PKBM Az zahra Kepahiang
Kadis Dikbud Apresiasi Buku Karya Penulis Cilik Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. Kadis Dikbud Apresiasi Buku Karya Penulis Cilik Kepahiang.
Dr. Hartono, S.Pd.,M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang bertemu Penulis Cilik Kepahiang di TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang, Selasa, 9/2/2021. Mereka adalah para pelajar yang telah menghasilkan buku bersama dengan judul Curhatku, Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19.
Pak Hartono menyampaikan apresiasi dan rasa bangga beliau terhadap prestasi yang telah ditorehkan para penulis cilik ini. “Kalian adalah aset daerah Kabupaten Kepahiang. Melalui buku ini kalian bisa menceritakan tentang Kepahiang kepada masyarakat luar. Menuangkan ide, gagasan dan perasaan melalui tulisan. Saya mengucapkan terimakasih dan berharap agar upaya-upaya kreatif seperti ini terus berkembang. Saya yakin melalui TBM dan Umi Yesi para penulis cilik ini akan eksis dalam berkarya.”
Kms Fahrudin, Ketua TBM Cahaya melaporkan bahwa kegiatan literasi kelas menulis Sabusau (Satu bulan satu buku) ini rutin mereka lakukan. Penulis cilik lahir diangkatan sabusabu ke-5 yang dilaksanakan bulan Desember lalu. “Alhamdulillah…dalam waktu dua minggu, para penulis mampu menghasilkan karya dan dibukukan. Awalnya, kami khawatir apakah mereka mampu menulis, mengingat usia yang masih belia dan masih duduk di Sekolah Dasar. Tapi…luar biasa, ternyata mereka bisa. Buktinya…buku mereka sudah terbit dan dibukukan.”

Siapa sajakah penulis cilik kepahiang itu? Kenalin ya..
- Alifah Eshal Sausan, 8 tahun
- Rifda Maharani, 9 tahun
- Muhammad Patrialis Akbar, 11 tahun
- Naura Zalfa Rina, 11 tahun
- Shafira Ayu Chesa, 12 tahun
- Berlin Dirgantara, 14 tahun
- Maulida Khairani, 16 tahun
- Selvi Novitasari, 16 tahun
- Dinta Melinda, 17 tahun
- Nabila Septiyani, 17 tahun
- Iis Saropa, 18 tahun
Sanggar Metamorposa Edukasi Batik Diwo Sebagai Icon Vokasi di Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. Sanggar Metamorposa Edukasi Batik Diwo Sebagai Icon Vokasi di Kepahiang
Irawan, pendamping Sanggar Ruang Rupa Metamorposa mengajak sebagian anak didiknya berkunjung ke PKBM Az zahra Kepahiang untuk melihat proses membatik. Mereka yang sempat hadir adalah Salwa, Tari, Meri, Fadhil dan Zilan.
“Tujuan kami melihat dan belajar membatik karena sanggar ikut dalam program pengembangan kegiatan vokasi dari pemerintah, dengan cara mengangkat kegiatan vokasi di daerah. Nah kami memang fokus ke batik diwo karna ini merupakan salah satu signature, icon dan juga jati diri kepahiang. Serta tujuan lainnya mau ikut mengangkat kemampuan vokasi masyarakat secara umum dan khususnya di kalangan pelajar.” Tutur Pak Irawan yang akrab di sapa Iteng ini.

Dibawa binaan Rithma Candra, S.Pd Sanggar Ruang Rupa Metamorposa aktif mengerakkan vokasi yang ada di daerah. Mereka mengajak pelajar mengenal batik diwo melalui medsos. Salah satu edukasi yang dilakukan Sanggar adalah membuat video edukasi vokasi lewat cover lagu “Condong Kedepan“. Sanggar Metamorposa juga sudah beberapa kali membuat video vokasi lain seperti sablon, pembuatan pin, dan TIK.
Dengan edukasi ini akan muncul para pelajar yang mulai belajar meningkatkan kemampuan vokasi mereka melalui batik diwo. Di harapkan kedepannya pelajar dan semua kalangan masyarakat bisa jadi pribadi yang mandiri dan cakap dalam berwirausaha.

TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini
ZAHRA PUBLISHING. TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini.
Batik Diwo adalah batik khas Kabupaten Kepahiang yang digunakan oleh Raja Redjang zaman dahulu. Untuk melestarikan batik daerah ini maka PKBM Az zahra Kepahiang membuka paket edukasi untuk pelajar dan masyarakat umum.
Hari ini, Selasa, 2 Februari 2021 Ibu Mulyanti, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 4 mengajak anak didiknya untuk mengikuti kelas edukasi tersebut. Ada lima belas anak usia dini yang datang diantar ibu Icha, Nia, Fit, ibu guru mereka.
Anak-anak tersebut begitu antusias mendengarkan asal usul batik diwo yang disampaikan Umi Yesi. Sambil memperkenalkan lima motif diwo, Umi mengajak anak-anak tersebut menyanyi, berhitung dan mengenal warna. Anak juga dilatih tampil percaya diri dengan memperkenalkan diri masing-masing.

Tahapan praktek yang diajarkan adalah menjiplak motif, mencanting dan mewarnai. Menjiplak motif diwo melatih konsentrasi anak, mencanting melatih gerak motorik halus pada tangan anak hingga anak siap menulis dikemudian hari, dan mewarnai melatih daya kreatif anak. Itulah manfaat yang dapat dirasakan anak-anak usia dini dalam proses membatik.

Untuk mengikuti paket edukasi ini peserta atau sekolah dapat mendaftar minimal sehari sebelumnya. Donasi kegiatan sebesar Rp.25.000,-/orang. Silahkan berkunjung di PKBM Az zahra Kepahiang, jln.Pengabdian, RT.2 RW.1 Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahing. Provinsi Bengkulu. Informasi lebih lengkap hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672.



