TOT Dasa Wisma dan Pembinaan Administrasi Sekretariat PKK Se-Kec Kepahiang
Menindaklanjuti surat dari Ketua TP. PKK Kabupaten Kepahiang nomor 800/015/PKK.Kab/IX/2020 maka Ketua TP.PKK Kecamatan Kepahiang mengundang Ketua, Sekretaris dan 2 orang kader Dasa Wisma setiap desa/kelurahan se-Kecamatan Kepahiang untuk mengikuti TOT. Kegiatan TOT dan pembinaan administrasi kesekretariatan dilaksanakan selama dua hari mulai Senin s.d Selasa, 21-22 September 2020 bertempat di Aula Diknas Dikbud Kabupaten Kepahiang.
“Dasa Wisma sebagai salah satu wadah kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan gerakan PKK di tingkat desa,yang nantinya akan berpengaruh pula pada kegiatan gerakan PKK di tingkat Kecamatan dan Kabupaten.” Jelas Ibu Efie Hidayatullah, Ketua TP PKK Kabupaten Kepahiang.

Dan Dasa Wisma dapat juga diartikan sebagai akar rumput dari segala pembangunan masyarakat menuju masyarakat Maju, Mandiri dan sejahtera,” sebutnya.
Senada Sekretaris PKK Kab Kepahiang, Ibu Linda Ramlan mengatakan bahwa gerakan ini merupakan sesuatu yang cukup penting dan sangat besar manfaatnya bagi pemerintah Kabupaten Kepahiang. Karena Dasa Wisma ini merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kepahiang.

Terakhir, Ibu Gadis Idris Ketua TP PKK Kecamatan Kepahiang menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi TP PKK tingkat Desa/Kelurahan yang telah mengikuti kegiatan dengan serius dan bersemangat. Semoga kompak selalu, pesannya.

FPPI Berharap Semua Desa Anggarkan Pemberdayaan Perempuan melalui Dana Desa
Helmiyesi, M.Si atau akrab disapa Umi Yesi adalah Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan (FPPI) Kabupaten Kepahiang. Hari ini, beliau menjadi narasumber kegiatan pemberdayaan perempuan yang bersumber dari Dana Desa di PAUD Gemilang Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas. Kabupaten Kepahiang.
” Saya sangat mengapresiasi Kepala Desa dan masyarakat di Desa Cugung Lalang yang dapat menganggarkan Dana Desa untuk kegiatan Pemberdayaan Perempuan. Tidak semua desa mau menganggarkan kegiatan seperti ini karena di anggap kurang penting dan tidak menjadi prioritas.“

Padahal kegiatan pemberdayaan seperti ini diakomodir sejak adanya dana desa dalam undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Serta adanya keterlibatan perempuan dalam pembangunan di desa mulai dari musyawarah perencanaan hingga serah terima hasil pekerjaan. Perempuan punya hak yang sama dalam mengambil keputusan dan pembangunan di desanya.
Permasalahan utama pada perempuan di desa antara lain pendidikan rendah atau putus sekolah, menganggur, pernikahan usia dini dan menjadi perempuan Kepala Keluarga (Peka). Peka adalah istilah bagi perempuan sendiri atau janda yang bercerai dari suaminya dan menjadi Kepala Keluarga untuk diri dan anak-anaknya.
Dampak dari permasalahan tersebut membuat perempuan rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, Tingginya kematian ibu hamil dan melahirkan dan Ketidak berdayaan perempuan dalam mengelola ekonomi keluarga.

Oleh karena itu adalah penting adanya keberpihakan pemerintah desa terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi perempuan di desanya. Salah satunya adalah menganggarkan kegiatan pemberdayaan perempuan dalam bentuk peningkatan kapasitas atau keterampilan/lifeskills.
Andai semua desa dapat menganggarkan melalui dana desa untuk pemberdayaan perempuan, maka akan terbentuk perempuan desa yang berkualitas. Dengan demikian masalah perempuan dapat diminimalisir dan desa memiliki SDM perempuan yang handal.
Selamat kepada Desa Cugung Lalang yang peduli perempuan….!
Pemberdayaan Perempuan Melalui Dana Desa Cugung Lalang
Kepahiang, 21 September 2020 bertempat di Paud Gemilang Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas diadakan pelatihan Pemberdayaan Perempuan melalui Dana Desa tahun 2020.
Kegiatan dibuka oleh Bapak Mulyadi Kepala Desa Cugung Lalang, dan dihadiri oleh Bapak Kristian Adiwijaya, SE. Tenaga Ahli P3MD, Mardhatillah Pendamping Lokal Desa, Helmiyesi, M.Si dan Siti Asma, A.Md.Kep. Pengurus Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang.

Menurut Ketua Panitia Yeska Oktapiona, peserta berjumlah 15 orang perempuan desa yang mewakili unsur PKK desa, Kader Posyandu, BPD, KPM, Guru PAUD, Kader KB, IKM dan pedagang kecil desa.


Narasumber yang mengisi kegiatan ini ada 5 orang yaitu Helmiyesi, M.Si yang memberi motivasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Kristian Adiwijaya, SE dengan materi Perempuan dalam Pembangunan yang bersumber dari Dana Desa, Herlina, S.IP. dari DPPKBP3A Kab Kepahiang dengan materi Peran Perempuan di Kabupaten Kepahiang di tengah maraknya kasus rumah tangga, Makdi, S.Sos dari PLKB dengan materi 8 fungsi keluarga dan Ustad Juli Ahirin, S.Th, M.Pd dengan materi responsif gender.


Terakhir, Mardhatilla Pendamping Desa menyampaikan harapannya, bahwa dengan adanya kegiatan pemberdayaan perempuan ini akan timbul kesadaran perempuan didesa tentang peran mereka dalam pembangunan, adanya perbaikan kualitas pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Intinya setelah dilatih mereka akan menjadi perempuan berkualitas yang akan ikut membangun desa lebih maju ke depannya. Aamiin




