"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

DAFTAR ULANG DAN KONTRAK BELAJAR SISWA BARU TP 2019/2020

Kepahiang, 15 Juli 2019. Kemarin, Minggu, 14 Juli 2019 orangtua/wali siswa mengantar anak untuk pertama sekali ke sekolah. Agendanya adalah sosialisasi Program Pendidikan Kesetaraan, Daftar Ulang dan Penandatangan Kontrak Belajar Siswa.

 

Kms Fahrudin, S.Pd Sekretaris sekaligus operator dapodik menyampaikan bahwa jumlah peserta didik yang mendaftar tahun pelajaran 2019/2020 pertanggal hari ini 15 Juli sebanyak 200 orang, dengan rincian sebagai berikut:

No Program Tingkat/Kls Jumlah Siswa (Usia) Jumlah
6-18 th 19 th keatas
1 PAKET A I Setara Kelas 1-3 6 6
2 PAKET A II Setara Kelas 4-6 8 2 10
3 PAKET B III Setara Kelas 7-8 27 1 28
4 PAKET B IV Setara Kelas 9 54 17 71
5 PAKET C V Setara Kelas 10-11 19 5 24
6 PAKET C VI Setara Kelas 12 31 30 61
  TOTAL 145 55 200
  PERSENTASE 73% 23% 100%

 

Dari jumlah peserta didik tersebut dapat diketahui bahwa sebanyak 145 orang siswa berusia 6-18 tahun (73%) dan peserta umum yang berusia 19 tahun ke atas sebanyak 55 orang (23%). Dominan peserta adalah anak keluarga miskin yang menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan anak bermasalah sosial di keluarga dan dilingkungannya (anak korban KDRT, anak berhadapan dengan hukum, anak  korban perkosaan dan anak DO dari sekolah formal).

 

Bagi peserta yang berusia 6-18 tahun dikategorikan Kelas Reguler. Mereka tidak dipungut biaya alias GRATIS biaya pendidikan dengan syarat wajib mengikuti tatap muka sesuai jadwal yang ditentukan. Mereka juga wajib menandatangani KONTRAK BELAJAR yang berbunyi sebagai berikut:

  1. Siswa wajib datang 15 Menit sebelum tatap muka dimulai, Siswa yang datang terlambat tidak diizinkan mengikuti tatap muka yang sedang berlangsung kecuali ada izin dari Tutor
  2. Siswa wajib hadir 75% dari semua bidang study yang di ajarkan sebagai syarat untuk mengikuti ujian akhir semester
  3. Siswa yang hadir kurang dari 75%, BEASISWA pendidikannya akan dibatalkan dan mendapat sanksi membayar biaya pendidikan sebanyak 50% dari biaya pendidikan non reguler.
  4. Siswa berpakaian bebas namun rapi dan sopan (dilarang memakai baju ketat dan celana pendek)
  5. Siswa wajib bersikap sopan dan santun selama pembelajaran tatap muka berlangsung
  6. Siswa di larang merokok dan mengaktifkan Hp selama pembelajaran berlangsung
  7. Siswa belajar secara mandiri di rumah dan harus mengerjakan semua tugas dari tutor yang berhubungan dengan pembelajaran
  8. Siswa ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kelas dan lingkungan sekolah
  9. Siswa yang melanggar KONTRAK BELAJAR ini akan diberi sanksi berupa tidak naik kelas /tidak diikutsertakan dalam USBN dan UNBK/di keluarkan dari sekolah.
  10. Pengambilan Ijazah kelulusan selambatnya 3 bulan setelah ijazah diterima sekolah, setelah itu jika ada kerusakan dan kehilangan tidak menjadi tanggungjawab pihak sekolah.

Hari orang tua mengantar anak pertama sekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang

Kepahiang, 15 Juli 2019. Hari orang tua mengantar anak pertama sekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang

Dalam rangka memulai proses belajar dan mengajar tahun pelajaran 2019/2020, PKBM Az Zahra mengundang orangtua/wali yang mengikuti Program Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C) untuk mengantar anak pertama sekali sekolah di PKBM.

 

Kegiatan ini dilaksanakan Minggu, 14 Juli 2019 pukul 09.00 wib. Dihadiri oleh Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Emi Parida Kasie Kurikulum, Lilik Ulwiyah Kasie Peserta Didik, Sapta Lasta Putra Camat Kepahiang, Hengki Ketua PKBM Sulthon dan beberapa orang Mahasiswa KKN dari Universitas Bengkulu.

 

Umi Yesi menyampaikan bahwa kegiatan orangtua mengantar anak pertama kali ke PKBM ini sudah dimulai sejak tahun 2016 mengikuti intruksi Bapak Anies Baswedan saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, dan rutin dilaksanakan hingga saat ini. Tujuannya antara lain untuk menyampaikan visi, misi dan mensosialisasikan program-program yang ada di PKBM. Menjalin kedekatan antara anak dan orang tua dengan pengurus dan tutor yang akan membimbing pendidikan anak mereka. Meminimalisir rasa kurang percaya diri anak yang akan kembali bersekolah karena sudah lama putus sekolah. Dengan adanya orangtua mengantar anak ke PKBM ini akan meningkatkan rasa percaya diri mereka sebab ternyata banyak teman sebaya yang mengalami nasib serupa dengan mereka.

 

Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang menyampaikan apresiasi kepada orangtua yang telah berhasil membujuk anak-anaknya agar kembali bersekolah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang hadir disini, perlu diketahui bahwa ada 1.005 anak usia sekolah yang tidak bersekolah berdasarkan data ATS tahun 2017. Dan saat ini ada 7 lembaga PKBM di Kepahiang yang aktif melayani anak-anak yang tidak sekolah tersebut agar kembali bersekolah, terbesar jumlahnya bersekolah di PKBM Az Zahra ini” ujarnya.

 

Sapta Lasta Putra Camat Kepahiang ikut memberikan arahan dan pesan kepada orangtua/wali yang mengantar anaknya sekolah di PKBM. ”Pendidikan itu hak semua anak, maka orangtua punya kewajiban untuk menyekolahkan anaknya hingga minimal jenjang SMA. Hari ini bapak/ibu diperkenalkan tentang sekolah nonformal dan tatacaranya, maka ikuti aturan dan dukung anak supaya aktif mengikuti tatap muka seperti jadwal yang sudah ditentukan. Selain ilmu, anak juga perlu dibekali keterampilan. Nanti akan saya arahkan agar anak-anak ini dapat mengikuti pelatihan/kursus yang dilaksanakan di BLK atau di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja” ujarnya.

 

Kegiatan orangtua mengantar anak ke PKBM diakhiri dengan tanya jawab dan testimoni alumni paket A dan paket B yang melanjutkan pendidikan kembali ke PKBM Az Zahra. Salah satunya Ibu Sulastri memberikan testimoni, “Saya mendaftarkan 4 orang anak saya ke PKBM Az Zahra Kepahiang. Mereka ikut paket A yaitu Ramadhan (7 tahun), Marvel (9 tahun), dan si kembar Rina, Rini yang berusia 14 tahun. Anak-anak itu sendiri yang minta sekolah di sini” Ujarnya tersenyum ceria.

Sementara itu Ibu Ramdan Aryani memberikan pengakuan bahwa ketiga anaknya sekolah di Az zahra tahun lalu dan akan melanjutkan kejenjang berikutnya. “Anak saya ada 3 orang yang sekolah di Az zahra, Maikel tamat paket A dan akan lanjut ke Paket B, Riki naik ke kelas IX paket B dan anak tertua bernama Kemuning yang tamat paket B akan lanjut ke Paket C kelas X. Saya berterima kasih sama Umi Yesi dan guru-guru di sini. Anak kami sekolah gratis tanpa biaya sama sekali, bahkan bulan lalu anak kami dapat uang dari PIP. Maikel mendapat 450 ribu, Riki mendapat uang 1 juta dan kemuning mendapat PIP sebesar 750 ribu. Sekarang kami akan daftar ulang kembali” senyumnya sumringah. 

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang