"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

BERITA PKBM

Keren Banget! 30 Pelajar Hebat Siap Tampil Membawa Pesona Motif Baru Batik Diwo

Keren Banget! 30 Pelajar Hebat Siap Tampil Membawa Pesona Motif Baru Batik Diwo

Halo teman-teman hebat semuanya!

Kalian benar-benar luar biasa! Terima kasih banyak ya buat kalian semua yang sudah antusias mendaftarkan diri. Keputusan kalian untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa kalian adalah anak-anak muda yang peduli, bangga, dan cinta pada kebudayaan daerah kita sendiri, yaitu budaya Suku Rejang di Kabupaten Kepahiang!

Tahukah kalian? Batik Diwo bukan sekadar kain biasa lho. Di setiap helai kainnya, ada doa, cerita, dan makna yang sangat indah untuk pemakainya. Melalui acara Lomba Fashion Show, kalian tidak hanya akan tampil keren di atas panggung, tetapi kalian juga menjadi pahlawan muda yang ikut mengenalkan 10 motif terbaru Batik Diwo kepada masyarakat luas. Hebat banget kan?

Nah, buat kalian yang namanya sudah terdaftar, yuk catat baik-baik waktu dan tempat acaranya ya:

πŸ“… Hari/Tanggal: Sabtu, 17 Oktober 2026

⏰ Pukul: 08.00 WIB sampai dengan selesai

πŸ“ Tempat: Aula Yayasan Az-Zahra Kepahiang

🎟️ Biaya: Gratis! Alias tidak dipungut biaya sama sekali.

 

Supaya suasana makin seru dan meriah, kalian boleh banget lho mengajak Ayah, Ibu, Bapak dan Ibu Guru di sekolah untuk datang menonton dan memberikan dukungan langsung. Jangan lupa juga ajak teman-teman dekat kalian buat jadi suporter setia yang siap bertepuk tangan saat kalian melenggang di panggung nanti!

Daftar 30 Peserta Terpilih yang Siap Tampil Keren:

  1. Albert Hutama β€” SDN 09 Kepahiang
  2. Alvis Ray Surendra β€” SDN 09 Kepahiang
  3. Arsakha Ransi Alden β€” MIS 01 Kepahiang
  4. Attar Zaid Alterio β€” SD IT Fathonah
  5. Faizan Bintang Mahardhika β€” SDN 08 Kepahiang
  6. Faizan Rafif Muzakki β€” SD IT Fathonah
  7. Hazelo β€” MIN 1 Kepahiang
  8. Alfahti β€” SDN 09 Kepahiang
  9. Radit Emizon β€” SMPN 2 Kepahiang
  10. Rafhael Malik Alfathar β€” MISQT Ar-Rahman Kepahiang
  11. Sharbel Dyego Hilbram β€” SMPN 2 Kepahiang
  12. Sultan Nugraha Nefian β€” SD IT Fathonah
  13. Wahyu Pribadi β€” SD IT Fathonah
  14. Adara Parina Adiyah β€” MIN 1 Kepahiang
  15. Adzkiya Rabbani β€” SD IT Cahaya Rabbani Kepahiang
  16. Aqilla Asyifa Sundarra β€” SD IT Fathonah Kepahiang
  17. Aqlla Valencia β€” SDN 09 Kepahiang
  18. Biruni Lenggo Sari β€” SD IT Fathonah
  19. Brianza Putri Perista β€” SMPN 2 Kepahiang
  20. Dera Zahira β€” SMPN 2 Kepahiang
  21. Florena Syakirah Seften β€” SDN 08 Kepahiang
  22. Gisella Asyifa Sandori β€” SDN 09 Kepahiang
  23. Khairani Qur’annia β€” SDN 04 Kepahiang
  24. Kintani Anefitri Gayatri β€” SD IT Fathonah
  25. Nadhifah Razani Efendi β€” SDN 06 Ujan Mas
  26. Shafiyah Arsyila β€” SD IT Cahaya Robbani
  27. Sheeqa Pramudya β€” SDN 02 Kepahiang
  28. Syahdad Qhairani Putri Ababil β€” SDN 04 Kabawetan
  29. Zahira β€” SDN 07 Tebat Karai
  30. Zahratu Cleopatra Syahila β€” SD IT Cahaya Robbani Kepahiang

Sampai jumpa di hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 ya, kawan-kawan semua! Siapkan senyum terbaikmu, tampil percaya diri, dan tunjukkan bahwa generasi muda Kepahiang sangat bangga mengenakan Batik Diwo! Semangat!

 

Relima: Membumikan Batik Diwo Melalui Edukasi Kreatif dan Terjangkau

Membumikan Batik Diwo Melalui Edukasi Kreatif dan Terjangkau

Di balik pesatnya perkembangan motif Batik Diwo Kepahiang, ada sosok pegiat budaya dan relawan literasi masyarakat yang tak kenal lelah merawat warisan lokal ini: Helmiyesi, yang akrab disapa Umi Yesi. Sebagai Ketua Yayasan Az-Zahra Kepahiang, Umi Yesi tidak hanya fokus pada eksplorasi dan inovasi motif ragam hias khas Rejang, tetapi juga berkomitmen memastikan Batik Diwo terus hidup di hati generasi penerus.
Melihat pentingnya edukasi langsung (hands-on learning), Umi Yesi mengagas program pelatihan dan edukasi pembuatan Batik Diwo yang digelar secara rutin setiap hari Jumat dan Sabtu. Kegiatan ini berpusat di IKM Umeak Kain Diwo dibawah naungan Yayasan Az-Zahra Kepahiang.
Melalui program ini, Umi Yesi membuka pintu seluas-luasnya bagi para pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat proses panjang dan keindahan Batik Diwo Kepahiang.

Inovasi Program & Edukasi Inklusif:

  1. Belajar Langsung dari Ahlinya: Peserta diajak mengalami langsung seluruh tahapan pembuatan batikβ€”mulai dari memegang canting, mencoretkan malam, hingga proses pewarnaan dan pelorotan.
  2. Biaya Kontribusi yang Terjangkau: Untuk menghilangkan kesan bahwa membatik itu rumit dan mahal, peserta hanya dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp25.000. Biaya ini murni digunakan untuk mengganti bahan kain dan canting/malam yang digunakan.
  3. Hasil Karya Dibawa Pulang: Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, kain hasil kreasi peserta boleh dibawa pulang. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta karena mereka memiliki kain karya jemari mereka sendiri yang memuat nilai-nilai budaya Rejang.
Melalui pendekatan literasi budaya yang inklusif dan menyenangkan ini, Umi Yesi tidak hanya mentransfer keterampilan membatik, tetapi juga menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) dan kebanggaan akan identitas lokal Kepahiang sejak dini.
Jika anda tertarik mengikuti edukasi batik diwo ini, dapat berkunjung langsung di Jln Pengabdian RT.2 RW.1 Kelurahan Padang Lekat, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, atau hubungi Umi Yesi di 085267887453

Lulusan Perdana Siswa Desa Setara Sidorejo Kabawetan

Lulusan Perdana Siswa Desa Setara Sidorejo

Kabawetan, 28/8/2026 – Sebanyak 10 peserta didik resmi menjadi lulusan perdana Program Desa Setara di Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan. Penyerahan ijazah dihadiri oleh peserta didik dan orang tua wali yang digelar di Kantor Desa Sidorejo. Hari ini juga menandai tepat satu tahun perjalanan program unggulan inisiasi Yayasan Az zahra Kepahiang yang telah berjalan sejak tahun 2025.

Dari total 25 peserta didik, 10 anak berhasil menuntaskan pendidikan kesetaraan, mencakup 3 lulusan Paket C (setara SMA) dan 7 lulusan Paket B (setara SMP). Peserta didik yang telah dinyatakan lulus adalah:

1. Vito Elvando
2. Vidi Octeriansah
3. Eko Saputra Ahlul Munazar
4. Argi Mulyanto
5. Nurul Arumiyati
6. Davin Khoirun Nizam
7. Fauzan Dwi putra
8. Yolanda Tri Pangestu
9. Okta Tri Kurniawan
10. Kafka Alfarizqi

Keberhasilan angkatan pertama ini juga mencatat tren positif, di mana 2 orang lulusan Paket B dipastikan kembali melanjutkan sekolah ke jenjang SMA formal, yakni ananda Dhavin Khoirun Nizam dan Fauzan Dwi Putra. Mereka melanjutkan sekolah di SMA Kabawetan.

Koordinator Program Desa Setara, Sri Wanti, S.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Sidorejo. Kepala Desa Sidorejo, Pak Kasih, yang merupakan alumni pendidikan kesetaraan PKBM Az zahra Kepahiang, memberikan komitmen nyata dalam memfasilitasi warganya untuk kembali mengakses layanan pendidikan.

Ijazah diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah PKBM Az zahra Kepahiang, Kms Fahrudin, S.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kedisiplinan para siswa yang rutin menghadiri kegiatan belajar tatap muka, sekaligus menyampaikan penghargaan tinggi atas kerelawanan sosial para tutor pendamping selama satu tahun terakhir.

Kelulusan perdana ini menjadi bukti konkret keberhasilan sinergi antara pemerintah desa, pengelola PKBM, dan tenaga pendidik relawan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memangkas angka putus sekolah di tingkat desa.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Az zahra Kepahiang, Umi Yesi, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas capaian anak-anak desa yang berhasil kembali ke bangku sekolah. Dalam amanatnya, beliau menegaskan selarasnya program ini dengan kebijakan nasional.

“Pemerintah Indonesia telah mencanangkan Program Wajib Belajar 13 Tahunβ€”dimulai dari 1 tahun di jenjang PAUD hingga tamat SMA. Artinya, tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah; semua anak wajib menyelesaikan pendidikannya minimal hingga jenjang SMA,” tegas Umi Yesi.

Beliau juga mengajak seluruh anak di wilayah pedesaan yang sempat terhenti pendidikannya untuk tidak ragu kembali bersekolah. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program di Desa Sidorejo ini berpotensi kuat menjadi pilot project (desa percontohan) dalam penanggulangan Anak Tidak Sekolah (ATS) bagi wilayah Kecamatan Kabawetan.

Nah, bagi Masyarakat yang ingin mengikuti Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C) dapat mendaftar langsung ke Sekretariat Desa Setara Sidorejo di TK IT Bougenville Indah. Informasi lebih lanjut melalui Sri Wanti, S.Pd. di nomor 0813 6950 9986.

 

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang