"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C di Masa Pandemi

ZAHRA PUBLISHING. UPK Paket C dimasa pandemi.

Selasa, 30 Maret 2021, Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) dilaksanakan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, PKBM Sulthon dan PKBM Oryza Sativa.

Hadir memantau pelaksanaan UPK Ibu Suriani, M.Pd Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang.

Beliau berpesan, “Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket C ini penting untuk menentukan kelulusan dan penilaian peserta didik. Oleh karena itu wajib diikuti dari awal hingga akhir. Jangan sampai ada mapel yang terlewat”

Sementara itu Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang melaporkan bahwa jumlah peserta didik paket C yang terdaftar mengikuti UPK sebanyak 157 orang. Jumlah tersebut terbagi 3 yaitu 108 pesdik PKBM Az Zahra Kepahiang, 31 Pesdik PKBM Oryza Sativa dan 18 PKBM Sulthon.

UPK dilaksanakan secara online mengungkapkan android dan PC. Sesi pertama dilaksanakan dari pukul 07.30 wib – 12.00 wib dan Sesi kedua dimulai pukul 12.30 wib – 17.00 wib bertempat di PKBM Az Zahra Kepahiang.

UPK akan dilaksanakan selama 4 hari dari hari Selasa, 30 Maret s.d 2 April 2021.

Gus Menteri Apresiasi Batik Diwo Kepahiang

ZAHRA PUBLISHING. Gus Menteri apresiasi batik Diwo Kepahiang.

Kamis, 25 Maret 2021, Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd, Menteri Desa Kemendes PDTT beserta istrinya Drs. Lilik Umi Nasriiyah datang berkunjung ke Desa Barat Wetan dan Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan.

Bertempat di guest house desa Sidorejo beliau makan siang dan ramah tamah dengan Pak Paimun pengelola BUMDES. Hadir pula Zurdi Nata Wakil Bupati Kepahiang beserta istri dan Ibu Efi Hidayatullah beserta Kepala Dinas PMD dan pendamping desa se Kabupaten Kepahiang.

Salah satu produk unggulan yang ditampilkan adalah batik tulis Diwo Kepahiang yang diproduksi oleh rumah kreatif Batik Diwo Desa Sidorejo.

Gus Menteri, sapaan akrab beliau sangat antusias mendengarkan pemaparan Umi Yesi tentang batik tersebut. Beliau mengapresiasi dan menitipkan pesan agar produk lokal daerah seperti ini harus digerakkan lebih maksimal. Batik Diwo dapat dikelola oleh kelompok atau BUMDES sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru.

Dana desa harus benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat desa untuk menopang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia di desa.

Majulah kepahiang. Majulah batik Diwo. Batiknya para Raja Rejang.

Emi Nata Menjadi Dewan Pakar DPC FPPI Kepahiang: Perempuan Harus Tepat Waktu

ZAHRA PUBLISHING. Perempuan Harus Tepat Waktu.

Helmiyesi beserta pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC FPPI) Kabupaten Kepahiang menyambangi rumah dinas Wakil Bupati Zurdi Nata, Wabup terpilih periode 2021-2024.

Maksud dan tujuan mereka adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi dengan istri beliau, Emi Nurhayati. Istri wakil Bupati yang menjadi Dewan Pakar di kepengurusan DPC FPPI Kabupaten Kepahiang.

Ibu Wakil Bupati yang terlihat cantik dan energik ini menyambut rombongan dengan antusias. Beliau berpesan agar perempuan tetap berkarya di masa pandemi dan ikut meringankan beban ekonomi keluarga.

“Perempuan harus tepat waktu supaya harinya maksimal. Manfaatkan setiap waktu yang berharga itu untuk hal-hal positif dan membangun. Jangan bersantai dan membuang waktu dengan percuma. Manfaatkan waktu untuk melayani keluarga dan masyarakat. Itu penting untuk perempuan yang ingin maju” pesan beliau lebih lanjut.

Hal ini beliau praktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bertemu beliau harus pagi atau malam hari, sebab waktu efektif beliau gunakan untuk mengelola bisnis kopi di gudang pasar kepahiang.

Helmiyesi dkk mengucapkan terimakasih atas kesediaan ibu wabup menerima kehadiran mereka bakda magrib malam tadi. Dan akan mengikuti langkah beliau dalam memanfaatkan waktu dan memberdayakan perempuan melalui sektor ekonomi keluarga.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang