"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

Sinergi Relima dan PKBM Az Zahra Membangun Kepahiang

Sinergi Relima dan PKBM Az Zahra Membangun Kepahiang

Kepahiang-2/8/2026. Lebih dari dua dekade—tepatnya 23 tahun—menyelami dunia literasi masyarakat, saya telah menyaksikan berbagai wajah perjuangan di pelosok desa. Di Kabupaten Kepahiang, salah satu realita yang masih sering kita jumpai dan membutuhkan perhatian ekstra adalah anak-anak yang terpaksa menanggalkan seragam sekolah mereka karena pernikahan usia dini.

Bagi mereka, transisi mendadak menjadi seorang pengurus rumah tangga di usia belia membawa tantangan yang berat. Selain harus beradaptasi dengan tanggung jawab domestik yang datang terlalu cepat, mereka kerap dihinggapi rasa malu, stigma sosial, dan perasaan bahwa pintu menuju masa depan yang lebih baik telah tertutup rapat. Cita-cita mereka seringkali terpaksa diikhlaskan, tenggelam dalam rutinitas harian.

Paket GEMBIRA: Titik Temu Kepedulian dan Aksi Nyata

Sebagai Relawan Literasi Masyarakat (Relima), tugas saya bukan sekadar membagikan bahan bacaan, tetapi menyalakan kembali keberanian mereka untuk belajar. Namun, niat baik di lapangan harus dibarengi dengan wadah yang tepat. Di sinilah sinergi dengan PKBM Az Zahra Kepahiang menjadi sebuah solusi yang menjanjikan melalui program Paket GEMBIRA (Gerakan Mengajak Kembali Bersekolah).

Kolaborasi ini memadukan jangkauan akar rumput Relima dengan sistem pendidikan non-formal yang terstruktur dari PKBM. Kami hadir bukan untuk menambah beban pikiran mereka dengan tuntutan akademis yang kaku, melainkan membawa pendekatan yang “gembira”, ramah, dan sangat memanusiakan.

Tiga Pilar Pendekatan di Lapangan

Dalam praktiknya, mengajak anak-anak yang sudah berumah tangga untuk kembali memegang pena membutuhkan strategi yang berempati pada kondisi mereka saat ini:

  • Menghancurkan Stigma melalui Dialog Personal: Kami mengetuk pintu-pintu rumah mereka, duduk berdiskusi dari hati ke hati, dan meyakinkan bahwa tidak ada batas kedaluwarsa untuk pendidikan. Menjadi istri atau ibu yang berliterasi tinggi justru adalah fondasi terbaik untuk membangun keluarga yang tangguh.
  • Waktu Belajar yang Adaptif: Melalui PKBM Az Zahra, kami memastikan bahwa Paket GEMBIRA berjalan dengan sangat fleksibel. Jadwal belajar dirancang agar tidak mengganggu kewajiban mereka di rumah, membuktikan bahwa menuntut ilmu dan mengurus keluarga bisa berjalan beriringan.
  • Fokus pada Kecakapan Hidup (Life Skills): Selain mengejar ketertinggalan ijazah formal, program ini juga membekali mereka dengan pengetahuan praktis. Mulai dari literasi finansial dasar, kesehatan reproduksi, hingga keterampilan vokasi yang dapat membantu menopang perekonomian keluarga kecil mereka.

Membangun Fondasi Masa Depan Kepahiang

Sinergi antara pengalaman lapangan Relima dan fasilitas pendidikan PKBM Az Zahra Kepahiang melalui Paket GEMBIRA adalah bukti nyata bahwa kita tidak membiarkan satu pun warga Kepahiang tertinggal.

Setiap anak yang berhasil kita ajak kembali ke ruang belajar adalah satu mata rantai keterbatasan yang berhasil kita putus. Dengan mengedukasi para orang tua muda ini hari ini, kita sejatinya sedang membangun generasi Kepahiang yang jauh lebih cerdas, mandiri, dan berdaya di masa depan.

 

SIARAN PERS! Bersatu dalam Visi Suci, 4 Srikandi Resmi Dirikan Travel Umrah & Haji “PT SABILA WISATA”

SIARAN PERS

Bersatu dalam Visi Suci, 4 Srikandi Resmi Dirikan Travel Umrah & Haji “PT SABILA WISATA”

Kepahiang, 31 Juli 2026 – Dunia pelayanan ibadah umrah dan haji di Indonesia kedatangan warna baru dengan hadirnya PT SABILA (Safari Bina Labbaik), sebuah perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah ke Tanah Suci yang diinisiasi oleh empat wanita tangguh dan berpengalaman: Ibu Titi Sarimanah, Ibu Ermawati, Ibu Helmiyesi, dan Ibu Leci Meipronika

Berawal dari persahabatan serta komitmen mendalam untuk memberikan pelayanan ibadah yang transparan, aman, dan penuh kekeluargaan, keempat pendiri ini sepakat menyatukan keahlian dan niat mulia mereka dalam wadah PT SABILA WISATA.

Mengusung Makna “Jalan Menuju Baitullah”

Nama SABILA diambil dari bahasa Arab Sabil yang bermakna “Jalan”, sekaligus singkatan dari Safari Bina Labbaik. Nama ini mencerminkan filosofi perusahaan sebagai pembimbing perjalanan suci yang mengantarkan para jemaah menjawab panggilan Allah SWT (Labbaikallahumma labbaik).

“Kami berempat berangkat dari pemahaman yang sama: ibadah umrah dan haji bukan sekadar bisnis perjalanan biasa, melainkan amanah besar mengurus tamu-tamu Allah. SABILA hadir untuk memberikan rasa tenang, kenyamanan fasilitas, serta bimbingan ibadah yang sesuai syariat sejak jemaah manasik hingga kembali ke tanah air,” ujar Ibu Titi, perwakilan pendiri PT SABILA.

Keunggulan & Komitmen Layanan PT SABILA

PT SABILA berkomitmen menghadirkan standar pelayanan premium yang berfokus pada:

  1. Pendampingan dari Hati-ke-Hati: Memastikan setiap kebutuhan jemaah, khususnya jemaah lansia dan keluarga, terlayani dengan penuh kehangatan.
  2. Keterbukaan & Kepastian: Kejelasan jadwal penerbangan, hotel yang sesuai kesepakatan, dan bimbingan pembimbing ibadah (muthawwif) berpengalaman.
  3. Inovasi Layanan: Menghadirkan paket ibadah yang adaptif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran Identitas Baru

Bersamaan dengan pendirian perusahaan, PT SABILA juga merilis logo resminya yang mengusung nuansa Hijau Kedamaian dan Emas Kualitas Premium. Logo melingkar tersebut menampilkan simbol menara masjid, kubah, dan pesawat terbang yang menyatu secara harmonis—melambangkan komitmen tinggi dalam membimbing perjalanan fisik dan spiritual para jemaah.

Dengan hadirnya PT SABILA, diharapkan masyarakat Indonesia memiliki pilihan travel umrah dan haji yang makin tepercaya, profesional, dan membawa keberkahan bagi semua.

Informasi Kontak & Media:

  • Nama Perusahaan: PT SABILA (Safari Bina Labbaik)
  • Alamat: Jl. Pembangunan RT.05 RW.02 Kelurahan Pasar Ujung. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu. Kontak Person 0812 7397 9936 (Titi S), 0852 1322 5137 (Ermawati), 0852 6788 7453 (Umi Yesi), 0852 6893 7720 (Leci M)
  • Email: sabilawisata07@gmail.com

 

 

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Soroti Kekayaan Intelektual Sejak Dini, Helmiyesi Usulkan DJKI Gelar Lomba Lintas Generasi

Bengkulu, 20/7/2026 – Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Helmiyesi, memberikan masukan segar dan inovatif dalam Diskusi Panel Hybrid Audit Komunikasi Kehumasan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran hak kekayaan intelektual (KI) sejak usia belia melalui pendekatan kompetisi yang kreatif dan inklusif.

Diskusi panel ini diselenggarakan oleh DJKI untuk menjaring pandangan dari para pemangku kepentingan (stakeholder) demi memperkaya rekomendasi strategi komunikasi publik ke depan. Helmiyesi yang hadir dan terlibat aktif, menyampaikan bahwa untuk menjadikan kanal DJKI sebagai rujukan utama masyarakat, dibutuhkan strategi “jemput bola” lewat medsos, sosialisasi masif, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta UMKM, hingga gebrakan berupa lomba lintas generasi.

Menurut Helmiyesi, edukasi mengenai kekayaan intelektual tidak boleh terasa kaku dan harus disesuaikan dengan segmen usia maupun profesi audiens. Ia pun menjabarkan sejumlah contoh konkret format lomba yang dapat diadopsi oleh DJKI, antara lain:

  • Level Anak Usia Dini (PAUD): Lomba mewarnai logo DJKI, sebagai langkah awal memperkenalkan eksistensi lembaga pelindung karya ini sejak kecil.
  • Anak Sekolah Dasar (SD): Lomba menulis cerpen mini, untuk merangsang kreativitas sekaligus menanamkan nilai kejujuran dalam berkarya.
  • Remaja (SMP/SMA): Lomba bercerita atau bertutur (storytelling), guna melatih generasi muda mengeksplorasi dan menghargai orisinalitas ide.
  • Mahasiswa: Lomba menulis artikel, untuk mendorong pemikiran kritis akademisi muda terkait tantangan dan perlindungan KI di era digital.
  • Insan Pers: Lomba fotografi, sebagai bentuk apresiasi bagi para jurnalis yang aktif menangkap geliat industri kreatif dan perlindungan hukum di Indonesia.
  • Komunitas UMKM: Lomba pembuatan konten “Karya Lokal” setelah mendapatkan HAKI, yang memuat kisah sukses dan manfaat nyata perlindungan hukum bagi usaha mereka.

“Melalui rangkaian lomba yang terstruktur dari level anak usia dini hingga masyarakat umum dan komunitas profesi, kesadaran untuk menghargai karya intelektual akan tumbuh secara alami. Bagi sektor UMKM misalnya, lomba konten pasca-HAKI akan memotivasi pelaku usaha lain untuk segera melegalkan merek atau hak cipta produk mereka,” ungkap Helmiyesi di sela-sela diskusi.

Gagasan inklusif dari Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang ini diharapkan dapat menjadi salah satu poin penting dalam penyusunan Strategic Communication Framework DJKI. Melalui pendekatan edukasi berbasis kompetisi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, DJKI diharapkan mampu menciptakan ekosistem kehumasan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang