"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Sanggar Metamorposa Edukasi Batik Diwo Sebagai Icon Vokasi di Kepahiang

ZAHRA PUBLISHING. Sanggar Metamorposa Edukasi Batik Diwo Sebagai Icon Vokasi di Kepahiang

Irawan, pendamping Sanggar Ruang Rupa Metamorposa mengajak sebagian anak didiknya berkunjung ke PKBM Az zahra Kepahiang untuk melihat proses membatik. Mereka yang sempat hadir adalah Salwa, Tari, Meri, Fadhil dan Zilan.

“Tujuan kami melihat dan belajar membatik karena sanggar ikut dalam program pengembangan kegiatan vokasi dari pemerintah, dengan cara mengangkat kegiatan vokasi di daerah. Nah kami memang fokus ke batik diwo karna ini merupakan salah satu signature, icon dan juga jati diri kepahiang. Serta tujuan lainnya mau ikut mengangkat kemampuan vokasi masyarakat secara umum dan khususnya di kalangan pelajar.” Tutur Pak Irawan yang akrab di sapa Iteng ini.

Dibawa binaan Rithma Candra, S.Pd Sanggar Ruang Rupa Metamorposa aktif mengerakkan vokasi yang ada di daerah. Mereka mengajak pelajar mengenal batik diwo melalui medsos. Salah satu edukasi yang dilakukan Sanggar adalah membuat video edukasi vokasi lewat cover lagu “Condong Kedepan“.  Sanggar Metamorposa juga sudah beberapa kali membuat video vokasi lain seperti sablon, pembuatan pin, dan TIK.

Dengan edukasi ini akan muncul para pelajar yang mulai belajar meningkatkan kemampuan vokasi mereka melalui batik diwo. Di harapkan kedepannya pelajar dan  semua kalangan masyarakat bisa jadi pribadi yang mandiri dan cakap dalam berwirausaha.

 

TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini

ZAHRA PUBLISHING. TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini.

Batik Diwo adalah batik khas Kabupaten Kepahiang yang digunakan oleh Raja Redjang zaman dahulu. Untuk melestarikan batik daerah ini maka PKBM Az zahra Kepahiang membuka paket edukasi untuk pelajar dan masyarakat umum.

Hari ini, Selasa, 2 Februari 2021 Ibu Mulyanti, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 4 mengajak anak didiknya untuk mengikuti kelas edukasi tersebut. Ada lima belas anak usia dini yang datang diantar ibu Icha, Nia, Fit, ibu guru mereka.

Anak-anak tersebut begitu antusias mendengarkan asal usul batik diwo yang disampaikan Umi Yesi. Sambil memperkenalkan lima motif diwo, Umi mengajak anak-anak tersebut menyanyi, berhitung dan mengenal warna. Anak juga dilatih tampil percaya diri dengan memperkenalkan diri masing-masing.

Tahapan praktek yang diajarkan adalah menjiplak motif, mencanting dan mewarnai. Menjiplak motif diwo melatih konsentrasi anak, mencanting melatih gerak motorik halus pada tangan anak hingga anak siap menulis dikemudian hari, dan mewarnai melatih daya kreatif anak. Itulah manfaat yang dapat dirasakan anak-anak usia dini dalam proses membatik.

Untuk mengikuti paket edukasi ini peserta atau sekolah dapat mendaftar minimal sehari sebelumnya. Donasi kegiatan sebesar Rp.25.000,-/orang. Silahkan berkunjung di PKBM Az zahra Kepahiang, jln.Pengabdian, RT.2 RW.1 Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahing. Provinsi Bengkulu. Informasi lebih lengkap hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672.

PAUD Anak Bangsa Belajar Batik Diwo Kepahiang

ZAHRA PUBLISHING. PAUD Anak Bangsa Belajar Batik Diwo Kepahiang

Kamis, 21 Januari 2021, sebanyak 10 anak usia dini yang berasal dari PAUD Anak Bangsa Desa Sumber Sari Kecamatan Kabawetan berkunjung ke PKBM Az zahra Kepahiang dalam rangka mengikuti kelas edukasi dan wisata batik diwo. Anak-anak tersebut diantar Umi Endang Sumarni, Pengelola dan dua orang guru yaitu Ibu Rika Anggraini dan Ibu Ike Lestiana.

Umi Yesi, Ketua PKBM menyampaikan bahwa batik diwo adalah batik kebanggaan kabupaten kepahiang, memiliki lima motif sakral dengan filosofi yang berupa mantra baik bagi pemakainya. Anak-anak mendengarkan dengan antusias penjelasan Umi tentang lima motif tersebut.

Motif selempang emas melambangkan keagungan, stabik adalah simbol perdamaian, kembang lima berarti empat penjuru satu saudara, pucuk rebong yang berarti selalu tumbuh dan berkembang serta huruf ka ga nga yang merupakan huruf lokal daerah kepahiang.

Selanjutnya anak-anak belajar membuat pola dengan cara menjiplak motif ke atas kain. Dipandu para pengrajin batik diwo (Umi Erna, Reka, Siska, Defi dan Sesna), anak-anak mengambar dengan ceria.

Kegiatan lain adalah Mencanting, yaitu mengoreskan lilin ke kain. Hal ini  dapat melatih sensori motorik halus pada anak usia dini. Mencanting melatih kesabaran, ketepatan, ketelitian dan kreatifitas pada anak. Anak-anak akan berkonsentrasi full dalam kegiatan ini.

Terakhir, anak-anak belajar mewarnai kain. Anak dibebaskan untuk berkreasi dengan warna-warna yang mereka sukai. Disini anak dilatih perpaduan warna dan kesesuaian motif gambar.

Banyak manfaat yang dapat dirasakan melalui membatik. Untuk itu kami mengundang para pelajar dari PAUD, SD, SMP, SMA dan masyarakat umum untuk belajar membatik bersama kami. Kontribusi sebesar Rp.25.000,-/orang. Kunjungi Umeak kain diwo, jln. Pengabdian. Kel Padang Lekat. Kec Kepahiang. Kab. Kepahiang. Info lebih lanjut hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang