BERITA PKBM
Pelatihan Desain Batik Diwo Kepahiang
Serius menekuni kreasi Batik Diwo Kepahiang, IKM Sumber Hayati bekerjasama dengan Rumah BUMN Kepahiang mengadakan Pelatihan Pola Menjahit dan Desain Batik Diwo.
Kegiatan dibuka oleh Hendra Harumanegara, Manajer ULP PLN Kepahiang, Agung Yudha Prawira, Direktur Pengelola Rumah BUMN PLN Jambi dan Kepahiang. H Husni Thamrin, SE, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kepahiang, Agussaman dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Padila Sandi Kepala Desa Tebat Monok.

Menurut Nurhayati, Ketua IKM Sumber Hayati, kegiatan ini merupakan pendampingan dan lanjutan proses membatik di Kepahiang. Pendampingan dibantu oleh Rumah BUMN Kepahiang.
Rumah BUMN bertujuan sebagai rumah bersama untuk mendukung Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi tempat berkumpul, belajar dan mendapat binaan agar menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas. Serta mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan Peningkatan kompetensi, seperti Riset dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Quality Management hingga Kemudahkan akses Permodalan.
Untuk lebih memperdalam desain batik maka mereka mengundang Pengusaha Batik bernama Hartini. Beliau adalah pemilik perusahaan batik terkenal di Bengkulu dan di Kota Solo dengan brand atik batik. Hadir juga Bu Ade Tarigan, Ketua Kamar dagang dan industri provinsi Bengkulu beserta Pak Baksir sekjen KADIN.

“Pengrajin batik di Kota Solo sangat maju karena ada dukungan pemerintah daerah. Walikota membuat peraturan setiap dinas/instansi wajib memakai batik setiap hari Kamis dan membeli batik dari UMKM yang ada. Tidak boleh membeli di toko atau perusahaan perorangan. Dampaknya pengrajin batik dan UMKM di sana berkembang pesat dan banyak peminatnya. Semoga Kepahiang dapat mencontoh Kota Solo untuk membantu UMKM berkembang” urap Bu Hartini sebelum mempraktekkan cara mendesain Batik.

Peserta pelatihan yang rata-rata perempuan usia produktif berjumlah 20 orang ini sangat antusias mendengarkan materi dan praktek mendesain batik sesuai arahan narasumber. Kegiatan akan berlangsung dua hari yaitu, 29-30 September 2020.

IKM Sumber Hati: Perempuan Harus Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi
Nurhayati, Pimpinan IKM Sumber Hayati yang beralamat di Desa Tebat Monok Kec Kepahiang. Kab Kepahiang. Prov Bengkulu menyampaikan bahwa Perempuan Kepahiang harus kreatif dan inovatif jika ingin meningkatkan kualitas hidupnya.
Wabah pandemi covid 19 belum berakhir, pekerjaan perempuan bertambah banyak. Mulai dari mengurus rumah tangga, menjadi guru bagi anak yang sekolah di rumah dan harus membantu perekonomian keluarga akibat banyak suami yang “dirumahkan” saat pandemi ini.

Hal ini tentu menyulitkan banyak perempuan. Maka program PKH perempuan yang dikelola oleh PKBM Az zahra Kepahiang ini menjadi alternatif meningkatkan perekonomian keluarga.
Untuk memulai usaha dengan modal yang minim bahkan cenderung tidak ada maka dibutuhkan kreatifitas dan inovasi. Salah satunya melalui keterampilan membuat pernak pernik souvenir seperti bros jilbab, gantungan kunci, mainan kulkas dan lain sebagainya.

Selain mengunakan bahan yang harganya murah, peserta dapat membuat aneka souvenir ini di rumah masing-masing di sela aktifitas rumah tangganya. Kegiatan PKH P ini akan dilaksanakan selama 8 kali pertemuan, dan disepakati prakteknya setiap hari Kamis.


PKBM Bermitra dengan Rumah BUMN, Siap Meningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Kepahiang
Agung Yudha Prawira, Direktur Pengelola Rumah BUMN PLN Jambi dan Kepahiang hadir dalam pembukaan program peningkatan kualitas hidup perempuan (PKH-P) yang diadakan PKBM Az zahra Kepahiang, Jumat, 18 September 2020.

Beliau menyampaikan bahwa Rumah BUMN siap membantu PKBM Az zahra Kepahiang untuk keberlanjutan program PKH P melalui pendampingan dan akses permodalan. Karena kegiatan keterampilan berupa pernak pernik souvenir pernikahan ini adalah peluang usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini sejalan dengan program di Rumah BUMN yang Ia pimpin.

Rumah BUMN bertujuan sebagai rumah bersama untuk mendukung Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi tempat berkumpul, belajar dan mendapat binaan agar menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas
Go Modern, Go Digital, dan Go Online
Serta mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan Peningkatan kompetensi, seperti Riset dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Quality Management hingga Kemudahkan akses Permodalan.

Program Rumah Kreatif BUMN
- Pelatihan
- Pendampingan
- Pemasaran
- Akses Permodalan
- Pinjaman Lunak
- Bantuan Mitra
Setelah kegiatan PKH-P ini selesai dan peserta telah memiliki skills atau keterampilan usaha, maka Rumah BUMN akan bermitra dengan PKBM dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kepahiang.



