Jemput Bintang di Bukit Menyan: Saat Keramahan Warga dan Komitmen Gizi Bertemu
Jemput Bintang di Bukit Menyan: Saat Keramahan Warga dan Komitmen Gizi Bertemu
BERMANI ILIR (6/2/2026) – Perjalanan Roadshow Jemput Bintang dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Az Zahra Kepahiang terus berlanjut. Kali ini, langkah kami tertuju pada titik terjauh di Kecamatan Bermani Ilir: Desa Bukit Menyan. Meski berada di “ujung” kecamatan, kehangatan yang kami temukan di PAUD Mutiara Kasih justru terasa sangat dekat di hati.
Keindahan Alam dan Kekuatan Gotong Royong
Perjalanan jauh menuju Bukit Menyan terasa singkat karena mata dimanjakan oleh pemandangan alam yang asri di sepanjang jalan. Setibanya di sana, suasana sejuk desa menyambut rombongan Umi Yesi, yang kali ini hadir didampingi oleh Ibu Mulyanti (Ketua IGTKI Kabupaten Kepahiang) dan Ibu Titi Sarimanah (Owner Travel Umrah Haqqtour).
Keberlanjutan PAUD Mutiara Kasih yang berdiri sejak 2014 ini adalah bukti nyata sinergi yang sehat. Dukungan penuh dari Kepala Desa setempat dan besarnya kepercayaan masyarakat menjadi pondasi kuat bagi lembaga ini untuk terus mencetak generasi unggul meski berada di wilayah terpencil.
Kejutan “Bintang Inspirasi”: Sekolah Tanpa Mie Instan
Salah satu misi utama gerakan Jemput Bintang adalah mengedukasi orang tua tentang pentingnya asupan gizi yang benar, terutama dengan menghindari bekal mie instan yang terus-menerus. Di Bukit Menyan, Umi Yesi mendapatkan kejutan yang luar biasa.
Dalam sesi sosialisasi, ditemukan seorang ibu yang dengan konsisten tidak pernah memberikan bekal mie instan kepada anaknya. Hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan kesehatan anak telah tumbuh subur di desa ini.
“Ini adalah ‘Bintang Inspirasi’ yang sesungguhnya. Memberikan makanan bergizi bukan soal kemewahan, tapi soal kasih sayang dan kepedulian orang tua terhadap masa depan otak dan tubuh anak,” ujar Umi Yesi dengan penuh apresiasi.
Kedekatan yang Tanpa Sekat
Keramahan masyarakat Bukit Menyan membuat rombongan merasa bukan seperti tamu, melainkan bagian dari keluarga besar. Kedekatan tanpa sekat ini menjadi energi tambahan bagi Yayasan Az Zahra untuk memastikan bahwa anak-anak di desa paling pojok sekalipun tetap mendapatkan perhatian pendidikan dan kesehatan yang sama baiknya dengan di kota.
Misi Jemput Bintang: Menjemput Peran Ayah, Mencegah Fatherless Syndrome
Misi Jemput Bintang: Menjemput Peran Ayah, Mencegah Fatherless Syndrome
KABAWETAN (5/2/2026) – Pagi ini, Desa Sidorejo tampak lebih cerah. Barisan anak-anak TK IT Bougenville Indah dengan seragam merah menyala menyambut kehadiran rombongan Yayasan Az Zahra Kepahiang. Namun, kehadiran Umi Yesi kali ini tidak hanya untuk menyapa, melainkan membawa sebuah pesan penting yang langsung menyentuh sanubari setiap keluarga: Misi Menjemput Peran Ayah.
Ancaman “Rumah Tanpa Ayah”
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Umi Yesi mengungkapkan kekhawatiran tentang fenomena Fatherless Syndrome—suatu kondisi di mana meskipun Ayah ada secara fisik, namun kehadirannya tidak dirasakan oleh anak-anak karena kurangnya interaksi.
“Anak-anak kita butuh pahlawan di rumah. Melalui misi Jemput Bintang ini, kami mengajak para Ayah di Desa Sidorejo untuk kembali hadir utuh,” tutur Umi Yesi.
Misi Sederhana, Makna Luar Biasa
Umi menitipkan misi sederhana namun sangat berarti bagi para Ayah:
* Luangkan waktu untuk antar-jemput anak ke sekolah.
* Sempatkan membacakan cerita sebelum anak terlelap di malam hari.
Dua hal sederhana ini dipercaya menjadi kunci agar anak merasa dicintai dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menatap masa depan.
Kejutan Berkah: Hadiah Umrah dari Haqqtour
Misi ini bukan sekadar imbauan. Bekerja sama dengan Ibu Titi Sarimanah dari Travel Haqqtour, Yayasan Az Zahra menyiapkan kejutan luar biasa. Bagi para Ayah yang menunjukkan kesungguhan dan perubahan nyata dalam mendampingi anak-anaknya, tersedia Voucher Umrah sebagai bentuk apresiasi.
“Kami ingin melihat Ayah-Ayah di Kabawetan menjadi pelopor perubahan. Hadiah Umrah ini adalah cara kami menghargai ketulusan seorang Ayah dalam menjaga bintang-bintang kecilnya,” ujar Ibu Titi Sarimanah.
Sinergi untuk Masa Depan
Kunjungan yang juga dihadiri oleh Henny (Instruktur Driver) ini mempertegas komitmen Yayasan Az Zahra bahwa pendidikan anak adalah kerja sama antara sekolah, ibu, dan yang tak kalah penting: Ayah.
Semoga dari dinginnya udara Kabawetan, hangatnya peran Ayah mulai tumbuh kembali, membawa anak-anak TK IT Bougenville Indah terbang tinggi menggapai cita-cita.
Misi Jemput Bintang: Stop Bekal Mie Instan kepada Anak PAUD
Misi Jemput Bintang: Stop Bekal Mie Instan kepada Anak PAUD
Sebuah Pesan Menyentuh dari Umi Yesi (Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang)
Di setiap pagi saat Ayah dan Bunda menyiapkan kotak bekal, sebenarnya kita sedang menyiapkan “bahan bakar” bagi calon pemimpin bangsa.
Melalui misi Jemput Bintang Az Zahra 2026, Umi Yesi secara khusus menitipkan pesan cinta kepada seluruh wali murid: Mari kita hentikan kebiasaan memberikan bekal mie instan kepada anak-anak usia dini.
Mengapa Kita Harus Berhenti Sekarang?
Mungkin mie instan terlihat praktis, namun dampaknya bagi kesehatan anak PAUD adalah ancaman nyata di masa depan. Konsumsi rutin mie instan membawa efek jangka panjang yang mengkhawatirkan:
* Menghambat Kecerdasan: Kurangnya nutrisi penting (zat besi, protein, dan vitamin) membuat otak anak sulit fokus dan konsentrasi belajar menurun.
* Ancaman Penyakit Degeneratif: Kandungan natrium (garam) yang sangat tinggi meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan fungsi ginjal sejak usia muda.
* Gangguan Pertumbuhan (Stunting): Mie instan adalah “kalori kosong” yang tidak mendukung pertumbuhan tulang dan otot secara optimal.
* Ketergantungan Rasa: Lidah anak akan terbiasa dengan penguat rasa (MSG), sehingga mereka menolak rasa alami sayur dan buah yang sangat dibutuhkan tubuh.
Menanam Benih Peradaban Melalui Makanan Sehat
Yayasan Az Zahra Kepahiang memiliki mimpi besar. Kami ingin setiap anak yang bersekolah di sini tumbuh menjadi pribadi yang Sehat, Cerdas, dan Ceria.
Harapan kami bukan sekadar mendidik mereka hari ini, tetapi menyiapkan mereka untuk menjadi Pemimpin Peradaban di masa yang akan datang. Pemimpin yang tangguh hanya lahir dari tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat.
> “Guru-guru kami akan terus menstimulus dan mengajak anak-anak untuk mencintai sayur dan buah di sekolah. Namun, kami butuh Ayah dan Bunda untuk menjadi pahlawan kesehatan bagi mereka di rumah.” — Umi Yesi
>
Mari bersama-sama kita ganti mie instan dengan sayuran, buah-buahan, dan protein bergizi. Mari kita jemput cahaya “Bintang” anak-anak kita dengan pola makan yang benar.
Sehat Mulai Sekarang, Hebat di Masa Depan!


