"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

SANG BIDADARI DI BULAN NAN SUCI

SANG BIDADARI DI BULAN NAN SUCI

 

Wanita adalah “bidadari” yang dikirim Allah ke bumi untuk mendampingi pria dalam beribadah kepada Allah SWT. . Tidak ada perbedaan antara keduanya dalam keumumam syari’at, hak dan kewajiban.Di hadapan Allah, yang membedakan manusia satu dengan yang lain adalah ketaqwaannya. Wanita yang sholehah adalah anugerah terindah yang diberikan kepada pria yang sholeh juga.

Wanita yang akan menjelma menjadi bidadari di bulan puasa adalah wanita yang sholehah, yakni wanita-wanita mulia yang mampu menjaga dirinya dari berkurangnya amalan-amalan di bulan puasa dan wanita-wanita yang mampu menarik simpati Allah dengan amalan-amalan sunnah yang di lakukannya selama bulan ramadan ini. Siapakah  wanita-wanita yang menjelma menjadi bidadari di bulan puasa nan suci itu?

Pertama.Wanita yang tetap melakukan ibadah puasa ramadan meskipun ada ruksah (keringanan untuk tidak berpuasa). Mereka adalah ibu hamil dan menyusui. Meskipun ada keringanan bagi mereka untuk tidak berpuasa dan menganti puasanya di luar bulan ramadan. Namun wanita hamil yang akan menjadi bidadari di bulan suci ini adalah wanita sholehah yang berkeyakinan teguh dan percaya bahwa janinnya cukup kuat untuk diajak berpuasa asalkan mengikuti pola makan yang benar dan bergizi tinggi. Maka berpuasa menjadikan sarana melatih ruh sang anak untuk menjadi mujahid-mujahid muda setelah lahir nanti. Begitupun dengan wanita yang menyusui, akan menjadi bidadari di bulan ini apabila dia tetap berpuasa dan yakin bayinya tidak akan kekurangan gizi. Sekali lagi, Yakin bahwa puasa tidak akan berpengaruh buruk bagi perkembangan janin yang di kandung dan anak yang di susui. Terbukti dengan begitu banyak penelitian ilmiah yang telah mengkaji bidang tersebut.

Kedua. Wanita yang menjaga amalan ibadah wajib (shalat dan puasa) dan menambahnya dengan amalan ibadah sunnah. Bulan ini adalah bulan kemuliaan dan “kelezatan” iman, dimana pahala ibadah-ibadah wajib di lipatgandakan dan apabila kita melakukan amalan sunnah maka pahalanya sama dengan pahala ibadah wajib. Maka wanita sholehah akan memanfaatkan momen ini untuk khatam alqur’an minimal satu kali dalam satu bulan ramadan. Untuk mensiasati datangnya haidh, maka bacalah alqur’an minimal satu setengah juz perharinya. Amalan sunnah yang lain adalah bersedekah kepada orang lain. Salah satu riwayat berikut menjelaskan tentang bersedekah keutamaan memberi makan orang yang berpuasa adalah: “Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia di beri ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”, Rasulullah meneruskan, “jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Ketiga. Wanita yang akan menjadi bidadari itu adalah wanita yang mampu menjaga lisannya untuk tidak membicarakan aib orang lain, karena akan mengurangi amalan ibadah puasanya. “Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya” (HR. Al Bukhari). Untuk itu sebaiknya hindarilah topik pembicaraan yang mengarah kepada qhibah atau mengunjing orang lain.

Keempat. Khusus bagi wanita yang telah bersuami, maka tetap melayani suami di malam hari adalah ibadah lain yang akan meningkatkan derajatnya menjadi isteri sholehah di dunia dan di akherat. Sehingga ada suatu riwayat yang mengatakan bahwa para bidadari di surga cemburu kepada isteri-isteri yang melayani suaminya didunia dengan sebaik-baiknya pelayanan.

Nah, keutamaan lain dapat tetap didapatkan oleh wanita yang sedang haidh yaitu memasakkan makanan untuk berbuka puasa dan sahur bagi orang-orang yang berpuasa di rumahnya.

Oke, ……..tunggu apalagi ? jadilah bidadari di bulan suci penuh cinta ini. Kamukah wanita beruntung itu ?

Ketika Media Nasional Berbicara Tentang PKBM Az Zahra Kepahiang

Kepahiang, 6/5/2020. Ketika Media Nasional Berbicara Tentang PKBM Az Zahra Kepahiang

Pak Aef memperkenalkan diri sebagai wartawan WARTA, media informasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kemdikbud. Beliau menghubungi Umi Yesi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang via whatsApp untuk menjawab tiga pertanyaan beliau yaitu (1) Latar belakang pendirian PKBM, (2) Jumlah Peserta didik yang sudah lulus, dan (3) Program apa saja yang sudah dijalankan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang selama 17 tahun berdiri.

Umi Yesi menjawab pertanyaan beliau dengan gembira, dalam hatinya bangga juga ada media nasional yang akan meliput profil lembaganya.

Awal berdirinya az zahra itu sebenarnya karena sulitnya lapangan pekerjaan di Kepahiang-Bengkulu.  Tahun 2002, saya pulang karena baru selesai wisuda kuliah dari UNDIP Semarang, universitas bergengsi di pulau Jawa. Saya putri daerah yang sekolah di pulau Jawa, pulang dengan harapan ingin membangun daerah. Namun niat itu kandas, karena tidak satupun lamaran pekerjaan yang saya kirim mau menerima saya bekerja. Hingga akhirnya, Maret 2003 saya tertantang untuk membantu seorang guru SD yang mengeluh tentang kenakalan anak laki-laki yang hobby membuka celana dalam anak perempuan. Saat itu melihat warna CD anak perempuan menjadi tren dan kesukaan anak laki-laki di sekolah. Saya dititipi 7 anak yang bandel-bandel tersebut. Mereka saya bimbing dan motivasi diri untuk lebih baik hingga akhirnya mereka berubah total dari siswa nakal menjadi siswa berprestasi di sekolahnya melalui lembaga bernama AZ ZAHRA.

Program Kesetaraan dimulai tahun 2006 sehingga Peserta didik yang lulus tentu sudah ribuan jumlahnya, sebab setiap tahun kami meluluskan sekitar 100 siswa atau lebih. Dan program yang dikelola adalah paket komplet, layanan dilakukan mulai dari anak usia dini, remaja putus sekolah, pemberdayaan perempuan hingga lanjut usia. Fokus yang menjadi layanan di Az zahra hingga saat ini adalah:

  1. Pendidikan Anak usia dini, bagi anak yang miskin di pedesaan. Kami memiliki 13 PAUD yang berada di pedesaan yang menjadi desa binaan;
  2. Program kesetaraan (paket a/paket b/paket c) adalah dominan anak usia sekolah 6-21 th (75%). Faktor utama anak tidak sekolah karena miskin dan masalah sosial lainnya seperti DO, menikah usia dini, korban kekerasan seksual, anak bermasalah hukum/despersi bapaz dll;
  3. Pemberdayaan perempuan untuk perempuan miskin korban kekerasan dalam rumah tangga;
  4. Homecare lansia adalah kegiatan kunjungan rutin oleh pendamping ke rumah-rumah lanjut usia yang nonpotensial;
  5. Sabusabu adalah singkatan satu bulan satu buku, mrupakan gerakan literasi bagi masyarakat agar gemar menulis dan membaca buku. Setiap bulan kami menerbitkan minimal 1 buku;
  6. Budaya Batik Diwo, adalah keterampilan guna melestarikan adat dan budaya di Kabupaten Kepahiang melalui batik tulis diwo. Batik khas kepahiang dengan huruf kha ga nga dan hasil bumi daerah.  Batik tulis menjadi pilihan keterampilan selain untuk melestarikan budaya, ada maksud lainnya, yaitu terapi jiwa bagi anak bermasalah yang mengikuti program kesetaraan. Dengan membatik mereka akan lebih konsentrasi, teliti dan berpikir kreatif. Awalnya mereka nakal tak terkendali, sulit di atur dan melawan dengan tutor. Dengan membatik, konsennya teralihkan. Mereka bisa lebih tenang dan menikmati kegiatan tersebut. Kami terus berinovasi dan mencari cara bagaimana menjinakkan mereka

Di akhir sesi Pak Aef Warta kemdikbud bertanya, “Maaf kalau boleh tahu, jabatan ibu apa aja? Saya baca juga ibu sebagai wanita penggerak dan penulis buku ya”

“Aduh….perlu juga ya…?” jawab Umi merasa malu.

“Iya…supaya kaya aja tulisannya nanti” jawab Pak Aef.

“Oh iya,….saya dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC FPPI) Kabupaten Kepahiang. Selain sebagai Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang saya juga menjabat sebagai Asesor PNF, Penulis Buku, Pengerak perempuan dan  Terapis di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga. Menjadi terapis karena yang kami urus adalah anak atau orang bermasalah.  Anak-anak korban kekerasan yang sekolah di az zahra sebelumnya adalah beberapa klien/pasien yang telah sembuh dari depresinya setelah di terapi dan kembali bersekolah di Az Zahra.

Dan, hari ini kami gembira mendapat kiriman soft file bukti cetak media Warta tersebut. Terimakasi Pak Aef atas ulasannya.

Penyaluran Bansos Progres LU tahun 2020 di LKS LU Az zahra Kepahiang

Kepahiang, 4/5/2020. Penyaluran Bansos Progres LU tahun 2020

Mulai tahun 2020, Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PROGRES LU) New Platform/New Passion merupakan upaya Kementerian Sosial RI dalam peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. PROGRES LU dilakukan secara komprehensif melalui 4 (empat) komponen, yaitu Bantuan Bertujuan Lanjut Usia (BANTU LU), Perawatan Sosial, Terapi, dan Dukungan Keluarga. Sesuai dengan perubahan paradigma, Balai Rehabilitasi Sosial (BRSLU) Budhi Dharma memperoleh tugas melaksanakan penyaluran bantuan PROGRES LU kepada lanjut usia di 16 wilayah binaannya, salah satunya adalah Provinsi Bengkulu.

Jumlah bantuan perlansia sebesar Rp.2.700.000,- (Dua juta tujuh ratus ribu rupiah) untuk maksimal 6 bulan. Rincian dana tersebut akan digunakan sebesar 1.5 juta untuk bantu lanjut usia, sebesar 500 ribu untuk dukungan keluarga yang merawat lansia dan sebesar 700 ribu untuk biaya perawatan dan terapi lansia yang akan dilaksanakan oleh LKS LU.

Kegiatan awal penyaluran bantuan dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang yang diwakili oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Tedi Haryanto Sosiawan, S.Hut dan Supriyanto Kasi Dinsos dan beberapa staf Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang.

Dalam kesempatan tersebut Pak Tedi menyampaikan bahwa keutamaan mengurus lansia adalah mendapatkan surga dan seisinya. Beliau mengapresiasi usaha LKS dan pendamping lansia yang melayani dan mengurus lansia sepenuh hati. Semoga adanya bantuan ini akan membawa manfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia di Kabupaten Kepahiang, pesannya.

Umi Yesi, Ketua LKS menyampaikan bahwa dari 250 lansia binaan LKS Az zahra Kepahiang yang diusulkan dalam proposal, Kabupaten Kepahiang mendapat kuota 100 lansia dengan kriteria umur diatas 60 tahun, lansia potensial/nonpotensial, memiliki NIK dan ID BDT serta tidak menerima bantuan PKH.

Jumlah lansia tersebut masing-masing Kecamatan berbeda-beda dengan rincian Kecamatan Tebat Karai 17 lansia, Bermani ilir 16 lansia, Seberang Musi 4 lansia, Kabawetan 15 lansia, Kepahiang 28 lansia, Ujan Mas 15 lansia dan Muara Kemumu 5 lansia. Dana bantuan sebesar 2,7 juta akan disalurkan selama 4 tahab yaitu bulan Mei s.d Agustus 2020.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang