Az Zahra Kepahiang
Dukcapil Kepahiang Gandeng Yayasan Az-Zahra, Optimalkan Layanan dan Literasi Adminduk bagi Anak
Dukcapil Kepahiang Gandeng Yayasan Az-Zahra, Optimalkan Layanan dan Literasi Adminduk bagi Anak
KEPAHIANG (1/7/2026) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepahiang resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Az-Zahra Kepahiang. Langkah ini ditandai melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Optimalisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam rangka Pemenuhan Target Capaian Penerbitan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Kepahiang.
Proses prosesi penandatanganan dokumen ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kepahiang, Ardiansyah, SH., MH, bersama Ketua Yayasan Az-Zahra Kepahiang, Helmiyesi, M.Si,. Kesepakatan bersama ini direncanakan akan berlaku selama satu tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Administrasi Kependudukan
Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah fokus pada peningkatan literasi administrasi kependudukan (Adminduk) di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Yayasan Az-Zahra Kepahiang berkomitmen mengambil peran nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal pencatatan peristiwa kelahiran anak di wilayah Kabupaten Kepahiang.
Pemberian edukasi dan literasi mengenai Adminduk dinilai sangat penting agar para orang tua dan warga binaan yayasan memahami betul pentingnya pemenuhan hak identitas anak sejak dini. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi bersama dalam mengoptimalkan upaya peningkatan target capaian Kartu Identitas Anak (KIA) serta penerbitan berbagai dokumen kependudukan penting lainnya.
Aksi Nyata dan Keringanan Layanan bagi Anak
Sebagai wujud nyata di lapangan, ruang lingkup kesepakatan ini tidak hanya berfokus pada sisi administratif semata, melainkan juga pada pemanfaatan dokumen tersebut. Kerja sama ini secara spesifik mencakup penggunaan Kartu Identitas Anak (KIA) dan pemberian keringanan bagi anak-anak di Kabupaten Kepahiang untuk memperoleh layanan yang dimiliki oleh Yayasan Az-Zahra Kepahiang.
Melalui komitmen bersama ini, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan kepada anak dapat terwujud secara lebih merata dan inklusif. Demi kelancaran program di lapangan, pihak Yayasan Az-Zahra Kepahiang juga akan menunjuk serta menugaskan unit kerja di lingkungan internal mereka agar bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing dalam memfasilitasi warga binaan.
Motif “Slindang Lalan Kurung” Raih Juara Favorit Online
Motif “Slindang Lalan Kurung” Raih Juara Favorit Online
KEPAHIANG (30/6/2026) – Dengan bangga kami mengumumkan bahwa desain motif baru berjudul “Slindang Lalan Kurung” karya Revi Adekamisti berhasil terpilih menjadi Juara Favorit Online. Kemenangan ini diraih berdasarkan hasil polling yang melibatkan partisipasi masyarakat luas melalui kanal YouTube TV ZAHRA KEPAHIANG, dengan masa penilaian yang berlangsung sejak 22 hingga 30 Juni 2026.
Daya tarik utama dari karya Revi Adekamisti ini terletak pada filosofi dan cerita di balik goresan motifnya. Berdasarkan ulasan dari dewan juri, Bapak Firmansyah (Emong Soewandi), motif ini sangat istimewa karena mengangkat kearifan lokal. Motif “Slindang Lalan Kurung” terinspirasi dari kisah rakyat Rejang, yakni legenda Lalan dan Bujan Mengkurung. Kisah ini sarat akan nilai cinta, takdir, pengorbanan, serta pertemuan antara dunia manusia dengan dunia kahyangan.
Lebih lanjut, Bapak Firmansyah menjelaskan bahwa motif ini merepresentasikan selendang sebagai simbol kebebasan, identitas, dan ikatan yang menghubungkan dua kehidupan yang berbeda. Sementara itu, unsur-unsur pendukung pada motif tersebut menggambarkan perjalanan batin, harapan, serta kesetiaan yang tumbuh dalam kisah legendaris tersebut. Sebagai sumber inspirasi batik, legenda ini memberikan kekuatan naratif yang khas, menjadikan motif “Slindang Lalan Kurung” tidak hanya bernilai estetis tinggi, tetapi juga berfungsi nyata sebagai media pelestarian sastra lisan dan warisan budaya masyarakat Rejang.
Kompetisi yang diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Az Zahra Kepahiang, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Motif “Slindang Lalan Kurung” memuncaki klasemen dengan total perolehan skor (gabungan penonton, like, dan komentar) sebesar 1.376.
Selain Revi Adekamisti, apresiasi tinggi juga diberikan kepada para desainer berbakat lainnya yang berhasil masuk ke dalam jajaran 10 besar. Berikut adalah daftar lengkap hasil akhir polling online Top 10:
- Revi Adekamisti – Motif Slindang Lalan Kurung (Total: 1.376)
- Andres Mardiandas – Motif Iben Buhlang (Total: 1.164)
- Wilya Ayu Deri Agustina – Motif Smakuk Lebung Asem (Total: 287)
- Jeniar Ferary – Motif Umbung (Total: 252)
- Sugi Nopriandi – Motif Bakeak Jang (Total: 214)
- Deby Apriandi – Motif Gasing Beliget (Total: 151)
- Euis Widianingsih – Motif Srinak (Total: 111)
- Annisah Fitriani Tanjung – Motif Yamyam Congklak Jang (Total: 99)
- Heriza Tri Satipa – Motif Umeak Pata Sembilan (Total: 86)
- Tika Novita – Motif Kluwek Jang (Total: 45)
Selamat kepada Revi Adekamisti dan seluruh peserta 10 besar! Semoga karya-karya luar biasa ini terus menghidupkan dan melestarikan kejayaan budaya luhur tanah Rejang.
Mendobrak Stigma: Azifa Rahayu Buktikan Siswa Paket A Mampu Tampil Setara di Lomba Bertutur Kepahiang 2026
Mendobrak Stigma: Azifa Rahayu Buktikan Siswa Paket A Mampu Tampil Setara di Lomba Bertutur Kepahiang 2026
KEPAHIANG – Di balik riuhnya tepuk tangan dan kemeriahan panggung Lomba Bertutur Tingkat SD/MI/Sederajat se-Kabupaten Kepahiang 2026, ada satu sosok peserta yang sukses mencuri perhatian dan memberikan inspirasi mendalam. Ia adalah Azifa Rahayu, satu-satunya peserta kompetisi yang berasal dari pendidikan kesetaraan Program Paket A (setara SD).
Mewakili Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Az Zahra Kepahiang, Azifa melangkah ke atas panggung dengan kepala tegak. Di hadapan dewan juri dan puluhan peserta dari sekolah dasar formal, Azifa tampil membawakan kisah kearifan lokal bertajuk “Asal-Usul Nama Kepahiang”.
Meski pada kompetisi kali ini Azifa belum berhasil membawa pulang piala kejuaraan, kehadirannya di panggung tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar trofi. Penampilan Azifa menjadi bukti nyata sekaligus pesan kuat bagi masyarakat luas bahwa peserta didik dari jalur pendidikan kesetaraan (non-formal) memiliki mental, potensi, dan kualitas yang setara dengan siswa-siswi dari sekolah formal. Tidak ada batasan ruang bagi siapa pun untuk berkarya.
Keberanian dan kepercayaan diri Azifa yang luar biasa ini tentu tidak lahir begitu saja. Di balik layar, ada dukungan tanpa henti dari guru-guru hebat di PKBM Az Zahra Kepahiang, terutama Umi Titin. Sebagai Wali Kelas Paket A, Umi Titin tampak selalu setia mendampingi setiap langkah anak didiknya tersebut selama jalannya perlombaan.
Suntikan semangat dan support penuh dari Umi Titin menjadi bahan bakar utama bagi Azifa untuk berani menembus batas rasa gugup. Umi Titin meyakinkan Azifa bahwa membawa nama PKBM Az Zahra Kepahiang di ajang bergengsi tingkat kabupaten adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan yang patut dirayakan, apa pun hasil akhirnya.
Pengalaman berharga di panggung Lomba Bertutur 2026 ini dipastikan akan menjadi batu loncatan yang hebat bagi mental seorang Azifa Rahayu. Kisahnya diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik kesetaraan lainnya di Kabupaten Kepahiang untuk terus berani bermimpi, tampil percaya diri, dan membuktikan bahwa mereka juga bisa bersinar di panggung mana pun.
Teruslah melangkah dan bercerita, Azifa! Panggung-panggung besar lainnya sudah menanti di masa depan.


