IKM Sumber Hati: Perempuan Harus Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi
Nurhayati, Pimpinan IKM Sumber Hayati yang beralamat di Desa Tebat Monok Kec Kepahiang. Kab Kepahiang. Prov Bengkulu menyampaikan bahwa Perempuan Kepahiang harus kreatif dan inovatif jika ingin meningkatkan kualitas hidupnya.
Wabah pandemi covid 19 belum berakhir, pekerjaan perempuan bertambah banyak. Mulai dari mengurus rumah tangga, menjadi guru bagi anak yang sekolah di rumah dan harus membantu perekonomian keluarga akibat banyak suami yang “dirumahkan” saat pandemi ini.

Hal ini tentu menyulitkan banyak perempuan. Maka program PKH perempuan yang dikelola oleh PKBM Az zahra Kepahiang ini menjadi alternatif meningkatkan perekonomian keluarga.
Untuk memulai usaha dengan modal yang minim bahkan cenderung tidak ada maka dibutuhkan kreatifitas dan inovasi. Salah satunya melalui keterampilan membuat pernak pernik souvenir seperti bros jilbab, gantungan kunci, mainan kulkas dan lain sebagainya.

Selain mengunakan bahan yang harganya murah, peserta dapat membuat aneka souvenir ini di rumah masing-masing di sela aktifitas rumah tangganya. Kegiatan PKH P ini akan dilaksanakan selama 8 kali pertemuan, dan disepakati prakteknya setiap hari Kamis.


PKBM Bermitra dengan Rumah BUMN, Siap Meningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Kepahiang
Agung Yudha Prawira, Direktur Pengelola Rumah BUMN PLN Jambi dan Kepahiang hadir dalam pembukaan program peningkatan kualitas hidup perempuan (PKH-P) yang diadakan PKBM Az zahra Kepahiang, Jumat, 18 September 2020.

Beliau menyampaikan bahwa Rumah BUMN siap membantu PKBM Az zahra Kepahiang untuk keberlanjutan program PKH P melalui pendampingan dan akses permodalan. Karena kegiatan keterampilan berupa pernak pernik souvenir pernikahan ini adalah peluang usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini sejalan dengan program di Rumah BUMN yang Ia pimpin.

Rumah BUMN bertujuan sebagai rumah bersama untuk mendukung Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi tempat berkumpul, belajar dan mendapat binaan agar menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas
Go Modern, Go Digital, dan Go Online
Serta mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan Peningkatan kompetensi, seperti Riset dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Quality Management hingga Kemudahkan akses Permodalan.

Program Rumah Kreatif BUMN
- Pelatihan
- Pendampingan
- Pemasaran
- Akses Permodalan
- Pinjaman Lunak
- Bantuan Mitra
Setelah kegiatan PKH-P ini selesai dan peserta telah memiliki skills atau keterampilan usaha, maka Rumah BUMN akan bermitra dengan PKBM dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kepahiang.

Slamet Imam: Perempuan Sekarang dan Perempuan Masa Kelam
Slamet Imam Wakhyudin, Sahabat ZCD Baznas RI menjadi narasumber dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) yang diadakan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, 18 September 2020.

Sekarang, perempuan dimuliakan. Ketika Islam datang, ia mengangkat derajat perempuan dan mengembalikannya kepada keadaannya sebagai manusia yang layak. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian menjadi pria dan wanita.” (QS. Al Hujurat:13). Di sini Allah Subhaanahu Wata’ala menyebutkan bahwa wanita adalah sekutu pria dalam status kemanusiaan.
Islam telah menjamin kemerdekaan kaum perempuan dalam kepribadiannya dan menjadikan mereka sebagai pewaris, bukan barang yang diwarisi.

Beliau juga menyampaikan bahwa perempuan dimasa kelam sangat tragis nasibnya. Contoh peradaban Yunani, pada 2000-1450 SM perempuan merupakan alat pemenuhan naluri seks laki-laki. Mereka diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera tersebut, dan para perempuan dipuja untuk itu. Patung-patung telanjang yang terlihat dewasa ini di Eropa adalah bukti dan sisa pandangan itu.
Peradaban Romawi 750 SM menjadikan perempuan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. Setelah kawin, kekuasaan pindah ke tangan suami. Kekuasaan ini mencakup kewenangan menjual, mengusir, menganiaya, dan membunuh. Ini berlangsung hingga Abad ke-5 Masehi. Segala hasil usaha perempuan menjadi milik keluarganya yang laki-laki.
Peradaban Hindu dan Cina tidak lebih baik dari yang lain. Hak hidup bagi seorang perempuan yang bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. Istri harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Tradisi ini baru berakhir pada Abad ke-17 Masehi.
Peradaban Arab jahiliyah dengan peradaban kuno lain dalam memperlakukan Perempuan. Ketika anak perempuan lahir maka keluarga akan merasa menanggung aib yang memalukan. Sehingga anak perempuan harus dikubur hidup-hidup. Jika tidak dikubur pun Perempuan akan dipelihara namun diperlakukan secara tidak manusiawi.

Nah, beruntunglah anda menjadi perempuan dimasa sekarang. Maka, ikuti kegiatan PKH P ini sampai akhir sehingga tercipta perempuan yang berkualitas, pesan Pak Slamet Imam mengakhiri materinya hari ini.


