Az Zahra Kepahiang
Paket B Rayakan HUT RI ke-81: Ajang Unjuk Gigi Teman Sebaya, Dafa Borong Juara 1!
Paket B Rayakan HUT RI ke-81: Ajang Unjuk Gigi Teman Sebaya, Dafa Borong Juara 1!
KEPAHIANG – Semarak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di PKBM Az Zahra Kepahiang rupanya masih terus berlanjut. Pada Kamis (20/8/2026), giliran semangat membara dari siswa-siswi Paket B (setara SMP) yang mengambil alih lapangan az zahra untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Jika pada gelaran sebelumnya tutor dan siswa melebur jadi satu, perayaan kali ini memiliki konsep yang sedikit berbeda namun tak kalah seru. Perlombaan dikhususkan bagi peserta didik agar mereka bisa bersaing sehat dan seru-seruan bersama teman sebaya. Sementara itu, bapak dan ibu tutor mengambil peran penting sebagai juri yang adil sekaligus suporter setia yang tak henti-hentinya menyemangati dari pinggir lapangan sekolah.
Sorak sorai dukungan antar teman membuat suasana kompetisi terasa begitu hidup, hangat, dan penuh canda tawa. Dari rentetan perlombaan yang digelar, muncullah nama-nama juara yang berhasil membuktikan ketangkasannya. Berikut adalah daftar pemenangnya:
Lomba Makan Kerupuk
- Dafa
- Bayu
- Rafi
Lomba Kursi Panas
- Dafa
- Topa
- Refal
Lomba Joget Balon
- Bayu & Dafa
- Topa & Refal
- Zahri & Malik
Sorotan utama pada perayaan Paket B kali ini jatuh kepada Dafa. Siswa tangguh ini sukses mencetak “hat-trick” atau memborong piala Juara 1 di semua cabang perlombaan! Mulai dari kelincahan mengunyah kerupuk, adu cepat di kursi panas, hingga kekompakannya bersama Bayu dalam mempertahankan balon, Dafa membuktikan dirinya sebagai bintang lapangan hari itu.
Acara yang dipenuhi gelak tawa ini kembali menegaskan komitmen PKBM Az Zahra Kepahiang sebagai “Sekolah Gembira”. Melalui kegiatan di luar kelas seperti ini, rasa percaya diri, kekompakan, dan sportivitas peserta didik terus dipupuk. Kehadiran tutor sebagai juri dan pendukung juga memperlihatkan bahwa guru selalu hadir untuk mendampingi setiap langkah dan tumbuh kembang siswanya.
Semangat pantang menyerah dari anak-anak Paket B ini menjadi cerminan nyata bahwa setiap anak berhak untuk bersinar, bergembira, dan meraih prestasinya masing-masing. Terus semangat belajar, wujudkan mimpimu bersama PKBM Az Zahra Kepahiang!
Seruuu! Siswa Paket C dan Tutor PKBM Az Zahra Kepahiang Melebur dalam Semarak HUT RI ke-81
Seruuu! Siswa Paket C dan Tutor PKBM Az Zahra Kepahiang Melebur dalam Semarak HUT RI ke-81
KEPAHIANG – Suasana penuh tawa dan sorak sorai mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Az Zahra Kepahiang pada Selasa, 18 Agustus 2026. Perayaan tahun ini terasa sangat spesial karena berhasil menghapus sekat antara pendidik dan peserta didik. Para siswa-siswi kesetaraan Paket C dan bapak/ibu tutor melebur jadi satu dalam balutan berbagai perlombaan sederhana yang mengundang gelak tawa.
Meski digelar dengan sederhana, antusiasme para peserta sungguh luar biasa. Semangat pantang menyerah khas kemerdekaan terlihat jelas saat bapak/ibu tutor dan para siswa saling beradu ketangkasan dan kekompakan di lapangan az zahra.
Acara puncak yang paling dinanti tentu saja pengumuman para sang juara yang telah berjuang keras (sekaligus menahan tawa) di berbagai cabang perlombaan. Berikut adalah daftar para jawara yang berhasil memeriahkan panggung kemerdekaan di PKBM Az Zahra Kepahiang tahun ini:
Lomba Joget Balon
Lomba yang menuntut kekompakan tingkat tinggi dan kelenturan tubuh ini sukses dimenangkan oleh pasangan-pasangan tangguh:
- Juara 1: Erna dan Darin
- Juara 2: Yesti dan Elsinta
Lomba Kursi Panas
Adu cepat dan fokus diiringi musik ini berlangsung sangat sengit. Tarik-menarik dan aksi berebut kursi menyisakan para pemenang yang gesit:
- Kategori Putra:
-
- Topan
- Ahmad Aprisal
- Kategori Putri:
-
- Elsinta
- Foni Susanti
Lomba Makan Kerupuk
Perlombaan legendaris yang selalu ada di setiap perayaan 17-an ini juga tidak kalah seru. Peserta harus memutar otak dan mulut untuk menghabiskan kerupuk yang bergoyang ditiup angin:
- Kategori Putra:
-
- Topan
- Okser
- Anas
- Kategori Putri:
-
- Ariansi
- Lidya
- Elsinta
Menariknya, perayaan kali ini melahirkan ‘bintang lapangan’. Topan sukses memborong gelar Juara 1 di dua lomba bergengsi (Kursi Panas dan Makan Kerupuk putra). Sementara itu, Elsinta membuktikan kelincahannya dengan membawa pulang tiga piala sekaligus dari tiga perlombaan berbeda!
Keseruan di PKBM Az Zahra Kepahiang ini membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan sejarah, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan. Kekompakan antara tutor dan siswa Paket C ini diharapkan dapat terus terbawa hingga ke dalam ruang kelas, menjadi semangat baru untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Merdeka Belajar, Merdeka Berkarya! Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
Museum Mini Meminimalisir Fenomena ‘Generasi Menunduk’
Museum Mini Meminimalisir Fenomena ‘Generasi Menunduk’
Hari ini, Umi Yesi, Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang menghadiri kegiatan Sarasehan Budaya Sekujang dan Pameran Budaya. Kegiatan ini lahir dari visi dan inisiasi yang patut diacungi jempol dari Pak Muzanip Alperi, seorang putra daerah yang peduli. Visi ini kemudian diwujudkan melalui dukungan nyata dan bantuan dana dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Bengkulu.
Suasana sarasehan menjadi lebih emosional dan bermakna ketika giliran Bapak Robi, selaku Kepala Desa Tapak Gedung, memberikan kata sambutan. Di tengah kegembiraan perayaan, pesan beliau terdengar seperti sebuah panggilan kuat untuk menyadarkan kita semua.
Pak Kades Tapak Gedung memulai dengan menekankan bahwa sarasehan ini bukanlah sekadar acara budaya biasa, melainkan langkah krusial untuk meminimalisir fenomena ‘Generasi Menunduk’. Istilah ini beliau gunakan untuk menggambarkan anak muda di desa yang semakin tertular oleh dampak teknologi tanpa adanya saringan. Kecanduan gawai, menurut beliau, telah mengikis jati diri dan interaksi sosial mereka.
Beliau menuturkan dengan nada haru yang begitu terasa: “Generasi menunduk harus diminimalisir. Teknologi tanpa saringan tak boleh menulari anak muda desa. Bangga zaman dulu adalah kebanggaan fisik: naik tertinggi, terjun, berenang, berlari. Sekarang, patriotisme berkurang. Dulu ada kesedihan mendalam, tangis sesenggukan, jika nilai di sekolah menurun. Sekarang anak tidak peduli karena proses yang dipermudah. Mari kita tularkan rasa bangga melestarikan budaya lokal Desa Tapak Gedung!”
Pernyataan ini terasa begitu mengena, mengingat lokasi sarasehan adalah Mini Museum Budaya, tempat di mana bukti-bukti kebanggaan masa lalu dipamerkan. Beliau tidak menentang teknologi, melainkan menyerukan agar kita menggunakannya dengan bijak dan tidak melupakan akar budaya yang telah diwariskan oleh para sesepuh desa, yang juga hadir dalam acara tersebut. Melalui sarasehan ini, beliau berharap semangat bangga akan identitas budaya lokal dapat kembali tertular kepada generasi penerus, agar mereka tidak hanya hebat dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mencintai tanah kelahirannya.
Pesan Pak Kades menjadi penegas bahwa Mini Museum Budaya Desa Tapak Gedung bukan hanya tempat menyimpan benda-benda antik, melainkan sebuah simbol perlawanan terhadap hilangnya jati diri, serta wadah untuk membina kembali rasa cinta tanah air dan warisan leluhur.
Umi Yesi memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Pak Muzanip yang telah mengagas acara yang luar biasa ini. Beliau juga mendukung penuh visi Kepala Desa yang menjadikan museum mini sebagai wadah anak muda berkumpul dan meminimalisir fenomena generasi menunduk.


