"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Rekruitmen Tutor Baru di Az zahra

Kepahiang, 6 Juli 2019.  Guna meningkatkan layanan pendidikan kesetaraan pada tahun pelajaran 2019/2020 maka Az Zahra membuka lowongan kerja untuk menjadi tutor paket B dan Paket C. Rekruitmen tutor baru ini diperlukan mengingat semakin banyaknya peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan di az zahra. Informasi rekruitmen ini di sampaikan melalui facebook pada tanggal 1 Juli 2019 dan mendapat respon sangat baik dari masyarakat.

Dalam waktu seminggu sudah ada 5 orang pelamar yang memasukan berkas lamarannya ke az Zahra. Mereka tertarik untuk ikut serta mengabdi di lembaga nonformal ini. Dan dari lima pelamar tersebut, ada empat peserta yang hadir untuk mengikuti test tertulis dan wawancara yang dilakukan hari ini. Satu pelamar berhalangan hadir karena sakit.

 

Test tertulis dilakukan untuk mengetahui pengetahuan calon tutor tentang pendidikan nonformal dan kemampuan mengajar pendidikan orang dewasa. Test wawancara dilakukan untuk mengetahui kepribadian dan keseharian calon tutor tersebut.

 

Suasana test berjalan santai dan menyenangkan, hasilnya terpilih dua orang peserta yang layak dan beruntung menjadi tutor di az Zahra untuk tahun pelajaran 2019/2020. Mereka adalah Resi Oktiani, S.Pd dan Eni Lastari, S.Pd. Selanjutnya kedua tutor yang lolos seleksi ini akan mengikuti pelatihan bersama tutor-tutor az Zahra lainnya besok Minggu, 7 Juli 2019. Hal ini untuk menyamakan persepsi dan penguatan kapasitas tutor dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta didik nantinya.

 

Selamat bergabung di tim az Zahra. Semoga kehadiran dua orang tutor ini akan menambah semangat belajar dan melayani masyarakat yang butuh akan pendidikan nonformal.

Ijazah Paket A/Paket B/Paket C SETARA secara hukum dengan ijazah SD/SMP/SMA.

Kepahiang, 5 Juli 2019. Suasana haru dan bahagia mewarnai PKBM Az Zahra Kepahiang beberapa hari ini. Lembaga nonformal ini ramai didatangi peserta didik paket A (SD), paket B (SMP) dan Paket C (SMA) yang telah menyelesaikan pendidikannya tahun pelajaran 2018/2019 untuk melakukan cap tiga jari ijazah dan sekaligus pengambilan ijazahnya.

 

Ijazah ini sangat penting dan bernilai bagi peserta didik kesetaraan, apalagi sejak tahun 2006 Menteri Pendidikan Nasional membuat surat edaran yang menegaskan bahwa ijazah Paket A/Paket B/Paket C setara secara hukum dengan ijazah SD/SMP/SMA. Surat bernomor: 107/MPN/MS/2006 tersebut ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI AD, TNI Al, TNI AU, Kapolri, Kepala BKN, dan Rektor Universitas/Direktur Politeknik/Ketua Sekolah Tinggi.

Isi dari surat edaran itu menegaskan tentang status hukum Ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) yang harus diperlakukan setara secara hukum dengan ijazah sekolah. Pokok-pokok isi dalam surat edaran Mendiknas:

  1. Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B atau Paket C masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan berturut-turut pemegang ijazah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.
  2. Status kelulusan program pendidikan kesetaraan Paket C memiliki hak eligibilitas yang setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.
  3. Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar Hak Asasi Manusia.

 

Pengambilan ijazah program kesetaraan ini juga lebih cepat dilakukan karena PKBM Az Zahra Kepahiang telah terakreditasi dengan nilai B. Berdasarkan Surat Edaran BSNP Nomor 081/SDAR/BSNP/VIII/2017 tertanggal 1 Agustus 2017 berisikan: Penandatanganan SHUN dan Ijazah Pendidikan Kesetaraan ditandatangani oleh Ketua PKBM yang terakreditasi dan ditunjuk sebagai penyelenggara UN Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Satuan Pendidikan oleh pejabat yang berwenang pada tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Sebelumnya ijazah ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Setelah peserta didik melakukan cap 3 jari ijazah maka langsung ditandatangani oleh Ketua PKBM dan dilakukan pelegalisiran ijazah untuk kepentingan lanjut sekolah dan bekerja. Lulusan Paket A dan B dapat melanjutkan ke sekolah formal atau nonformal kembali. Dan sebagian besar lulusan paket A lanjut kembali ke Paket B dan lulusan paket B lanjut ke Paket C di PKBM Az Zahra Kepahiang. Hal ini disebabkan karena mereka bekerja dan faktor ekonomi keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan ke sekolah formal.

Namun ada beberapa lulusan paket B yang akan melanjutkan ke sekolah formal antara lain:

  1. Iklas Ade Putra (16 tahun) lanjut sekolah formal ke SMAN 0I Kepahiang
  2. Ihsan Nafian (16 tahun) lanjut sekolah formal ke SMA Muhammadiyah Kepahiang
  3. Mardiansyah (15 tahun) lanjut sekolah formal ke SMKN 04 Kepahiang
  4. Vio Prasetyo Nugraha (16 tahun) lanjut sekolah formal ke SMK 01 Kepahiang

Atas prestasi dan keinginan meneruskan sekolah ini sangat kami apresiasi. Az Zahra membuka diri seluas-luasnya bagi anak usia sekolah yang akan menempuh pendidikan di lembaga nonformal ini. Mereka tidak dipungut biaya alias gratis (prioritas usia 6 s/d 18 tahun). Dengan slogan Sekolah serasa kuliah membuat mereka bersemangat dan percaya diri sekolah di sini.

 

Selamat atas kelulusan dan ijazahnya ya nak…semoga bermanfaat untuk masa depanmu kelak di masa mendatang. Terus belajar…belajar dan belajar…tanpa pandang usia, status dan waktu.

 

Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Siswi PAUD Al Fattah Desa Karang Endah

Karang Endah, 20/6/2019. Pentas Seni dan Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Al Fattah

Hari ini, bertempat di Kantor Desa Karang Endah Kecamatan Kepahiang diadakan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa-siswi PAUD AL Fattah. Acara tersebut dihadiri Kepala Desa beserta perangkat desa, Bunda PAUD Desa, Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang, Unsur Kecamatan dan Mahasiswa KKN dari UNIB.

 

Umi Evitaria, Kepala Sekolah PAUD Al Fattah melaporkan bahwa tahun pelajaran 2018/2019 siswa yang menempuh pendidikan di lembaganya cukup banyak, namun yang berusia 6 tahun dan siap masuk Sekolah Dasar ada 6 anak. Mereka adalah Aqila Sabrina buah hati dari Amrullah dan Rayendra Aryani yang bercita-cita menjadi astronot; Aprilia Zahra putri dari Ramdan Jailani dan Desmi Sartika yang bercita-cita menjadi Polwan; Apiza Rahmadani buah hati dari Ali Wardana dan Anis Hermila yang bercita-cita menjadi Polwan; Enjel Nurhasanah putri dari Guntur Gumari Wijaya dan Darma Puspitasari yang ingin menjadi Dokter Gigi; serta kembaran Zalqia dwi arifa dan Zalwah putri arifa buah hati Faizal abdul halim dan ari kusmiran, keduanya bercita-cita ingin menjadi Bidan dan Guru.

Abdul Suib, perangkat desa yang mewakili Kepala Desa menyampaikan ucapan terima kasih atas adanya PAUD yang telah membimbing dan mengasuh anak usia dini di desanya. “Sangat besar jasa para pengelola dan guru PAUD Al Fattah bagi anak usia dini di desa ini, untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih”

Pada kesempatan yang sama Umi Yesi Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang yang membina PAUD Al Fattah ini menyampaikan bahwa PAUD adalah pondisi awal pendidikan seorang anak. Untuk itu sudah selayaknya lembaga PAUD mendapat perhatian khusus dari kita terutama ketersediaan sarana dan prasana yang menunjang tumbuh kembang anak. Pemerintah desa dapat membangun gedung PAUD melalui Dana Desa, “Buatlah gedung PAUD dua tingkat, yang megah dan sarana belajar yang lengkap supaya anak-anak di desa ini mendapatkan pendidikan awal yang maksimal. Sebab anak-anak inilah yang akan menjadi tokoh di desa di masa yang akan datang, maka perlu kita persiapkan dari sekarang”

 

Selanjutnya, beliau juga menyampaikan pesan bahwa Yayasan memiliki tanah seluas 2 hektare di desa Karang Endah yang dapat digunakan untuk pembangunan tersebut. Tanah tersebut awalnya diniatkan untuk membuat rumah aman dan rumah singgah bagi masyarakat di Kabupaten Kepahiang. Sudah beberapa tahun pihak yayasan mengajukan proposal pembangunan ke berbagai pihak, namun belum berhasil. Nah…tanah tersebut dapat dimanfaatkan oleh desa untuk pembangunan bidang sosial yang dapat melayani kebutuhan masyarakat banyak.

 

Di akhir kegiatan, anak-anak PAUD Alfattah menunjukkan kebolehan mereka dalam hal menari, membaca doa, silat, dan menyanyi bersama dewan guru dan Bunda PAUD Desa. Wajah-wajah bahagia dan ceria terpancar pada orang tua yang menyaksikan kebolehan anak-anak mereka.

Selamat berpisah nak, lanjutkan pendidikanmu ke jenjang Sekolah Dasar dan wujudkan cita-citamu hingga berhasil membanggakan orang tua, keluarga, Desa dan bangsa.

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang