"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Franco, Manfaatkan Komunitas Literasi Untuk Update Informasi

“Memiliki hobi yang sama dalam sebuah kelompok atau komunitas memang menyenangkan. Contohnya komunitas literasi yang sedang berlatih hari ini. Salah satu manfaatnya adalah untuk Update informasi.” ujar Franco Escobar, S.Kom. Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang Fraksi Pendidikan yang hadir dan membuka kegiatan pelatihan menulis yang bertajuk Literasi Budaya dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia di TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang.

Menurut Franco Aleg muda dan masih single ini, berkomunitas itu sangat penting, karena kita akan berkembang dengan memiliki banyak pengetahuan. Apalagi dari komunitas mampu melahirkan orang-orang hebat. Biasanya orang-orang yang berkomunitas itu sangat suka berbagi ilmu, bersosial, hingga suka berkumpul untuk mendiskusikan banyak hal yang bisa bermanfaat untuk masa depan.

Putra Sulung Zurdi Nata inipun membagikan beberapa manfaat yang penting dalam berkomunitas, yakni: Menambah wawasan yang dapat menambah ilmu pengetahuan (update informasi terus menerus), serta mengembangkan hobi yang sedang kita tekuni. Dengan mengikuti kegiatan seminar, workshop dan talkshow yang dapat menambah banyak ilmu pengetahuan.

Komunitas juga dapat menambah jaringan, sahabat baru, keluarga baru yang dapat memperpanjang silaturahmi. Dapat memiliki ide-ide baru, karena seringnya diskusi. Memberikan pelajaran kepada kita untuk terus bersosial dengan lingkungan sekitar.

Mendapatkan banyak undangan dan bertemu dengan orang-orang hebat, serta mampu menyerap ilmu yang mereka sampaikan. Kemampuan semakin berkembang dan karakter kita semakin terbentuk, hingga konsisten dalam melakukan sesuatu.

Terakhir, Franco berpesan, “Gunakan komunitas literasi ini untuk terus mengupgrade diri. Mungkin hasilnya belum dapat kita nikmati saat ini. Butuh waktu lama dan panjang. Namun tetap saja konsisten menulis, melahirkan karya. Bisa jadi anak cucu kita nanti yang akan memetik hasilnya.”

Pesertapun mengiyakan, mereka merasa terinspirasi dan termotivasi dengan ungkapan yang beliau sampaikan. Insyaallah komunitas ini akan bertahan dan bersemangat berkarya.

Peringati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan Literasi Budaya

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia maka pada Hari Rabu, 28 Oktober 2020 TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang mengadakan pelatihan menulis dengan tema Literasi Budaya Pengembangan Destinasi Wisata dan Budaya di Kepahiang.

Hadir dan membuka acara tersebut Franco Escobar, S.Kom. Komisi Pendidikan DPRD Kab Kepahiang. Hadir juga Dr. Hartono, M.Pd Kadis Dikbud Kab Kepahiang. Ibu Suriani, M.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF. Bapak Sadikin, S.Pd Kabid Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Serta Yogi Sumantri dan Ayu dari Rumah BUMN Kepahiang.

Narasumber kegiatan adalah Kimli Haroswati, S.Pd. M.TPd Ketua FTBM Provinsi Bengkulu dengan materi berjudul Pengelolaan TBM Dalam Rangka Pengembangan Destinasi Wisata Dan Budaya. Emong Soewandi, Budayawan Kepahiang dengan materi berjudul Literasi Budaya Dalam Rangka Pengembangan Destinasi Wisata Dan Budaya. Dan Umi Yesi, penulis buku yang memberikan tips dan trik menulis semudah bercerita.

Hasil akhir kegiatan ini nanti adalah terciptanya para penulis yang mampu menulis buku terutama tentang budaya-budaya yang ada di Kabupaten Kepahiang.

“Semua peserta yang hadir akan mendapatkan e-sertifikat dan karya-karnyanya akan diterbitkan dan dicetak menjadi buku.” ujar Kms Fahrudin, S.Pd. Ketua TBM Cahaya yang menjadi Ketua panitia kegiatan.

Kegiatan ini disponsori oleh TBM Cahaya bekerjasama dengan FTBM Provinsi Bengkulu dan Rumah BUMN Kepahiang.

Geliat TBM di Kepahiang Mencerahkan

Kimli Haroswinarti, S.Pd.M.TPd Ketua Forum TBM Provinsi Bengkulu datang ke Kepahiang. Beliau menemani Pak Ali Chatani, tim dari Kemdikbud yang melakukan kunjungan ke Taman Bacaan yang ada di Kepahiang, antara lain TBM Cahaya dan TBM Widya Kencana.

Keunggulan TBM Cahaya dalam gerakan literasi di Kepahiang adalah Kelas Menulis Sabusabu. Kelas ini melatih para calon penulis, menerbitkan buku dan mencetak buku hasil karya mereka tersebut.

Menjelang siang mereka berkunjung ke TBM Widya Kencana. Kali ini ikut serta Pak Hendri Ketua FTBM Kabupaten Kepahiang. Keunggulan TBM ini adalah adanya Pekan Ceria yaitu kegiatan membaca buku sambil mendongeng.

Pak Ali sangat antusias dengan gerakan pegiat literasi di Kepahiang. Beliaupun menanyakan apa saja kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan literasi.

Menurut Umi Yesi, salah satu penulis mengungkapkan bahwa solusi mengajak masyarakat gemar membaca adalah dengan menulis. Dengan menulis maka otomatis mereka akan membaca. Namun kendalanya adalah ketika masyarakat sudah bisa menulis maka perlu dicetak menjadi buku. Nah…biaya mencetak buku ini yang menjadi kesulitan di kelas menulis yang beliau ampu.

Sedangkan kesulitan TBM Widya Kencana adalah dalam mengarsipkan buku. Panduan katalog dan dokumen buku lainnya. Hal ini perlu adanya pelatihan bagi pengelola TBM.

Senada dengan ungkapan pegiat literasi Kepahiang tersebut, Ibu Kimli berharap agar Pak Ali menyampaikan keluhan dan kesulitan tersebut kepada tim literasi di Kemdikbud.

“Geliat TBM di Kepahiang ini mencerahkan. Kegiatan mereka nyata dan bervariasi dalam mengerakkan literasi. Untuk itu saya mohon mereka ini dibantu dengan pelatihan dan dana-dana yang menunjang kegiatan. Serta adanya honor yang memadai bagi pengelola TBM . Supaya mereka fokus dalam melakukan literasi ini”

Menanggapi hal tersebut Pak Ali berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan beliau. “Insyaallah….saya telah mencatat apa saja kendala dan kesulitan yang dihadapi TBM di sini. Nanti usulan dan harapan pegiat literasi ini akan saya sampaikan. Saya yakin masa depan pengelola TBM bakal cerah. Kami sedang berjuang dan mengusahakan adanya honor bagi pengelola TBM sesuai UMR”

Mendengar kabar baik tersebut, semua yang hadir mengaminkan. Terakhir, mereka berkunjung ke Rumah Kreatif Batik Diwo Kepahiang di obyek wisata Mountain Valley Kabawetan. Di sini mereka menyaksikan literasi budaya para pengrajin batik diwo. Batik Diwo adalah literasi budaya dalam melestarikan huruf kha ga nga, huruf aksara Redjang.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang