Literasi Wong Palembang

ZAHRA PPUBLISHING. Literasi khusus wong Palembang.
Sabtu, 20 Januari 2021 Taman Bacaan Masyarakat Cahaya mengadakan kelas menulis sabusabu VI khusus wong Palembang.
Bertempat di PAUD IT Tarbawi Kota Palembang 8 orang calon penulis yang semuanya perempuan. Mereka adalah Indah Putri, Endang Lestari, Dwi Apriyanti, Risa Sukma Tania, Liska Piani, Yeni Eliza, Merry Gustoni dan Ema Naseha. Latar belakang profesi adalah guru PAUD, Mahasiswa, Pengurus Yayasan dan dari BP PAUD Dikmas Palembang.
Umi Yesi, narasumber dan pengelola kelas sabusabu menyampaikan beberapa trik dalam menulis.
“Menulis itu MUDAH karena menulis adalah BERCERITA”
Ada empat point’ yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis yaitu Bahan tulisan atau cerita yang hendak disampaikan, Tokoh cerita yang disertai dialog, Masalah yang dihadapi dalam cerita dan penyelesaian masalah yang berisi nasehat atau inspirasi positif bagi pembaca.
Terakhir, seluruh calon penulis mendapat PR untuk menulis minimal 5 halaman yang diketik dengan format kertas A4, font Times new roman dan spasi 1.5. Tulisan ini wajib dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari kedepan.
Kita tunggu karya perempuan Palembang ini ya.
PAUD Bougenville Indah Membatik di Rumah Kreatif Diwo
ZAHRA PUBLISHING. PAUD Bougenville Indah Membatik di Rumah Kreatif Diwo.
Sebanyak 16 siswa PAUD Bougenville Indah menyambangi IKM Rumah Kreatif Batik Diwo yang beralamat di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Selasa, 16/02/2021.
Kedatangan mereka dalam rangka mengikuti paket Edukasi dan wisata batik diwo, anak-anak dikenalkan tentang batik khas kabupaten kepahiang itu dengan pola bermain. Mereka dipandu Umi Yesi dan pengurus rumah kreatif. Paket edukasi yang diberikan ada 4 yakni pengenalan motif-motif Diwo, menjiplak motif, mencanting dan mewarnai.
Pengenalan motif diwo diperagakan Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang dengan gaya khasnya. Beliau menyampaikan bahwa Diwo adalah Raja. Ada 5 motif diwo yaitu Selempang emas, stabik, kembang lima, pucuk rebung dan huruf ka ga nga.
Proses menjiplak motif, mencanting dan mewarnai dibimbing para pengrajin batik yaitu, Tri, Devita, Sri, Yani, Rita dan Nur yang dipandu oleh Umi Sriwanti sebagai pengelola IKM Rumah Kreatif Diwo.
Edukasi ini rutin dilakukan terutama bagi anak usia dini dan pelajar di Kabupaten Kepahiang. Hal ini untuk melestarikan kain kebanggaan Kabupaten Kepahiang ini supaya tidak punah dan ditinggalkan. Diwo memiliki nilai yang tinggi dan menjadi ciri khas Kepahiang. Mari belajar dan mencintai produk sendiri. Batik diwo, batiknya para Raja.

Kadis Dikbud Apresiasi Buku Karya Penulis Cilik Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. Kadis Dikbud Apresiasi Buku Karya Penulis Cilik Kepahiang.
Dr. Hartono, S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang bertemu Penulis Cilik Kepahiang di TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang, Selasa, 9/2/2021. Mereka adalah para pelajar yang telah menghasilkan buku bersama dengan judul Curhatku, Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19.
Pak Hartono menyampaikan apresiasi dan rasa bangga beliau terhadap prestasi yang telah ditorehkan para penulis cilik ini. “Kalian adalah aset daerah Kabupaten Kepahiang. Melalui buku ini kalian bisa menceritakan tentang Kepahiang kepada masyarakat luar. Menuangkan ide, gagasan dan perasaan melalui tulisan. Saya mengucapkan terimakasih dan berharap agar upaya-upaya kreatif seperti ini terus berkembang. Saya yakin melalui TBM dan Umi Yesi para penulis cilik ini akan eksis dalam berkarya.”
Kms Fahrudin, Ketua TBM Cahaya melaporkan bahwa kegiatan literasi kelas menulis Sabusau (Satu bulan satu buku) ini rutin mereka lakukan. Penulis cilik lahir diangkatan sabusabu ke-5 yang dilaksanakan bulan Desember lalu. “Alhamdulillah…dalam waktu dua minggu, para penulis mampu menghasilkan karya dan dibukukan. Awalnya, kami khawatir apakah mereka mampu menulis, mengingat usia yang masih belia dan masih duduk di Sekolah Dasar. Tapi…luar biasa, ternyata mereka bisa. Buktinya…buku mereka sudah terbit dan dibukukan.”

Siapa sajakah penulis cilik kepahiang itu? Kenalin ya..
- Alifah Eshal Sausan, 8 tahun
- Rifda Maharani, 9 tahun
- Muhammad Patrialis Akbar, 11 tahun
- Naura Zalfa Rina, 11 tahun
- Shafira Ayu Chesa, 12 tahun
- Berlin Dirgantara, 14 tahun
- Maulida Khairani, 16 tahun
- Selvi Novitasari, 16 tahun
- Dinta Melinda, 17 tahun
- Nabila Septiyani, 17 tahun
- Iis Saropa, 18 tahun


