"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

Pengumuman Kelulusan Paket A dan Paket B tahun 2026

Kepahiang, 2 Juni 2026 – PKBM AZ Zahra Kepahiang secara resmi mengumumkan hasil kelulusan peserta didik Program Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B Tahun Pelajaran 2025/2026.

Pada tahun ini, sebanyak 57 peserta didik mengikuti program pendidikan kesetaraan yang terdiri dari 7 peserta didik Paket A dan 50 peserta didik Paket B. Hasil kelulusan dapat diakses secara online melalui tautan s.id/kelulusan-azz-ab.

Pengelola PKBM AZ Zahra Kepahiang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kelulusan ini merupakan hasil dari kerja keras peserta didik, dukungan orang tua, serta bimbingan para tutor selama proses pendidikan berlangsung.

Peserta didik diimbau untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi. Bagi peserta didik yang nama atau status kelulusannya tidak tampil pada halaman pengumuman, agar segera menghubungi pihak PKBM AZ Zahra Kepahiang untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Selain itu, Surat Keterangan Lulus (SKL) akan diproses dan dibagikan setelah seluruh kewajiban administrasi peserta didik diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

PKBM AZ Zahra Kepahiang mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan pada tahun pelajaran ini. Semoga keberhasilan yang diraih menjadi langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih baik.

“Bersama Az Zahra, Raih Ilmu, Wujudkan Impian.”

Mengenal Lebih Dekat Umi Yesi: Srikandi Literasi, Pelestari Bahasa, dan Relima 2026 dari Kepahiang

Mengenal Lebih Dekat Umi Yesi: Srikandi Literasi, Pelestari Bahasa, dan Relima 2026 dari Kepahiang

Di tengah sejuknya udara Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, lahir berbagai inisiatif luar biasa dari seorang pegiat literasi perempuan yang akrab disapa Umi Yesi. Memiliki nama lengkap Helmiyesi, M.Si., tokoh inspiratif yang berdomisili di Kelurahan Padang Lekat ini mendedikasikan hidup, waktu, dan kariernya untuk dunia pendidikan, sosial, serta memajukan budaya membaca di daerahnya.

Mengemban Amanah Baru sebagai Relima 2026 Lokus Kepahiang

Kiprah panjangnya di dunia literasi kini memasuki babak baru yang semakin strategis. Berdasarkan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2026, Umi Yesi secara resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026.

Dalam program nasional ini, beliau dipercaya memegang amanah penting untuk lokus Kabupaten Kepahiang selama masa kontrak pengabdian dari Juni hingga Oktober 2026 ke depannya. Sebagai Relima, Umi Yesi siap mengemban tugas mulia mulai dari menginventarisasi data perpustakaan, mengadvokasi pemanfaatan anggaran seperti Dana Desa, hingga mengajak seluruh ekosistem literasi lokal—baik TBM, Kampung Dongeng, maupun perpustakaan desa—untuk berkolaborasi membangun literasi masyarakat yang kuat dan membumi.

Penggerak Pendidikan dan Tokoh Literasi Masyarakat

Sebelum terpilih sebagai Relima, nama Umi Yesi memang sudah lekat dengan dunia pengabdian masyarakat. Saat ini, beliau dipercaya mengemban jabatan penting sebagai Sekretaris Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Provinsi Bengkulu untuk masa bakti 2025–2028. Selain itu, jiwa kepemimpinan dan sosialnya juga tersalurkan lewat perannya sebagai Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang yang dipimpinnya sejak tahun 2010.

Hobinya yang kuat dalam dunia tulis-menulis tidak hanya ia simpan sendiri. Umi Yesi memiliki visi mulia untuk melahirkan penulis-penulis baru dari berbagai kalangan. Hal ini ia wujudkan dengan mendirikan Sabusabu (Satu Bulan Satu Buku) pada tahun 2018, sebuah kelas menulis inspiratif yang hingga hari ini masih aktif mencetak karya. Beliau juga kerap membagikan ilmunya dengan menjadi narasumber kelas menulis serta pemateri seminar di berbagai daerah.

Jejak Karya dan Dedikasi Melestarikan Budaya Lokal

Kecintaannya pada literasi dibuktikan lewat karya-karya yang sangat produktif. Pada tahun 2025, Umi Yesi menorehkan pencapaian membanggakan dengan fokus pada pelestarian kearifan lokal. Ia menerbitkan sejumlah antologi cerpen yang mengangkat bahasa daerah Rejang, di antaranya Temujeu Dalen Belek (Menuju Jalan Pulang), Temulis Kisah: Antaro Cinto Ngen Cito-cito, dan Coa Cukup Ngen Mipie, Suhet Utuk Harapan.

Tidak berhenti di sana, beliau juga merilis buku Cerita Anak Dwibahasa bertajuk Kelengitan Curuq Embun (Curuq Embun yang Hilang) serta sukses berkolaborasi bersama tokoh literasi nasional, Gola Gong, dalam antologi fiksi mini yang memecahkan Rekor MURI di tahun 2025.

Rentetan Apresiasi dan Penghargaan Bergengsi

Dedikasi nyata Umi Yesi telah diakui secara luas, mulai dari tingkat regional hingga nasional. Kiprahnya diapresiasi langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI yang menganugerahinya Plakat Pegiat Perempuan serta Piagam Penghargaan dalam momentum Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional pada tahun 2021.

Di tingkat provinsi, tulisan dan kecintaannya pada bahasa diapresiasi lewat Penghargaan Penulis dan Penerjemah Buku Cerita Anak Dwi Bahasa dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Kemampuannya di bidang literasi juga diakui oleh Perpusnas Press dengan menyabet Juara 2 pada ajang Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) Provinsi Bengkulu di tahun 2024.

Helmiyesi (Umi Yesi) adalah bukti nyata bagaimana hobi yang dikelola dengan cinta, ilmu, dan semangat berbagi mampu melahirkan gerakan yang berdampak luas. Melalui peran barunya sebagai Relima Perpusnas RI di Kabupaten Kepahiang, langkah nyata beliau ke depannya dipastikan akan semakin menginspirasi, membawa solusi bagi tantangan literasi pelosok, dan merawat budaya luhur bangsa agar semakin kokoh di hati masyarakat.

 

Resmi Ditetapkan Perpusnas, 8 Pegiat Literasi Bengkulu Siap Mengemban Tugas sebagai Relima 2026

Resmi Ditetapkan Perpusnas, 8 Pegiat Literasi Bengkulu Siap Mengemban Tugas sebagai Relima 2026

JAKARTA – Upaya penguatan budaya baca di tingkat akar rumput kembali mendapat dorongan besar dari pemerintah pusat. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia secara resmi telah menerbitkan Keputusan Nomor 98 Tahun 2026 tentang Penetapan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan langsung di Jakarta pada tanggal 11 Mei 2026.

Melalui langkah strategis ini, Perpusnas mengukuhkan ratusan relawan dari seluruh penjuru negeri. Provinsi Bengkulu sendiri berhasil menempatkan 8 perwakilan pegiat literasi terbaiknya yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Berdasarkan lampiran resmi SK tersebut, berikut adalah daftar nama Relima asal Provinsi Bengkulu yang siap mengabdi:

  1. Vriska Arianti – Kab. Bengkulu Selatan
  2. Awandri Akbar – Kab. Bengkulu Tengah
  3. Yuni Anti – Kab. Kaur
  4. Helmiyesi – Kab. Kepahiang
  5. Dhea Hajaru Maredita – Kab. Lebong
  6. Dani Fazli – Kab. Rejang Lebong
  7. Cici Trisna – Kab. Seluma
  8. Evryeni Jusmadi – Kota Bengkulu

Tugas, Fungsi, dan Masa Kontrak Kerja Para Relima yang telah ditunjuk ini memiliki mandat resmi yang diatur secara spesifik dalam Keputusan Kepala Perpusnas. Tugas utama mereka meliputi melakukan inventarisasi data yang dibutuhkan untuk kajian perpustakaan Indonesia , melakukan pelaporan berkala , serta mendukung program kajian strategis Perpusnas RI. Seluruh pembiayaan operasional dalam pelaksanaan tugas ini dibebankan langsung pada Anggaran Perpustakaan Nasional.

Para relawan terpilih asal Bengkulu ini akan segera tancap gas memulai masa pengabdian intensif mereka yang dijadwalkan berlangsung dari bulan Juni hingga Oktober 2026 ke depannya.

Peluang Emas: Ajakan Kolaborasi Membangun Literasi Berdampak Kehadiran Relima di setiap daerah merupakan angin segar sekaligus peluang emas yang wajib dimanfaatkan oleh ekosistem literasi lokal. Salah satu fungsi utama Relima adalah melakukan advokasi dan membangun kemitraan erat dengan perpustakaan daerah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas literasi.

Oleh karena itu, bagi pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), jaringan Kampung Dongeng, maupun para pegiat literasi perorangan yang sedang atau akan merancang kegiatan edukatif, sangat disarankan untuk melibatkan dan memanfaatkan keberadaan Relima di kabupaten masing-masing. Relima dapat berperan sebagai jembatan strategis, rekan diskusi, sekaligus fasilitator program yang menghubungkan gerakan di akar rumput dengan kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.

Mari kita rapatkan barisan, saling bergandengan tangan, dan mengesampingkan ego sektoral. Ini adalah momentum terbaik untuk berkolaborasi dan bersinergi demi membangun ruang-ruang baca yang inklusif. Bersama Relima, mari kita wujudkan literasi masyarakat Bengkulu yang tidak hanya semakin kuat secara kapasitas, tetapi juga membumi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan kehidupan sehari-hari.

#Relima2026
#BersamaRelima
#RelawanLiterasiMasyarakat
#PerpustakaanNasionalRI
#RelimaKabupaten Kepahiang

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang