Kembalikan Senyum Generasi Muda: PKBM Az Zahra Kepahiang Hadirkan “PAKET GEMBIRA”, Sekolah Aman, Gratis, dan Tanpa Seragam
Kembalikan Senyum Generasi Muda: PKBM Az Zahra Kepahiang Hadirkan “PAKET GEMBIRA”, Sekolah Aman, Gratis, dan Tanpa Seragam
KEPAHIANG – Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, namun realita di lapangan seringkali berkata lain. Banyak anak dan remaja terpaksa putus sekolah bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena tekanan sosial dan lingkungan yang tidak mendukung. Permasalahan serius seperti perundungan (bullying) di lingkungan sekolah seringkali meninggalkan trauma mendalam, membuat anak enggan atau takut untuk kembali belajar.
Di sisi lain, tingginya angka pernikahan dini di beberapa daerah juga memutus asa banyak remaja untuk meraih ijazah dan masa depan yang lebih baik. Ruang untuk kembali belajar seringkali terasa tertutup rapat, kaku, dan penuh stigma.
Menjawab keresahan sosial ini, Yayasan Az Zahra Kepahiang melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir membawa angin segar lewat gerakan PAKET GEMBIRA (Gerakan Mengajak Kembali Bersekolah) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.
Sesuai namanya, program ini dirancang untuk mengembalikan esensi belajar yang sesungguhnya: menggembirakan, membebaskan, dan merangkul semua kalangan.
Mengapa Harus “GEMBIRA”?
PKBM Az Zahra memahami bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan pergumulan yang berbeda. Bagi korban bullying atau mereka yang sempat putus sekolah karena pernikahan dini, kembali ke sekolah formal seringkali memicu rasa minder dan tekanan mental.
Oleh karena itu, PKBM Az Zahra menciptakan ekosistem belajar yang ramah, aman, dan inklusif dengan keunggulan yang mendobrak batasan:
- Sekolah Tanpa Seragam: Tidak ada lagi kesenjangan status sosial yang sering menjadi akar perundungan (bullying). Di Az Zahra, peserta didik bebas berekspresi dengan pakaian bebas dan sopan. Semua setara, semua berhak belajar tanpa takut dihakimi.
- Tanpa Uang Bulanan (Gratis hingga Usia 23 Tahun): Faktor ekonomi tak lagi menjadi penghalang. Melalui Kelas Reguler, PKBM Az Zahra memberikan beasiswa pendidikan penuh bagi peserta didik usia 6 hingga 23 tahun.
- Metode Fleksibel & Ramah Mental: Didampingi oleh tutor yang berdedikasi tinggi, pendekatan belajar disesuaikan dengan kondisi psikologis dan kebutuhan siswa. Layanan ini juga telah mengantongi Akreditasi A (Unggul), menjamin mutu pendidikan yang setara dengan sekolah formal pada umumnya (SD, SMP, dan SMA Sederajat).
Tidak Hanya Ijazah, Tetapi Bekal Kehidupan
Bagi mereka yang pernah merasa tertinggal atau kehilangan masa remajanya, PKBM Az Zahra tidak sekadar mengejar ketertinggalan akademik. Program “PAKET GEMBIRA” juga berfokus pada pemberdayaan dan keterampilan hidup agar lulusannya mandiri secara ekonomi dan mental.
Peserta didik akan dibekali dengan berbagai pelatihan keterampilan yang menyenangkan, di antaranya:
- Keterampilan Komputer untuk siap bersaing di era digital.
- Membatik dan Pelestarian Seni Budaya Rejang untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan pada kearifan lokal.
- Menulis Buku sebagai wadah healing, mengekspresikan diri, dan menceritakan kisah inspiratif mereka kepada dunia.
Semua Anak Bisa Sekolah, Mari Melangkah Bersama!
Tidak ada kata terlambat untuk merajut kembali mimpi yang sempat terputus. Masa lalu, trauma bullying, atau status pernikahan dini bukanlah akhir dari segalanya. Di PKBM Az Zahra, setiap anak dan warga belajar diterima dengan tangan terbuka, senyum, dan kegembiraan.
Mari bergabung dalam Gerakan Mengajak Kembali Bersekolah di Az Zahra Kepahiang.
Kontak Pendaftaran & Konsultasi:
- 📞 Fahrudin: 0895-0797-3602
- 📞 Foni Susanti: 0853-9195-6955
- 📞 Ariansi: 0851-6615-5020
📍 Kunjungi Sekretariat Kami:
Jln. Pengabdian, Kel. Padang Lekat, Kec. Kepahiang, Kab. Kepahiang, Prov. Bengkulu.
(Informasi lebih lanjut kunjungi www.azzahrakepahiang.or.id atau Facebook: Azzahra Kepahiang)
PKBM Az Zahra Kepahiang: Tempat di mana pendidikan kembali menemukan kegembiraannya!
Menata Lingkungan Sebagai “Guru Ketiga”: Workshop Pembuatan Display Kelas PHBK
Menata Lingkungan Sebagai “Guru Ketiga”: Workshop Pembuatan Display Kelas PHBK
KEPAHIANG (19/4/2026) – Memiliki ruang kelas yang indah dan penuh warna ternyata belum tentu ideal untuk perkembangan anak usia dini. Paradigma inilah yang dibedah tuntas dalam lanjutan kegiatan “Workshop Memahami Modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) IHF” yang digelar oleh Yayasan Az Zahra Kepahiang bersama tim IGSBB Provinsi Bengkulu.
Fokus pelatihan kali ini mengerucut pada satu aspek teknis yang sangat krusial dalam metode PHBK, yaitu Tata Cara Pembuatan Display Ruang Kelas. Sesi yang penuh dengan wawasan baru ini dibawakan langsung oleh Ibu Mildawati, seorang praktisi pendidik inspiratif dari PAUD Ar Rahman yang juga dipercaya sebagai tim konsultan dari Indonesia Heritage Foundation (IHF).
Ruang Kelas Sebagai “Guru Ketiga”
Di hadapan puluhan guru dari tujuh PAUD binaan Yayasan Az Zahra Kepahiang, Ibu Mildawati membuka wawasan peserta bahwa dalam metode PHBK, lingkungan fisik di dalam kelas berperan sebagai “guru ketiga”, mendampingi peran orang tua dan guru itu sendiri.
“Pembuatan display ruang kelas bukanlah sekadar lomba menghias atau mempercantik ruangan dengan pernak-pernik agar terlihat meriah. Dalam PHBK, apa yang kita tempel dan tampilkan di dinding harus memiliki tujuan edukasi dan dampak psikologis bagi anak,” papar Ibu Mildawati.
Beliau memberikan panduan praktis dan fundamental mengenai prinsip display kelas yang ramah anak dan berbasis neurosains, di antaranya:
- Mengutamakan Karya Anak, Bukan Karya Guru: Ruang kelas yang ideal harus didominasi oleh hasil karya anak-anak, betapapun sederhananya coretan tersebut. Memajang karya anak akan menumbuhkan rasa kebanggaan, rasa dihargai, dan kepercayaan diri yang tinggi (feeling the good).
- Penempatan Sejajar Mata Anak (Eye-Level): Segala bentuk display, mulai dari aturan kelas hingga gambar 9 Pilar Karakter, wajib ditempel sejajar dengan tinggi mata anak. Tujuannya agar anak bisa melihat dan berinteraksi dengan visual tersebut secara mandiri, bukan di luar jangkauan pandangan mereka.
- Membangun Rutinitas Harian: Display harus fungsional. Ibu Mildawati mencontohkan pembuatan Papan Kehadiran di mana anak menempel namanya sendiri saat datang untuk melatih tanggung jawab, serta jadwal kegiatan visual agar anak merasa aman karena tahu rutinitas mereka hari itu.
- Tidak Memicu Over-Stimulation: Penataan kelas tidak boleh terlalu penuh atau terlalu ramai oleh hiasan yang mencolok. Kelas yang terlalu padat secara visual justru akan membuat anak kelebihan stimulasi, mudah terdistraksi, dan sulit berkonsentrasi.
Transformasi Menuju Kelas Berkarakter
Materi yang disampaikan oleh Ibu Mildawati disambut dengan antusiasme tinggi. Para guru menyadari bahwa banyak kebiasaan lama dalam mendekorasi kelas yang harus mulai diubah untuk menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada anak.
Melalui pendampingan langsung dari praktisi yang berpengalaman seperti Ibu Mildawati, Yayasan Az Zahra Kepahiang optimis bahwa ketujuh PAUD binaan (PAUD Al Fattah, TPA Almeera Day Care, TK Cahaya Mentari, PAUD Mutiara Kasih, TK IT Bougenville Indah, PAUD Pandan Wangi, dan TK At Thoriq) dapat segera mentransformasi ruang kelas mereka. Harapannya, setiap sudut kelas di lingkungan Yayasan Az Zahra tidak hanya nyaman, tetapi juga secara konsisten menanamkan nilai-nilai karakter luhur kepada anak-anak setiap harinya.
Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Yayasan Az Zahra Kepahiang Gelar Workshop Modul PHBK IHF Bersama IGSBB
Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Yayasan Az Zahra Kepahiang Gelar Workshop Modul PHBK IHF Bersama IGSBB
KEPAHIANG (19/4/2026) – Hari ini, Yayasan sukses menyelenggarakan kegiatan “Workshop Memahami Modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK)” yang diinisiasi berkat kerja sama dengan tim Ikatan Guru Semai Benih Bangsa (IGSBB) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan edukatif ini difokuskan untuk membedah modul dari Indonesia Heritage Foundation (IHF) dan dihadiri oleh para pendidik dari tujuh PAUD binaan, yaitu:
- PAUD Al Fattah
- TPA Almeera Day Care
- TK Cahaya Mentari
- PAUD Mutiara Kasih
- TK IT Bougenville Indah
- PAUD Pandan Wangi
- TK At Thoriq
Membangun Mindset “Mengajar yang Menyenangkan”
Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, Umi Yesi, menyambut hangat kehadiran tim IGSBB dan antusiasme para peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan fondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap pendidik anak usia dini.
“Sangat penting bagi para guru untuk memiliki mindset atau pola pikir ‘mengajar yang menyenangkan’. Melalui pendekatan yang bahagia dan penuh kasih sayang inilah, karakter positif pada anak-anak dapat terbentuk dengan maksimal,” tegas Umi Yesi.
Komitmen IGSBB untuk Guru PAUD
Senada dengan visi tersebut, Ketua IGSBB Provinsi Bengkulu, Ibu Nuryana, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi para guru yang hadir. Beliau memaparkan bahwa IHF telah merancang dan memberikan fasilitas yang sangat luar biasa bagi para pendidik untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang jauh dari kata membosankan.
“IGSBB saat ini memang berfokus pada guru-guru PAUD. Tujuannya jelas, yaitu untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik agar kita mampu melahirkan anak-anak yang sehat, ceria, dan tumbuh kembangnya sesuai dengan masanya,” ujar Ibu Nuryana.
Sesi Pelatihan yang Interaktif dan Gembira
Memasuki sesi inti, materi pemahaman modul PHBK IHF dibawakan secara langsung oleh Bunda Suci, salah satu konsultan pendidikan yang telah memegang sertifikat resmi sebagai pelatih dari IHF.
Sepanjang sesi, suasana belajar berlangsung dengan sangat interaktif. Bunda Suci berhasil membawakan materi yang berbobot menjadi mudah dipahami melalui simulasi dan pendekatan yang ceria. Para peserta terlihat sangat antusias membedah strategi menanamkan karakter positif melalui kegiatan harian di sentra-sentra pembelajaran.
Melalui workshop ini, Yayasan Az Zahra Kepahiang berharap ketujuh PAUD binaan dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat, sehingga mampu menjadi pionir sekolah berkarakter yang mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia di Kabupaten Kepahiang.


