"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Literasi Desa Setara: Menanam Cita-Cita Merajut Harapan di Desa Bukit Menyan

Hujan Tak Surutkan Semangat, Kelas Menulis di Desa Bukit Menyan Jadi Ruang Terapi Luka Batin

BERMANI ILIR (9/1/2026) – Semangat belajar warga Desa Bukit Menyan, Kecamatan Bermani Ilir, terbukti tangguh. Meski diguyur hujan deras, pelaksanaan Kelas Menulis Sabusabu (Satu Buku Satu Bulan) dalam program Desa Setara tetap berjalan lancar dan penuh haru. Kegiatan yang dilaksanakan dengan fasilitas seadanya ini diikuti dengan antusias oleh peserta didik kesetaraan serta para orang tua wali murid.

Kehadiran Kepala Desa Bukit Menyan di lokasi acara menjadi suntikan dukungan moral yang besar bagi para peserta.

Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keteguhan warga yang tetap hadir demi meningkatkan literasi dan kualitas hidup, meski cuaca tidak mendukung.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Umi Yesi, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, merupakan seorang Sefter yang berpengalaman dalam mengolah emosi.

Dalam sesinya, Umi Yesi menekankan bahwa menulis bukan sekadar menyusun kalimat, melainkan media efektif untuk terapi luka batin.

“Menulis adalah cara kita berbicara pada diri sendiri. Dengan menuliskan harapan dan hambatan yang dialami selama ini, kita sedang melepaskan beban sekaligus merawat ingatan agar menjadi warisan berharga bagi anak cucu nanti,” ungkap Umi Yesi di hadapan peserta yang tampak khusyuk merangkai kata.

Dengan tema “Menanam Cita-Cita, Merajut Harapan”, para peserta didik dan orang tua diajak untuk jujur pada diri sendiri. Mereka mulai menuangkan keluh kesah, hambatan hidup, hingga mimpi-mimpi besar yang selama ini hanya tersimpan di pikiran.

Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas dan cuaca bukanlah penghalang untuk bertumbuh. Melalui kelas menulis ini, warga Desa Bukit Menyan kini memiliki cara baru untuk merawat semangat: menjadikan tulisan sebagai “Cahaya” yang akan terus menyala hingga generasi yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − seven =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang