"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Yayasan Az Zahra Kepahiang

Roadshow Jemput Bintang: Menelusuri Jejak Perjuangan di TK Pandan Wangi

Roadshow Jemput Bintang: Menelusuri Jejak Perjuangan di TK Pandan Wangi

SEBERANG MUSI (29/1/2026) – Dalam rangka memeriahkan milad ke-23, Yayasan Az Zahra Kepahiang kembali melanjutkan agenda Roadshow Jemput Bintang. Kali ini, kunjungan berlabuh di Desa Taba Padang, tepatnya di TK Pandan Wangi, Kecamatan Seberang Musi.

Sambutan Hangat “Selamat Datang Umi”

Suasana penuh kehangatan menyambut kedatangan rombongan Yayasan. Anak-anak berbaris rapi dengan senyum polos mereka, menyapa dengan seruan serentak, “Selamat Datang Umi!”.

Tak hanya anak didik, para orang tua wali pun turut hadir memenuhi ruangan, menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh terhadap pendidikan anak usia dini di desa mereka.

Menangis Mengingat Masa Sulit

Suasana khidmat berubah menjadi haru saat Ibu Resi, Kepala Sekolah TK Pandan Wangi, menceritakan sejarah berdirinya lembaga ini. Ia mengenang kembali rintisan awal dari Bapak Julyadi (Kepala Sekolah SD Taba Padang).

Perjalanan mereka tidaklah mudah. Sebelum memiliki gedung sendiri, proses belajar mengajar harus berpindah-pindah tempat. Puncaknya, mereka pernah menempati sebuah Pustu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan—berdekatan dengan kandang anjing berburu.

Namun, berkat kegigihan dan bantuan wakaf dari Pak Windra tokoh masyarakat desa, kini anak-anak TK Pandan Wangi bisa belajar di gedung yang jauh lebih layak dan kondusif.

Komitmen Pendampingan Yayasan

Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, Umi Yesi, dalam arahannya menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para pengajar. Beliau berpesan agar PAUD Pandan Wangi terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

> “Perjuangan TK Pandan Wangi adalah inspirasi bagi kita semua. Yayasan Az Zahra Kepahiang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar sekolah ini semakin maju dan melahirkan generasi ‘Bintang’ di masa depan,” ujar Umi Yesi.

>

Kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama, memperkuat tekad untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di pelosok Kepahiang.

Penuh Haru, Roadshow Jemput Bintang di SPS Alifah

Penuh Haru, Roadshow ‘Jemput Bintang’ Hari Kedua di SPS Alifah Peraduan Binjai Perkuat Bonding Yayasan

KEPAHIANG (17/1/2026) – Perjalanan hari kedua Roadshow “Jemput Bintang” dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang berlanjut ke SPS Alifah, Desa Peraduan Binjai.

Berbeda dengan hari sebelumnya, pertemuan kali ini diwarnai suasana haru dan kekeluargaan yang mendalam antara pihak yayasan dan pengelola sekolah.

Kepala Sekolah SPS Alifah, Fevy, menyampaikan laporan kondisi sekolah dengan penuh ketulusan. Di hadapan Umi Yesi, ia memaparkan keadaan sekolah yang masih sangat sederhana. Fevy menitipkan harapan besar agar Yayasan Az Zahra dapat memberikan dukungan, terutama dalam peningkatan kompetensi guru.

“Kami ingin anak-anak di sini merasa betah dan semangat datang ke sekolah. Dukungan untuk meningkatkan kapasitas guru sangat kami butuhkan agar pelayanan kami maksimal,” ungkap Fevy dengan nada haru.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, Umi Yesi, menyambutnya dengan senyum teduh dan penuh optimisme. Beliau menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi catatan penting dan ditindaklanjuti dalam program kerja yayasan mendatang.

Umi Yesi menjelaskan bahwa salah satu esensi utama dari gerakan “Jemput Bintang” adalah menciptakan bonding (kedekatan) yang kuat antara PAUD-PAUD binaan dengan Yayasan Az Zahra.

“Kami hadir bukan sekadar berkunjung, tapi untuk merangkul. Kami ingin memastikan PAUD binaan tidak berjalan sendirian. Aspirasi dari SPS Alifah ini adalah amanah bagi kami untuk terus bergerak meningkatkan mutu pendidikan di seluruh pelosok Kepahiang,” ujar Umi Yesi.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling menguatkan. Yayasan Az Zahra berharap, melalui sinergi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik, bintang-bintang kecil di Desa Peraduan Binjai dapat bersinar lebih terang tanpa terhalang oleh keterbatasan fasilitas.

Literasi Desa Setara: Menanam Cita-Cita Merajut Harapan di Desa Bukit Menyan

Hujan Tak Surutkan Semangat, Kelas Menulis di Desa Bukit Menyan Jadi Ruang Terapi Luka Batin

BERMANI ILIR (9/1/2026) – Semangat belajar warga Desa Bukit Menyan, Kecamatan Bermani Ilir, terbukti tangguh. Meski diguyur hujan deras, pelaksanaan Kelas Menulis Sabusabu (Satu Buku Satu Bulan) dalam program Desa Setara tetap berjalan lancar dan penuh haru. Kegiatan yang dilaksanakan dengan fasilitas seadanya ini diikuti dengan antusias oleh peserta didik kesetaraan serta para orang tua wali murid.

Kehadiran Kepala Desa Bukit Menyan di lokasi acara menjadi suntikan dukungan moral yang besar bagi para peserta.

Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keteguhan warga yang tetap hadir demi meningkatkan literasi dan kualitas hidup, meski cuaca tidak mendukung.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Umi Yesi, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, merupakan seorang Sefter yang berpengalaman dalam mengolah emosi.

Dalam sesinya, Umi Yesi menekankan bahwa menulis bukan sekadar menyusun kalimat, melainkan media efektif untuk terapi luka batin.

“Menulis adalah cara kita berbicara pada diri sendiri. Dengan menuliskan harapan dan hambatan yang dialami selama ini, kita sedang melepaskan beban sekaligus merawat ingatan agar menjadi warisan berharga bagi anak cucu nanti,” ungkap Umi Yesi di hadapan peserta yang tampak khusyuk merangkai kata.

Dengan tema “Menanam Cita-Cita, Merajut Harapan”, para peserta didik dan orang tua diajak untuk jujur pada diri sendiri. Mereka mulai menuangkan keluh kesah, hambatan hidup, hingga mimpi-mimpi besar yang selama ini hanya tersimpan di pikiran.

Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas dan cuaca bukanlah penghalang untuk bertumbuh. Melalui kelas menulis ini, warga Desa Bukit Menyan kini memiliki cara baru untuk merawat semangat: menjadikan tulisan sebagai “Cahaya” yang akan terus menyala hingga generasi yang akan datang.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang