku”

Lewat Rumus 5 Jari, Sukses Taklukkan Kelas Menulis Cerpen “Polisi Sahabatku”

KEPAHIANG, 18 Juli 2026 – Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cahaya Kepahiang siang ini. Puluhan anak usia 7 hingga 12 tahun (kelas 2-6 SD) berkumpul dengan antusias untuk mengikuti Kelas Menulis Cerpen Mini. Mengangkat tema hangat “Polisi Sahabatku”, kegiatan ini berhasil memantik imajinasi liar anak-anak untuk melahirkan karya kreatif mereka sendiri.

Pemanasan Literasi: Membaca Koleksi TBM

Sebelum kegiatan inti dimulai, ruangan TBM tampak hidup dengan pemandangan anak-anak yang asyik berselancar di dunia imajinasi. Mereka terlebih dahulu diajak untuk membaca buku cerita anak koleksi TBM Cahaya Kepahiang. Aktivitas membaca bersama ini sengaja dilakukan sebagai langkah pemanasan (brainstorming) yang apik untuk merangsang kreativitas, memperkaya kosakata, dan memancing ide anak-anak sebelum mereka mulai menumpahkannya ke dalam bentuk tulisan.

Setelah asyik membaca, acara kemudian dipandu dengan sangat interaktif oleh Umi Eni Lastari. Ia mengajak seluruh peserta mencairkan suasana melalui games unik “Lempar Bola Kertas” yang diiringi lagu anak-anak yang ceria. Melalui permainan ini, rasa canggung anak-anak seketika runtuh. Satu per satu peserta memperkenalkan diri di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri dan senyum sumringah.

Mengubah Mindset: Menulis itu Mudah!

Tantangan terbesar anak-anak dalam menulis biasanya adalah rasa takut salah dan bingung mencari ide. Menjawab hambatan tersebut, Umi Yesi, narasumber sekaligus Relima Kabupaten Kepahiang, langsung menggebrak lewat sebuah semboyan pemantik:

“Menulis itu mudah, karena menulis adalah bercerita!”

Semboyan sederhana ini sukses mengubah pola pikir (mindset) para peserta. Menulis tidak lagi dipandang sebagai tugas sekolah yang kaku, melainkan sebuah petualangan seru untuk menceritakan apa yang ada di dalam kepala mereka sendiri.

Sakti dengan “Rumus Cerita 5 Jari”

Untuk memudahkan anak-anak merangkai alur cerita, Umi Yesi mengupas tuntas metode “Rumus Cerita 5 Jari”. Melalui alat bantu visual telapak tangan yang mudah dipahami, anak-anak diajak memetakan tokoh, latar, masalah, solusi, hingga pesan manis untuk kepolisian Indonesia.

Metode pendampingan yang taktis ini terbukti sangat ampuh. Hanya dalam waktu singkat, kebingungan anak-anak mencair menjadi coretan pena yang mengalir lancar di atas lembar kerja mereka.

Panen Karya untuk HUT Bhayangkara ke-80

Hasil akhir dari kelas menulis ini sangat membanggakan. 100% peserta yang hadir berhasil merampungkan draf cerita mini mereka sendiri. Cerita-cerita yang lahir pun sangat beragam dan menyentuh hati—mulai dari kisah Pak Polisi yang membantu menyeberang jalan saat hujan deras, hingga aksi humanis polisi menyelamatkan hewan peliharaan warga.

Karya-karya berharga dari Penulis Cilik Kepahiang ini nantinya akan diikutsertakan dalam ajang lomba menulis tingkat nasional dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

Melalui kelas ini, TBM Cahaya Kepahiang bersama Relima Kabupaten Kepahiang tidak hanya berhasil menumbuhkan budaya literasi sejak dini, tetapi juga sukses mendekatkan sosok polisi sebagai sahabat terbaik anak-anak. Dari Kepahiang, lahir bibit-bibit penulis masa depan bangsa! (TBM/Red)

 

Pemenang Lomba Telah Ditetapkan, Waktunya Tingkatkan IPLM Kepahiang Lewat Perpustakaan Desa!

Pemenang Lomba Telah Ditetapkan, Waktunya Tingkatkan IPLM Kepahiang Lewat Perpustakaan Desa!

KEPAHIANG – Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu layanan dan motivasi pengelolaan literasi masyarakat kembali diapresiasi. Melalui Surat Keputusan Dewan Juri yang ditetapkan pada tanggal 18 Juni 2026, hasil Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Kepahiang Tahun 2026 resmi diumumkan.

Lomba ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memotivasi perpustakaan desa dan kelurahan agar terus memberikan pelayanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kepahiang. Berdasarkan hasil penilaian yang bersifat final dari tim dewan juri yang terdiri dari Tony Hartanto, S.Sos. (Juri I), Sandra Hidayat, M.Pd. (Juri II), dan Deva Yurita Ambarini, SP., MP. (Juri III), berikut adalah daftar perpustakaan yang sukses menorehkan prestasi:

  • Juara 1: Perpustakaan Aneka Ilmu, Desa Bogor Baru, Kecamatan Kepahiang, dengan jumlah nilai 871.
  • Juara 2: Perpustakaan Rumah Ilmu, Desa Batu Ampar, Kecamatan Merigi, dengan jumlah nilai 722.
  • Juara 3: Perpustakaan Sepiang Terang, Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, dengan jumlah nilai 591.
  • Juara Harapan 1: Perpustakaan Ceria Membaca, Desa Taba Saling, Kecamatan Tebat Karai, dengan jumlah nilai 398.
  • Juara Harapan 2: Perpustakaan Desa Permu, Desa Permu, Kecamatan Kepahiang, dengan jumlah nilai 248.
  • Juara Harapan 3: Perpustakaan Kel. Pasar Sejantung, Kelurahan Pasar Sejantung, Kecamatan Kepahiang, dengan jumlah nilai 228.

Apresiasi dan Panggilan Aksi dari Relima Kepahiang

Menyambut pencapaian yang membanggakan ini, Relima Kepahiang, Helmiyesi, M.Si., turut memberikan ucapan selamat sekaligus pesan penyemangat bagi seluruh pegiat literasi di desa:

“Selamat dan sukses yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemenang Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Kepahiang Tahun 2026! Pencapaian ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras kawan-kawan pengelola dalam membuka jendela pengetahuan bagi masyarakat.”

Helmiyesi juga menegaskan bahwa penghargaan ini harus menjadi titik tolak untuk aksi yang lebih masif. Seluruh pengelola perpustakaan desa, masyarakat, dan perangkat desa diajak untuk merapatkan barisan.

“Mari kita jadikan momentum kemenangan ini sebagai pemantik untuk semakin menghidupkan perpustakaan desa. Jangan biarkan buku-buku hanya terpajang rapi di rak! Aktifkan berbagai kegiatan literasi, jadikan perpustakaan sebagai ruang inklusif untuk berdiskusi, belajar keterampilan, dan berkreasi. Dengan kolaborasi nyata, kita optimis Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Kepahiang akan terus meningkat!”

Pengisian IPLM dapat melalui link https://docs.google.com/spreadsheets/d/1I2RT4B2U4iivyuL8sXjz81fC-hkXc6jX/edit?gid=1774683617#gid=1774683617

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang