"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Kolaborasi dan Kemitraan di Rumah BUMN

ZAHRA PUBLISHING. Selasa, 9/3/2021. Kolaborasi dan Kemitraan di Rumah BUMN.

“Tidak ada USAHA yang benar-benar sukses tanpa pertolongan atau bekerjasama dengan pihak lain. Maka penting sekali adanya kolaborasi dan kemitraan bagi UMKM” ujar Agung Yudha Prawira narasumber sekaligus Direktur Pengelola Rumah BUMN PLN Jambi dan Kepahiang. Materi ini beliau sampaikan kepada pelaku UMKM yang hadir di ruang pertemuan Rumah BUMN Kepahiang.

Pelatihan dan pembinaan seperti ini rutin mereka laksanakan. Rumah BUMN adalah wadah bagi para pelaku UMKM berkumpul. Salah satu upaya dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah oleh Kementrian BUMN bersama perusahaan milik negara untuk berkumpul, belajar dan membina para UMKM menjadi UMKM yang berkualitas serta talenta millennials unggul.

Untuk membangun kolaborasi dan kemitraan maka UMKM harus memiliki Profil produk. Profil yang mengambarkan keunggulan dan isi produk sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya. Profil produk ini akan menciptakan kolaborasi dan kemitraan bila disajikan dengan apik dan menarik.

Sebanyak 30 pelaku UMKM Kepahiang yang hadir sangat antusias dengan pertemuan kali ini. Mereka juga menyampaikan kebutuhan dan keingintahuan lebih akan beberapa informasi untuk kemajuan ke depan. Peserta juga merancang ide pameran/bazar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan tahun 2021 dan membuat stand khusus di kawasan wisata mountain valley Kabawetan.

 

 

Gerakan Santri Menulis di Ponpes At Tauhid

ZAHRA PUBLISHING. Gerakan Santri Menulis di Ponpes At Tauhid 

Menulis itu MUDAH karena menulis itu BERCERITA.

Itulah kalimat sugesti yang diberikan Umi Yesi pengelola kelas sabusabu (Satu bulan satu buku) kepada ratusan santri di pondok pesantren At Tauhid Yayasan Kampoeng Tauhid Sriwijaya. Ponpes ini terletak di desa Talang Pangeran Ulu. Kecamatan Pamulutan Barat. Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Para santri begitu antusias dan langsung mempraktekkan teknis menulis yang disampaikan Umi dengan gamblang dan sederhana.

“Waktu menulis sudah habis. Silahkan adik adik letakkan pena dan berhenti menulisnya” perintah Umi kepada santri yang khusyuk menulis. Mereka tidak berhenti menulis sesuai instruksi, rupanya waktu 10 menit tidak cukup bagi mereka. Maka Ustadzah Dini yang memandu acara meminta tambahan waktu 5 menit.

Melihat keseriusan santri ponpes At Tauhid ini membuat Umi tersenyum bangga. Sebab ilmu yang beliau sampaikan sudah mampu dipraktekkan. Terbukti santri tetap asyik menulis meski waktu sudah habis.

Ustad Ali Efendi, pimpinan ponpes pun jadi terharu dan tak menyangka santri santrinya mampu menulis dan tak ragu membacakan tulisan mereka di depan teman temannya.

“Terimakasih banyak Umi sudah datang dan berbagi ilmu literasi dan trik menulis mudah semudah bercerita. Kami berharap Umi akan terus membimbing dan membantu santri kami supaya dapat menerbitkan buku. Buku yang menjadi buah karya santri di sini. Sering-sering datang ke sini ya Umi” pesan ustad Ali dengan senyum ramahnya.

Umi Yesi mengapresiasi para peserta yang kreatif dengan memberikan buku-buku karya beliau. Santri yang beruntung mendapat buku itu adalah Rahmad, Erlangga, Jesfin, Yasmin, Juan dan Jihan.

Terakhir semua santri mendapat PR menulis, minimal 5 halaman dalam waktu dua Minggu. Kita tunggu hasil karya mereka ya.

Literasi Wong Palembang

ZAHRA PPUBLISHING. Literasi khusus wong Palembang.

Sabtu, 20 Januari 2021 Taman Bacaan Masyarakat Cahaya mengadakan kelas menulis sabusabu VI khusus wong Palembang.

Bertempat di PAUD IT Tarbawi Kota Palembang 8 orang calon penulis yang semuanya perempuan. Mereka adalah Indah Putri, Endang Lestari, Dwi Apriyanti, Risa Sukma Tania, Liska Piani, Yeni Eliza, Merry Gustoni dan Ema Naseha. Latar belakang profesi adalah guru PAUD, Mahasiswa, Pengurus Yayasan dan dari BP PAUD Dikmas Palembang.

Umi Yesi, narasumber dan pengelola kelas sabusabu menyampaikan beberapa trik dalam menulis.

“Menulis itu MUDAH karena menulis adalah BERCERITA”

Ada empat point’ yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis yaitu Bahan tulisan atau cerita yang hendak disampaikan, Tokoh cerita yang disertai dialog, Masalah yang dihadapi dalam cerita dan penyelesaian masalah yang berisi nasehat atau inspirasi positif bagi pembaca.

Terakhir, seluruh calon penulis mendapat PR untuk menulis minimal 5 halaman yang diketik dengan format kertas A4, font Times new roman dan spasi 1.5. Tulisan ini wajib dikumpulkan selambat-lambatnya 5 hari kedepan.

Kita tunggu karya perempuan Palembang ini ya.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang