Kelas Inspirasi, Yang Utama Adalah Mereka Bahagia Bersekolah
Kelas Inspirasi dari Masyarakat dan Alumni.
Hari ini adalah hari perdana kelas inspirasi dimulai. Apa itu kelas inspirasi?
Adalah ruang khusus bagi masyarakat dan alumni yang ingin ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam pendidikan nonformal yang kami kelola.
Tujuan kelas inspirasi adalah, Pertama bagi peserta didik, mendapatkan pengalaman belajar baru dengan orang-orang yang kompeten dibidangnya. Kelas ini akan diisi oleh masyarakat umum dan alumni Az Zahra yang menginspirasi dibidang keterampilan, kesehatan, kecantikan, keagamaan, dll. Harapannya peserta didik akan termotivasi dan mencontoh kesuksesan mereka.

Kedua bagi masyarakat dan alumni, sebagai wadah pemberdayaan masyarakat untuk ikut serta dalam memotivasi dan mengajak anak kembali bersekolah. Masyarakat punya peran penting dalam mengarahkan anak usia sekolah agar kembali bersekolah. Saat ini banyak ditemui, anak tidak sekolah di tingkat SMP, umur 14-16 tahun. Hal ini tentu menjadi perhatian dan kewajiban kita bersama untuk mengajak anak-anak tersebut bersekolah. Dan karena alasan putus sekolah yang beragam maka pendidikan nonformal adalah pilihan bagi mereka. Maka jumlah peserta didik kami saat ini didominasi oleh anak-anak ini yang masuk di Paket B setara SMP.
Ketiga sebagai ajang promosi lembaga. Dengan mengajak dan mengundang orang lain bertemu dan berdialog langsung dengan peserta didik, otomotis mereka akan bercerita kepada orang lain juga. Ide segar dan saran membangunpun akan kami dapatkan. Kemitraan bertambah dan lembaga semakin dikenal di masyarakat luas.

Dan yang terpenting, az zahra adalah tempat belajar dan mengajar bagi banyak orang. Sehinga fungsi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) benar-benar terealisasi. Bukan hanya simbol dan nama belaka.
Mentor perdana hari ini adalah Ibu Jeniar Ferary, S.Pd. Tenaga Pendidik di MAN 2 Kepahiang sekaligus penulis buku yang memberi inspirasi kepada siswa paket B. Beliau menginspirasi siswa untuk bekerjasama dalam tim, berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan karya. Dan yang paling penting adalah memberi rasa bahagia bisa kembali bersekolah.
Nah, kami mengundang masyarakat dan alumni yang ingin memberi inspirasi kepada siswa siswi kami setiap hari Kamis, jam 12.00 wib. Siapa yang berminat ?? Hubungi Umi Yesi di wa 0852-67887453.


Menulis itu Mudah Semudah Orang Bercerita…(Order Yuk)
Kami (mungkin) belum menjadi penulis yang hebat. Kami juga (belum) menjadi penulis yang terkenal. Bukupun baru beberapa yang diterbitkan. Belum banyak yang membaca dan berminat membelinya. Namun, kami mempunyai mimpi. Mimpi yang besar, yaitu mengajak orang lain untuk ikut menulis.
Kami berpikir bahwa mengajak orang lain untuk gemar membaca harus dimulai dengan menulis. Sebab jika sudah pandai menulis, otomatis mereka akan mahir membaca. Minimal mereka akan membaca hasil tulisannya sendiri.
Maka, bismillah tim Az Zahra berembuk dan membuat ide brilian dengan membuka kelas menulis fiksi Sabusabu. Apa Sabusabu? Itu adalah istilah dan doa kami yang merupakan singkatan dari Satu Bulan Satu Buku. Harapannya semua alumni kelas menulis mampu membuat karya setiap bulannya. Baik karya bersama maupun karya pribadi, buku sendiri. Sabusabu adalah candu. Ketika mereka berhasil membuat satu naskah maka akan lahirlah naskah-naskah lainnya.

Di kelas menulis fiksi Sabusabu mainset peserta dirubah. Menulis itu mudah semudah orang bercerita! Kami memberikan beberapa tips agar dapat menulis semudah bercerita.
Tips pertama, ketika hendak bercerita apakah kita kesulitan diawal pembicaraan? Tentu saja tidak karena orang bercerita sudah memiliki bahan atau informasi yang hendak di sampaikan. Nah, ketika kita hendak menulis seharusnya tidak kesulitan dengan kalimat awal yang hendak ditulis. Karena bahan yang ingin kita tulis sudah ada di sekitar kita. Kita hanya memindahkan informasi dari otak ke mulut ketika bercerita dengan dari otak ke tangan dalam bentuk tulisan. Gampang kan?
Tips kedua, saat bercerita pastilah ada lawan bicara. Karena tidak mungkin kita bicara sendirian bukan? Itu artinya dalam menulis ada tokoh yang ditampilkan. Ada percakapan selayaknya orang yang mendengar cerita pasti akan ikut bertanya atau menyanggah isi cerita. Nah, tampilkan tokoh-tokoh dan dialog tersebut di dalam tulisan kita. Mudah bukan?
Tips ketiga, orang gemar bercerita tentang masalah atau kejadian yang luar biasa. Terkadang disertai dengan intonasi dan mimik muka yang menunjang isi cerita. Begitupun dengan tulisan, ada masalah atau persoalan yang menarik untuk kita sampaikan dalam tulisan. Bisa berupa curhatan, ide membangun, data ilmiah atau persoalan lainnya. Agar tulisan menjadi menarik, maka perlu diberi narasi yang jelas. Informasi adalah fakta, bukan hasil mengkhayal. Penulis yang baik akan sering membaca tulisan orang lain pula. Sebagai referensi dan tambahan informasi terkait hal yang sedang dituliskan. Maka penulis adalah orang yang kaya akan bahasa dan ilmu pengetahuan lainnya.
Tips keempat, biasanya setelah selesai bercerita akan ada klarifikasi atau solusi. Nah, tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat menggugah orang lain untuk berubah. Memberi inspirasi dan memotivasi orang lain. Tulisan yang menimbulkan kesan mendalam pada pembacanya.
Nah, empat tips ini mampu diterapkan dengan baik oleh peserta kelas menulis. Dalam waktu 3 x 24 jam semua peserta telah berhasil membuat naskahnya masing-masing. Hal ini diluar dugaan, sebab kesepakatan awal peserta diberi waktu satu minggu untuk mengerjakan PR menulisnya. Rupanya waktu seminggu terlalu lama bagi mereka. Mereka sudah kecanduan menulis, bercerita hal-hal menarik disekitarnya. Maka, dengan bangga kami persembahkan karya alumni kelas menulis fiksi Sabusabu berikut ini. Selamat membaca, selamat menikmati. ORDER/Pemesanan Lewat WA: 0852-6788-7453
Daftar buku-buku yang ditawarkan:
| No | Judul | Penulis | Kategori | Jumlah Halaman | Harga (Rp) |
| 1 | Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Novel |
271 hal |
66.000,- |
| 2 | Tak Cukup Dengan Mimpi | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Kumpulan Cerita Pendek |
244 hal |
60.000,- |
| 3 | Perempuan Membangun Kepahiang Maju Mandiri Sejahtera | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Biografi |
254 hal |
65.000,- |
| 4 | Jejakku di Pendidikan Nonformal | Tutor Bantu SPNF SKB Lebong | Kumpulan Cerita Pendek |
226 hal |
60.000,- |
| 5 | Rindu Tak Bertepi | Oscar Marwan
Tutor SKB Lebong |
Kumpulan Cerita Pendek |
186 hal |
53.000,- |
| 6 | Purnama di Ufuk Kerinduan | Nurul Insan
Tutor SKB Lebong |
Kumpulan Puisi | 156 hal | 47.000,- |
| 7 | Fenomena Mulai dari Nol | Budi Susanto Diporedjo | Kumpulan Puisi | 119 hal | 47.000,- |
| 8 | Dandelion | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-1 | Kumpulan Cerita Pendek |
274 hal |
69.800,- |
| 9 | Melawan Rasa | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-2 | Kumpulan Cerita Pendek |
234 hal |
62.000,- |
| 10 | Epilog Dua Hati | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-3 | Kumpulan Cerita Pendek |
202 hal |
55.000,- |
| 11 | Edelweis Catatan Seorang Bidan Desa | Leci Zohar
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
264 hal |
68.000,- |
| 12 | Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama | Siti Asma
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
185 hal |
55.000,- |
| 13 | Perjalanan Pembuktian Cinta | Susilaeviyanti
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
241 hal |
63.000,- |






Labsite Kesetaraan dan Nikmatnya Kopi Kepahiang
Kepahiang, 16/8/2019. Monev Labsite dan Kopi Kepahiang
Pukul 09.10 Wib kami mendapat pemberitahuan jika Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Bengkulu akan datang ke Kepahiang. Beliau bersama tiga orang tim auditor Itjen Kemdikbud, Ibu Eri, Ibu Tari dan Bapak Karno. Tujuan ke Az Zahra untuk uji petik audit kegiatan Labsite Kesetaraan Tahun 2018 dan bertemu dengan anak-anak paket A yang sedang jadwal tatap muka hari ini.
Ketika mereka sampai di Az Zahra, waktu menunjukkan pukul 10.36 wib. Dan mereka disambut oleh ananda Marvel (9 tahun) siswa Paket A di pintu gerbang. Beberapa siswa lainnya yang sedang asyik membaca buku berdiri dan menyalami mereka satu persatu. Seperti halnya tamu-tamu kami yang lainnya, ketika bertemu dan bertatapan langsung dengan peserta didik paket A yang masih muda belia. Pertanyaan sama selalu muncul, “Mengapa mereka tidak sekolah formal?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Umi Yesi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang meminta Marvel untuk menjawabnya. Namun anak tersebut enggan menjawab. Dia malu dan buru-buru keluar bermain dengan teman sebayanya. Umipun menjelaskan alasan banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah di az Zahra dan mengapa mereka tidak bersekolah di formal. Salah satu alasannya karena tidak ada akte lahir, anak yang lahir tanpa ayah (anak ibu), faktor usia dan faktor ekonomi keluarga. Mereka adalah anak-anak spesial yang ditemukan pendamping anak dan tutor az Zahra, yang dibujuk dan dijemput agar mau kembali bersekolah. Hal ini juga yang menjadi alasan Bu Sa’adah Kepala BP PAUD dan Dikmas Bengkulu sebelumnya mempercayai Az zahra sebagai penerima labsite kesetaraan tahun 2018.

Setelah mereka melakukan wawancara dan mengecek kegiatan labsite tahun 2018 selesai, kami mengajak Pak Hendri Kepala BP PAUD dan Dikmas Bengkulu berkunjung ke unit usaha pengelolaan kopi yang dilakukan oleh alumni paket C PKBM Az Zahra Kepahiang yang berada di Desa Bandung Jaya Kecamatan Kabawetan.
Alumni program kesetaraan ini awalnya hanya ibu rumah tangga biasa yang lulus Sekolah Dasar. Pada tahun 2008 beliau lanjut sekolah paket B dan lulus paket C pada tahun 2014. Setelah lulus paket C beliau mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di desanya. Selanjutnya beliau terpilih menjadi Kepala Desa ketika desanya mengalami pemekaran dari Desa Bandung Baru (Desa Induk).
Supriyanti namanya, satu-satunya Kepala Desa Perempuan di Kecamatan Kabawetan. Berkat tangan dingin beliau, desanya semakin maju dan menjadi percontohan di Kabupaten Kepahiang.

Unit Usaha yang dikelola adalah pengelolaan kopi yang diberi label Baja coffe. Menurut beliau, usaha kopi ini cukup menjanjikan dan prosfeknya cerah.
“Banyak mahasiswa dan masyarakat yang belajar pengelolaan kopi di sini. Bahkan kami pernah kedatangan tamu dari luar negeri yang melihat usaha ini. Alhamdulillah, meski dulu hanya tamat SD saya bisa seperti ini, berkat ikut sekolah Paket saya bisa jadi Kades. Bahkan saya juga ikut kelas menulis bersama Umi Yesi. Sampai saat ini PKBM Az Zahra Kepahiang jadi idola di desa. Beberapa perangkat desa yang belum tamat SMP dan SMA saya daftarkan ikut sekolah Paket B dan Paket C.” Ujar Ibu Supriyanti memberikan testimoninya.

Sebelum pulang, kami diajak berkeliling melihat proses pengelolaan kopi dan merasakan langsung minum kopi yang fresh karena baru diolah. Rasanya segar dan nikmat sekali. Pecinta kopi wajib mampir ke sini, melihat pengelolaan kopi dan menikmati langsung kopi khas Kepahiang. Yang berminat oleh-oleh kopi bisa menghubungi Bu Supriyanti langsung di nomor Hp. 0823-7339-0140.

