IKM Umeak Kain Diwo
Menjelajahi Seni Batik Diwo: Dari Ruang Belajar Hingga Produk Unggulan
Menjelajahi Seni Batik Diwo: Dari Ruang Belajar Hingga Produk Unggulan
Setiap hari Senin, suasana di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Az Zahra Kepahiang, terasa berbeda. Aroma lilin panas dan percakapan ringan menyelimuti ruangan, bukan dari materi pelajaran umum, melainkan dari kegiatan membatik.
Di bawah bimbingan telaten Tutor, Erna Wati, para peserta didik Paket C dengan antusias belajar membatik Diwo, sebuah warisan seni khas masyarakat Suku Rejang. Proses belajar ini tidak hanya sekadar praktik, tetapi juga sebuah perjalanan untuk melestarikan budaya lokal.
Suasana belajar yang asyik dan menyenangkan menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan sabar, Umi Erna Wati membimbing setiap tangan, mengajarkan teknik dasar hingga rumit.
Para peserta didik pun bebas berkreasi, menuangkan ide mereka ke atas kain. Tawa, canda, dan diskusi ringan sering terdengar, membuat proses belajar terasa lebih hidup dan santai. Mereka tidak hanya belajar teknik, tetapi juga memahami makna di balik setiap motif yang mereka ciptakan.
Batik Diwo yang dihasilkan di PKBM Az Zahra bukan hanya sekadar karya seni. Ia telah bertransformasi menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.
Keunikan motif dan kualitas pengerjaan membuat batik ini diminati oleh banyak orang.
Dengan demikian, PKBM Az Zahra berhasil menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan mampu menciptakan individu yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat membuka peluang ekonomi.
Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, membuktikan bahwa pendidikan nonformal bisa menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi.
Melalui tangan-tangan terampil peserta didik Paket C PKBM Az Zahra, batik Diwo kini lebih dikenal luas dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepahiang. Mereka telah membuktikan bahwa belajar itu tidak mengenal batas usia, apalagi harus kaku.
Dengan metode yang tepat, belajar bisa menjadi proses yang produktif dan menyenangkan, yang pada akhirnya membawa manfaat nyata bagi diri sendiri dan komunitas.
Yuk sekolah di Az z Zahra aja.
Pendaftaran peserta didik paket A B dan C masih terbuka.
Motif Nama Aksara Ulu Rejang Untuk Pak Mendikdasmen, Abdul Mu’ti
Zahra Publishing.Motif Nama Aksara Kaganga Untuk Pak Mendikdasmen, Abdul Mu’ti
Komunitas Sastra Yayasan Az zahra Kepahiang berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dalam melestarikan aksara ulu sebagai bagian bahasa daerah yang perlu dilestarikan keberadaannya. Balai Bahasa Provinsi Bengkulu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah melaksanakan kegiatan Puncak Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dengan tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Februari 2025 dan dihadiri oleh Bapak Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen), Ibu Dewi Coryati, Anggota Komisi X DPR RI, dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Komunitas Sastra Yayasan Az zahra Kepahiang mendukung acara tersebut dengan menyiapkan motif khusus untuk Pak Menteri, motif nama dengan aksara ulu Rejang Kepahiang. Motif ini sedang trend di rumah batik IKM Umeak Kain Diwo yang digagas oleh Komsas Yayasan Az zahra Kepahiang.
Umi Yesi, Ketua Komunitas dengan bangga mengenakan rompi bermotif nama tersebut kepada Pak Menteri. Warna hijau sengaja dipilih karena beliau sebagai tokoh Muhammadiyah. Pak Abdul Mu’ti begitu antusias dan banyak bertanya tentang aksara kaganga yang merupakan huruf lokal masyarakat rejang di Kabupaten Kepahiang. Aksara tersebut kami lestarikan melalui kain batik diwo sebagai salah satu motif andalan. Dengan adanya motif aksara di kain menjadi pesona tersendiri bagi pemakainya.


Wisata Batik Diwo – TK AISYIAH BUSTANUL ATHFAL 01 KEPAHIANG
Zahra publishing. Wisata Batik Diwo Anak Usia Dini
Sebanyak 35 Anak Usia dini dari TK Aisyiah Bustanul Athfal 01 Kepahiang berkunjung ke IKM Umeak Kain Diwo Yayasan Az Zahra Kepahiang hari ini, Jumat, 10 Februari 2023
Mereka adalah siswa kelompok B1 yang di dampingi oleh Bunda Sri Harliani dan Elva Susanti. Dan kelompok B2 bersama Bunda Rona Liana dan Asih Nur Cahyani.
Bagi anak usia dini, kegiatan membatik memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah untuk mengembangkan kemampuan anak dalam mengkoordinasi mata dan tangan serta menggerakkan otot-otot tangan agar dapat berkembang secara optimal.
Eti Oktafianis, S.Pd. M.TPd. Kepala Sekolah TK Aisyiah tersebut menyampaikan bahwa ini adalah kegiatan pembelajaran luar kelas dengan tema wisata.
Anak-anak sangat menikmati kegiatan hari ini yaitu pengenalan alat dan bahan membatik, menjiplak motif batik di kain, mencanting dan mewarnai kain.
Hasil karya anak dibawa pulang dan akan jadi pengalaman nyata untuk mereka simpan dan di kenang.
Ayo ajarkan anak-anak kita mengenal batik Diwo, batiknya orang Kepahiang sejak dini usia.


