"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

BIMTEK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI KABUPATEN KEPAHIANG

Kepahiang, 2/08/2019. BIMTEK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA DI KABUPATEN KEPAHIANG

Kabupaten Kepahiang menjadi salah satu Kabupaten Penyelenggara Pendidikan Keluarga tahun 2019 dari 70 Kab/kota yang diamanahkan oleh Direktorat Pedidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas. Hal ini disampaikan oleh Bapak Edy, S.S.M.Pd Kasi Evaluasi Subdit Prasarana dan Evaluasi Direktorat Pedidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas pada saat Bimtek Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga Kabupaten Kepahiang yang diselenggarakan pada 30 Juli s.d 2 Agustus 2019 di Golden Rich 88 Hotel, Jl. Iskandar Ong No.100 Curup. Rejang Lebong.

Menurut beliau tujuan Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan antara lain:

  • Meningkatkan Kepedulian Dan Tanggung Jawab Penyelenggaraan Pendidikan
  • Mendorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak;
  • Meningkatkan Kepedulian Keluarga Meningkat;
  • Membangun Sinergitas Trimitra;
  • Mewujudkan Lingkungan Satuan Pendidikan Yang Aman, Nyaman, Dan Menyenangkan

 

Bimtek Pendidikan Keluarga di Kabupaten Kepahiang ini diketua Netti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan dipandu oleh moderator Nyimas Maisyarah, S.Pd. Aud dan  Eka Wahyu A, S.Pd sebagai Fasilitator Pusat. Pemateri dan Narasumber merupakan Fasilitator Kabupaten dan dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu. Peserta berjumlah 50 orang adalah Kepala Sekolah PAUD, SD,SMP, PKBM, SKB, Pengawas SD dan SMP, Penilik PAUD dan PKBM serta perwakilan wali murid.

Fasilitator Elfi Adriyani, M.Pd menyampaikan materi tentang Pengelolaan Pendidikan Keluarga di Satuan Pendidikan; Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat, dan materi Dukungan Psikologis Awal bagi anak (DPA).

Fasilitator Netti Herawati, M.Pd memaparkan materi berjudul Pembiasaan Baik Keluarga; Pertemuan Wali Kelas dengan Orangtua dan materi Kelas Orangtua.

 

Dan Yasmisona, S.Pd menyampaikan materi tentang Keterlibatan Keluarga di Satuan Pendidikan; Kelas Inspirasi dan Pameran Karya Siswa dan Pentas Kelas Akhir tahun.

Narasumber dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu yaitu Bapak Murhin, M.Pd menyampaikan materi Pendidikan Keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan (penurunan stunting); Ibu Nyimas Masrita, M.Pd menyampaikan materi Mendidik Anak di Era Digital dan Ibu Ir. Yeny Setyati, M.Pd. menyampaikan materi tentang Pengasuhan Positif.

Diakhir kegiatan terpilih 5 orang peserta terbaik yang aktif dan menginspirasi dalam kelompoknya masing-masing. Mereka adalah:

  1. Helmiyesi, M.Si (PKBM Az Zahra Kepahiang)
  2. Betty Harwani, S.Pd.Aud (Pengawas TK)
  3. Abdul Halim, M.Pd (SMPN 2 Kepahiang)
  4. Julyadi, S.Pd (SDN 08 Kepahiang)
  5. Umi Kalsum, S.Pd (PAUD Tadika Puri)
  6. Pemenang yel yel terbaik adalah kelompok PAUD II yang dipimpin Ibu Mulyanti, S.Pd

 

KETERLIBATAN PKBM/SKB DALAM PENDIDIKAN KELUARGA

Keluarga merupakan pihak yang paling berkepentingan terhadap keberhasilan pendidikan anak. Maka pelibatan keluarga dalam proses pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

Oleh karena itu Bapak Edy, S.S.M.Pd Kasi Evaluasi Subdit Prasarana dan Evaluasi Direktorat Pedidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas menyampaikan bahwa tahun 2019 ada 70 Kab/Kota sebagai penyelenggara pendidikan keluarga, salah satunya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Untuk itu telah dilakukan bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga mulai tanggal 30 Juli s.d 2 Agustus 2019 di Golden Rich 88 Hotel, jln Iskandar Ong. Curup. Kabupaten Rejang Lebong. Peserta bimtek adalah Kepala Sekolah/Pengelola Pendidikan Formal dan Nonformal dari tingkat PAUD, SD, SMP dan PKBM/SKB serta pengawas/penilik dan perwakilan wali siswa yang berjumlah 50 orang.

 

PKBM Az Zahra Kepahiang dan SKB Kabupaten Kepahiang menjadi wakil penyelenggara pendidikan keluarga di Pendidikan nonformal. Mengapa PKBM/SKB harus berperan dalam pendidikan keluarga?

Seperti yang kita ketahui bahwa sasaran peserta didik di PKBM/SKB adalah anak yang BERMASALAH, baik masalah ekonomi, sosial, waktu, kesempatan dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah formal. Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan tuntas tanpa keterlibatan orangtua. Apalagi SDM dan sarana prasarana yang dimiliki lembaga nonformal masih jauh dari harapan. Maka peran orangtua sangat penting di PKBM/SKB.

Apa saja peran orangtua dalam pendidikan keluarga yang dapat dilakukan di PKBM/SKB?

  1. Orangtua mengantar anak pertama sekali ke PKBM/SKB. Mengantar anak pertama sekali ke PKBM adalah bentuk dukungan orangtua terhadap anak yang mau melanjutkan pendidikannya. Apalagi jika anak sudah lama tidak/putus sekolah, mereka cenderung malu dan tidak percaya diri untuk kembali bersekolah. Dengan mengantar anak untuk pertamasekali ke PKBM, anak merasa bahwa dia diperhatikan dan disayang orangtuanya. Bentuk empati seperti ini berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak hingga anak dapat kembali melanjutkan pendidikan dan dapat berprestasi seperti teman sebayanya.
  2. Mengarahkan anak untuk rajin mengikuti tatap muka yang ditentukan. Orangtua harus mengetahui kapan jadwal tatap muka dilaksanakan sehingga dapat mengingatkan dan mengontrol kehadiran mereka di PKBM
  3. Menandatangani kontrak belajar mandiri. Orang tua menyadari bahwa belajar mandiri mutlak dilakukan agar ketuntasan belajar tercapai. Sumber belajar mandiri dapat diperoleh dari modul atau bahan belajar yang lainnya
  4. Mengikuti kelas orangtua. PKBM sudah selayaknya memprogramkan kelas orangtua ini minimal 2 kali dalam semester. Hal ini penting untuk menyampaikan pola asuhan positif dan dukungan psikologis awal. Tanpa kita sadari pola asuhan di keluarga berpengaruh erat dengan permasalahan yang dihadapi anak. Di kelas orang tua mereka bisa saling curhat dan berdiskusi untuk mencari solusi permasalahan anak. Di kelas orang tua mereka belajar empati dan mengerti dunia anak-anak mereka.
  5. Memotivasi anak mengikuti Kelas Inspirasi. Kelas ini dapat dikelola dengan mendatangkan alumni-alumni program kesetaraan yang sukses dan berhasil dengan segala profesinya. Atau dapat mengundang  peserta didik penyandang disabilitas yang berhasil dalam pendidikannya dan memiliki prestasi gemilang. Kelas inspirasi bertujuan untuk memotivasi peserta didik agar dapat mengeskplore minat dan bakatnya melalui contoh nyata dari alumni atau lingkungan sekitar.
  6. Berperan aktif dalam mengadakan pentas seni/karya akhir tahun. Orang tua dapat ikut serta dalam mempersiapkan anak mengikuti pentas seni/karya akhir tahun yang dilakukan sekolah. Setiap anak pasti memiliki talentanya masing-masing. Maka melalui pentas seni/karya ini prestasi anak dapat diekspresikan dengan baik.

 

Menurut Greenwood & Hickman (dalam Gürbüztürk & Sad, 2010) menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua di sekolah memberikan kontribusi yang positif dalam prestasi akademis, frekuensi kehadiran, iklim sekolah, persepsi orang tua dan anak tentang belajar di kelas, sikap dan perilaku positif anak, kesiapan anak untuk mengerjakan PR, peningkatan waktu yang dihabiskan anak bersama orang tuanya, aspirasi pendidikan, kepuasan orang tua terhadap guru, dan kesadaran anak terhadap kehidupan yang baik. Lalu apa Manfaat Pelibatan Keluarga Bagi Anak, Orangtua dan Satuan Pendidikan nonformal?

  1. Meningkatkan kehadiran anak
  2. Meningkatkan sikap dan perilaku positif anak
  3. Meningkatkan keinginan anak untuk bersekolah
  4. Meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak
  5. Meningkatkan harapan orang tua pada anak
  6. Meningkatkan dukungan orang tua kepada sekolah
  7. Meningkatkan semangat kerja guru
  8. Mendukung iklim sekolah yang lebih baik
  9. Mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan

 

Bimtek Pendidikan Keluarga di Kabupaten Kepahiang yang diketua Netti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan dipandu oleh Eka Wahyu A, S.Pd Fasilitator Pusat dan para Fasilitator Kabupaten yaitu Elfi Adriyani, M.Pd; Netti Herawati, M.Pd dan Yasmisona, S.Pd. Narasumber lainnya dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu yaitu Bapak Murhin, M.Pd; Ibu Nyimas Masrita, M.Pd dan Ibu Ir. Yeny Setyati, M.Pd

 

DANA PIP, GUNAKAN UNTUK ONGKOS KE SEKOLAH

Kepahiang, 25/7/2019. Pagi-pagi sekali sudah mulai berdatangan siswa siswi paket C PKBM Az Zahra Kepahiang beserta orangtuanya. Mereka datang untuk melengkapi persyaratan pencairan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Program Indonesia Pintar (PIP) adalah tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 dengan tujuan untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah, dan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out).

 
PRIORITAS SASARAN PENERIMA
Sasaran PIP adalah Peserta Didik berusia 6 sampai dengan 21 Tahun yang merupakan:
1. Peserta didik pemilik KIP;
2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti:
a) Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
b) Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
c) Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
d) Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
e) Kelainan fisik (peserta didik inklusi), korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah.

 
Peserta didik yang mendapat beasiswa PIP paket C tahun anggaran 2019 ini berjumlah 71 orang, namun untuk pencairan diprioritaskan peserta didik yang aktif mengikuti tatap muka seminggu dua kali di PKBM. Hal ini untuk memotivasi agar peserta didik rajin ke sekolah. Sementara bagi peserta didik yang tidak aktif mengikuti tatap muka maka pihak PKBM tidak mengeluarkan surat keterangan sekolah sebagai prasyarat pencairan di bank.
 
Umi Yesi, Pimpinan Az Zahra menyampaikan pesan kepada orangtua dan anak didiknya yang mengurus berkas hari ini.

“Bapak/Ibu dan anak-anakku sekalian, Alhamdulillah kalian mendapat dana bantuan PIP untuk menunjang pendidikan kalian di sini. Dana tersebut bukan untuk beli beras atau nyicil beli kulkas yaa. Dana itu untuk beli peralatan sekolah dan ongkos kalian ke sekolah. Jadi tidak ada alasan lagi tidak hadir ke sini. Manfaatkan dana sebaik mungkin, jangan habis percuma untuk keperluan yang lain. Fokuslah dengan pendidikan kalian….!”

Sementara itu syarat pencairan dana sebagai berikut:
1. Surat Keterangan/Pengantar dari PKBM
2. Fotokopi Kartu Keluarga
3. Fotokopi Akte Kelahiran
4. Fotokopi KTP Orang tua
5. Pencairan dana dilakukan oleh peserta didik bersama orangtuanya

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang