BERITA PKBM
Santri TK IT Bougenville Indah Pukau Penonton dalam Pentas Kreasi dan Unjuk Karya Literasi
Penuh Percaya Diri, Santri TK IT Bougenville Indah Pukau Penonton dalam Pentas Kreasi dan Unjuk Karya Literasi
KEPAHIANG– Suasana haru dan bangga tercinta dalam acara Pentas Kreasi yang digelar oleh TK IT Bougenville Indah pada Minggu (21/06/2026).
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di bawah naungan Yayasan Az Zahra Kepahiang ini sukses menyelenggarakan wadah ekspresi bagi para santrinya untuk tampil berani dan percaya diri di atas panggung.
Acara ini bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan menjadi panggung unjuk kerja nyata dari hasil program literasi Islam dan pembentukan karakter yang selama ini diterapkan di TK IT Bougenville Indah.
Sejak pagi, para santri kecil ini dengan penuh semangat dan tanpa rasa canggung menunjukkan berbagai potensi terbaik mereka. Acara diawali dengan pembukaan yang khidmat melalui kata sambutan serta lantunan bacaan Al-Qur’an dan Sari Tilawah (arti)** yang dibawakan langsung oleh jemari dan suara jernih para santri. Rasa takjub langsung terasa dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Tidak hanya kemampuan spiritual, kelincahan fisik dan kreativitas seni juga ditampilkan melalui gerak emosional dalam sesi **menari**. Kemampuan verbal anak-anak pun terasah tajam, terlihat saat mereka bergantian maju untuk **bercerita**, **membaca puisi**, hingga melantunkan **pantun nasihat** yang sarat akan makna kebaikan.
Pondasi Karakter Sejak Dini melalui Hafalan Doa dan Hadist
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah demonstrasi hafalan yang menjadi core program literasi agama di TK IT Bougenville Indah. Secara bergantian dan berkelompok, para santri melafalkan:
* **Hafalan Hadist:** Hadist tentang Niat, Hadist Larangan Marah, serta Hadist Adab Makan dan Minum.
* **Hafalan Doa Harian:** Doa ketika bercermin, doa memakai pakaian, doa untuk kedua orang tua, hingga doa keselamatan dunia akhirat.
* **Surat Pendek:** Kelancaran membaca Surat Al-Lahab dan Surat Al-Fiil.
* **Praktik Ibadah & Zikir:** Lantunan dzikir bersama, hafalan doa Iftitah, hingga bacaan Tasyahud Akhir sebagai fondasi utama ibadah shalat.
Ketua Yayasan Az Zahra Kepahiang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru, orang tua, dan seluruh santri. Penampilan hari ini adalah bukti nyata bahwa ruang belajar yang aman, penuh empati, dan mendukung akan melahirkan anak-anak yang berkarakter kuat, cerdas, dan religius.
Melalui pentas kreasi ini, TK IT Bougenville Indah kembali menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan generasi literasi yang berakhlak mulia dan siap menyongsong masa depan dengan percaya diri.
Membanggakan! Ini Deretan Bintang Kesetaraan Tahun 2026
Membanggakan! Ini Deretan Bintang Kesetaraan Tahun 2026
KEPAHIANG, – Suasana haru di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Az Zahra Kepahiang pada Sabtu (20/6/2026). Hari ini menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh seluruh warga belajar Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C, seiring dengan dilaksanakannya pembagian raport akhir tahun ajaran.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan ini bukan sekadar rutinitas pembagian lembar nilai, melainkan bentuk selebrasi atas kerja keras, ketekunan, dan komitmen para warga belajar yang telah berjuang menuntaskan pendidikan mereka tanpa mengenal batas usia dan tantangan yang ada.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah PKBM Az Zahra Kepahiang mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh warga belajar yang terus konsisten menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan Kesetaraan terbukti bukan sekadar alternatif, melainkan jembatan emas menuju masa depan yang setara dan gemilang.
Apresiasi Khusus untuk Bintang-Bintang Az Zahra Kepahiang
Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas dedikasi yang luar biasa, PKBM Az Zahra Kepahiang dengan bangga mengumumkan nama-nama warga belajar yang berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat kelasnya masing-masing pada semester ini.
Berikut adalah deretan anak berprestasi PKBM Az Zahra Kepahiang tahun 2026:
Pendidikan Kesetaraan Paket A (Setara SD)
Fase A B : M. Alzikri
Fase C:
* Azifatirta Rahayu
* Zahri Ramadhan
* Isma
Pendidikan Kesetaraan Paket B (Setara SMP)
Fase D
1. Apan Alvino Harahap
2. Malik Harahap
3. M. Dani
Fase D:
1. Widya
2. Niko
3. Bayu Ramadani
Pendidikan Kesetaraan Paket C (Setara SMA)
Fase E:
1. M. Annas Sobri
2. Ahmad Apriza Prabowo
3. Siti Zulaekah
Fase F:
1. Meli Febrianti
2. Melia Evi Diana
3. Jihan Putri Pitaloka
> “Prestasi yang diraih hari ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan atau latar belakang apa pun tidak akan pernah bisa membendung semangat seseorang untuk maju. Selamat kepada para juara, dan untuk seluruh warga belajar, perjalanan kalian masih panjang. Tetaplah menjadi bintang di mana pun kalian berada!”
>
Selamat kepada seluruh warga belajar PKBM Az Zahra Kepahiang atas capaian yang diraih hari ini. Mari kita terus melangkah bersama, saling menguatkan, dan membuktikan bahwa Pendidikan Setara, Masa Depan Luar Biasa!”(Red/AzZahra)
Literasi Kopi Semang Desa Batu Ampar
LITERASI KOPI SEMANG DESA BATU AMPAR
KEPAHIANG (18/6/2016) – Kopi bukan sekadar tentang rasa yang tercecap di lidah, melainkan tentang kisah di balik setiap bijinya. Di Desa Batu Ampar, sebuah desa penyangga Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, lahir sebuah produk kopi premium yang sarat akan nilai kearifan lokal dan spiritualitas: Kopi Semang
Dikembangkan oleh kelompok Perempuan Alam Lestari (PAL), Kopi Semang bukan komoditas bisnis biasa. Ia adalah simbol gerakan lingkungan sekaligus perayaan martabat para perempuan lansia di usia senja melalui tradisi luhur yang disebut Nyemang.
Filosofi *Nyemang*: Kemandirian dan Martabat di Usia Senja
Secara harfiah, *Nyemang* adalah aktivitas memungut biji kopi yang berjatuhan di lantai kebun. Biji-biji ini jatuh setelah kulit luarnya yang manis habis dimakan oleh satwa liar penghuni hutan, seperti tupai, monyet, atau kelelawar.
Bagi perempuan lansia di Desa Batu Ampar, tradisi ini adalah ruang pembuktian bahwa usia senja bukanlah alasan untuk berhenti berdaya. Melalui filosofi selama kaki masih bisa melangkah dan tangan masih bisa memungut, hidup harus terus berdaulat, mereka mempertahankan harga diri dengan menghasilkan pendapatan mandiri.
Hasil dari memungut biji demi biji kopi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur hingga membelikan jajanan bagi cucu tercinta, tanpa harus menjadi beban bagi anak-anak mereka.
Hebatnya, tradisi ini dirajut oleh hukum adat yang sangat indah. Pemilik kebun di Desa Batu Ampar tidak boleh melarang atau memarahi siapa pun, terutama para lansia, yang masuk ke lahan mereka untuk *Nyemang*.
Ini adalah potret nyata solidaritas sosial—sebuah filosofi berbagi tanpa merasa kehilangan, di mana modal sosial berupa rasa saling percaya tumbuh subur di atas segalanya.
Pilihan Satwa, Diproses dengan Kasih Sayang
Sekilas, konsep Kopi Semang mirip dengan kopi luwak. Namun, keunikannya terletak pada kebebasan satwa liar yang hanya memakan kulit ceri kopi yang benar-benar matang di pohon, lalu menyisakan bijinya begitu saja.
Biji pilihan alam inilah yang kemudian dikumpulkan secara telaten oleh tangan-tangan sabar para lansia. Proses yang lambat, kontemplatif, dan penuh rasa syukur ini dilanjutkan dengan penyortiran manual menggunakan tampah, dibersihkan, hingga diproses secara higienis. Ketelatenan ini menghasilkan cita rasa kopi premium yang khas, yang konon memberikan sensasi ketenangan dan “bahagia” bagi siapa saja yang meminumnya.
Misi Gerakan Tangguh Iklim dan Harmoni Alam
Di balik nikmatnya secangkir Kopi Semang, ada pesan kuat tentang konservasi dan adaptasi perubahan iklim. Perempuan petani di Desa Batu Ampar menanam kopi dengan sistem agroforestri—tumpang sari bersama pohon buah seperti durian, alpukat, dan jengkol.
Pohon-pohon pelindung inilah yang menjadi benteng hijau pelestarian lingkungan sekaligus habitat alami bagi satwa liar. Melalui Kopi Semang, para lansia dan perempuan petani setempat mengajarkan filosofi koeksistensi (hidup berdampingan secara damai). Manusia tidak perlu memusuhi atau memburu satwa yang memakan buah kopi mereka. Satwa mengambil haknya berupa kulit buah, dan manusia memungut berkah dari biji yang ditinggalkan.
Kopi Semang adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk lokal dari sudut Kepahiang mampu menyatukan untaian doa, pelestarian bumi, dan penegakan martabat perempuan dalam satu cangkir yang menghangatkan jiwa.


