"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

TREND BARU, MOTIF AKSARA ULU NAMA SENDIRI

Zahra Publishing. Trend Baru, Motif Aksara Ulu Nama Sendiri

Ada trend baru yang sedang melanda masyarakat di Kabupaten Kepahiang, terutama pencinta kain batik. Trend tersebut adalah membuat motif unik mengunakan nama pemilik kain dengan aksara ulu (kaganga). Aksara tertua di Sumatera ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi dibentuk menjadi motif yang beraneka ragam sesuai keinginan pembeli kain.

Trend motif nama sendiri ini digagas oleh pemenang lomba desain motif aksara ulu yang diselenggarakan oleh Komunitas Yayasan Az zahra Kepahiang. Melalui IKM Umeak Kain Diwo Kepahiang berkolaborasi menghasilkan kain yang indah bernama Batik Diwo.

Batik Diwo sendiri pernah jaya di masa kepemimpinan Bando Amin, Bupati Kepahiang dua periode tahun 2005-2015. Namun sejak ganti kepemimpinan, batik diwo meredup dan digantikan dengan batik printing dari pulau jawa. Batik diwo hilang dan sulit ditemukan.

Tahun 2018, Yayasan Az zahra Kepahiang menghidupkan kembali batik diwo melalui program kewirausahaan untuk perempuan kepala keluarga dan peserta didik kesetaraan yang bersekolah di PKBM Az zahra Kepahiang. Hingga saat ini Yayasan sudah merintis 8 UMKM Batik Diwo di desa-desa binaan yaitu:

  • IKM Umeak Kain Diwo, Kelurahan Padang Lekat
  • IKM Rumah Kreatif Batik Diwo Kepahiang, Desa Sidorejo
  • IKM Belungguak, Desa Cugung Lalang
  • IKM Pei Teratai, Desa Tanjung Alam
  • IKM Pei Anggrek, Desa Suro
  • IKM Umah Batik Lestari, Desa Taba Baru
  • IKM Pei Diwo Kemuning, Desa Limbur Lama
  • IKM Cahyo Diwo Kemumeu, Desa Batu Bandung

Trend baru motif nama sendiri juga sudah di endorse komedian yang saat ini menjadi anggota DPD/MPR RI. Beliau sangat tertarik dengan tulisan uhuyy di kain batik miliknya. Bersama Mama Leni John Latief, Komeng mempromosikan trend baru batik diwo dengan motif aksara ulu nama sendiri.

Nah, Komeng sudah pakai batik diwo kepahiang. Kamu kapan?

Berita serupa dapat dibaca pada tautan https://bengkulu.tribunnews.com/2024/12/13/bangga-komeng-kenakan-batik-diwo-khas-kepahiang-bengkulu-ada-tulisan-uhuyy

https://rri.co.id/bengkulu/daerah/1188150/saat-komeng-dpd-ri-pakai-batik-diwo-kepahiang

Batik Diwo bermotif Aksara Ulu (Kaganga) untuk Komeng

Zahra publishing. Batik Diwo bermotif Aksara Ulu untuk Komeng

Melalui pesan yang disampaikan oleh pengrajin batik diwo pada kegiatan edukasi batik diwo bersama Mama Leni, 16 November 2024 lalu, bahwa mereka menitip salam untuk aktris Komeng yang saat ini duduk menjadi anggota DPD/MPR RI. Umi Yesi, Ketua Komunitas Sastra Yayasan Az zahra Kepahiang berharap Komeng dapat endorse batik diwo yang saat ini sedang di gandrungi masyarakat di Kabupaten Kepahiang.

Salah satu motif yang trend saat ini adalah motif nama sendiri mengunakan aksara Ulu/Kaganga. Aksara tersebut merupakan aksara tertua di Sumatera khususnya di Provinsi Bengkulu. Motif aksara ulu dibuat dan dikreasikan oleh Andreas Mardiandas, salah satu pemenang lomba desain motif aksara kaganga melalui kain diwo tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Komsas Yayasan Az zahra Kepahiang bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa.

Bentuk motif nama Komeng dibuat menyerupai Bunga Kibut, merupakan bunga endemik yang banyak tumbuh di Kabupaten Kepahiang. Bentuk motif Mama Leni adalah Kupu-Kupu yang indah, serta yang menarik adalah motif tulisan UHUYY yang merupakan ciri khas keseharian Komeng. Semua motif tersebut dikerjakan dengan tangan (handmade) melalui goresan canting pengrajin batik di IKM Umeak Kain Diwo yang merupakan UMKM binaan Yayasan Az zahra Kepahiang.

Ujian Semester Ganjil Paket A, B, dan C di PKBM Az zahra Kepahiang

Azzahra Publishing. Ujian Semester Ganjil Paket A, B, dan C

Evaluasi pembelajaran pendidikan kesetaraan bagi siswa-siswi paket A setara SD, paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA di PKBM Az zahra Kepahiang telah berlangsung sejak tanggal 2–7 Desember 2024. Kegiatan penilaian dilaksanakan dengan moda daring mengunakan google classroom. Peserta didik dapat mengunakan hp masing-masing dengan kode akses yang sudah ditentukan. Bagi yang tidak memiliki hp android dapat mengunakan fasilitas komputer di laboratorium IT PKBM Az zahra Kepahiang.

Peserta didik yang mengikuti evaluasi semester ganjil untuk paket A sebanyak 5 anak, paket B sebanyak 20 anak dan paket C sebanyak 55 anak. Bagi peserta yang belum sempat hadir pada saat ujian, diberi kesempatan untuk ujian susulan mulai tanggal 9–14 Desember 2024. Hasil evaluasi akan menjadi salah satu penilaian di raport peserta didik pendidikan kesetaraan.

   

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang