Az Zahra Kepahiang
Wanita Jelata
Wanita Jelata
File : Kisah-kisah Islam by Heksa
Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah pas pas an. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.
Dengan keheranan sang Gubernur bertanya, “Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”
Wanita jelata itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”
“Maksud engkau?” tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.
“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu salat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”
Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.
Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas tak cantik itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang Gubernur bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang tak menarik itu.
Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas krystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintahkan agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu.
Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan lusuh berparas biasa saja. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.
Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?”
Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab, Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.”
Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.
Sebab lainnya?” tanya Gubernur.
Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Alquran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.”
Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya. “Masih ada sebab lain?”
Perempuan itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”
Maka ketika kemudian Gubernur semakin jatuh hati pada wanita jelata itu, dia melamar lalu menikahinya. Perempuan biasa, berwajah pas-pasan namun cerdas dan berakhlak mulia.
Semua yang hadir dan mendengar berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.
Usulkan Rumah Singgah dan Pemberdayaan Perempuan dalam Musrenbang Kabupaten Kepahiang
Kepahiang, 18/3/2020. Musrenbang Kabupaten Kepahiang
Bertempat di Aula Guest House Kepahiang hari ini telah dilaksanakan Musrenbang Kabupaten Kepahiang yang dibuka oleh Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah. Hadir Bupati dan wakil Bupati Kepahiang, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Ketua dan Waka 1 DPRD Kepahiang, Kapolres, Waka Pengadilan Negeri, Anggota Dewan Perempuan, Kepala Dinas, para Camat, organisasi perempuan/LSM Cahaya Perempuan dan Forum Anak Kepahiang (Fadek).

Setelah penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD dan beberapa materi dari narasumber yaitu Edwar Samsi dari DPRD Provinsi Bengkulu, Kepala Bappenas, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu dan Kepala Bappeda Kabupaten Kepahiang, maka dilakukan sesi tanya jawab yang dipimpin oleh bapak Pisman.

Penanya pertama adalah perwakilan dari Forum Anak Kepahiang (Fadek) yang mengeluhkan tentang permasalahan anak di Kabupaten Kepahiang yang kian memprihatinkan. Namun mereka tidak dapat berbuat banyak karena SK Kepengurusan yang baru belum diterbitkan. Mereka berharap Pemda dapat mendukung dan memperhatikan permasalahan anak lebih baik ke depannya, sebab tahun 2019 Kepahiang mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak.
Umi Yesi, Ketua DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia dan Ketua Bidang Advokasi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) turut hadir dan menyampaikan usulannya. Beliau menyimak penjelasan Pak Agus narasumber dari Bappenas yang menyatakan bahwa Visi Presiden tahun 2019-2024 yang pertama adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia. (1) Pemerintah menjamin kesehatan ibu hamil dan anak usia sekolah, (2) Pemerintah akan meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen talenta.
Mengapa pembangunan SDM menjadi prioritas? Sebab kita perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia tidak produktif. Untuk itu Umi mengusulkan dua hal yaitu perlunya rumah singgah dan dukungan pada perempuan pengrajin batik diwo Kepahiang.
Apabila SDM ini tidak segera kita persiapkan maka akan menjadi ancaman Pemerintah Daerah. Maraknya kenakalan remaja dan pergaulan bebas juga menjadi PR yang harus segera dituntaskan. Untuk itu dalam rangka mempersiapkan bonus demografi dan menciptakan penduduk produktif yang sehat, cerdas, terampil produktif dan religius sebagaimana tema musrenbang hari ini, maka kami mohon untuk dibangun RUMAH SINGGAH/RUMAH AMAN. Rumah ini sangat dibutuhkan untuk penanganan kasus terhadap perempuan dan anak yang semakin meningkat.
Usulan kedua yaitu pemberdayaan perempuan melalui batik Diwo. Saat ini sudah ada kelompok perempuan Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan yang sudah dilatih untuk membatik. Harapan ke depan setiap Kecamatan memiliki kelompok perempuan dengan keterampilan lokal kepahiang yaitu Batik Diwo. Jika hasil karya perempuan ini dapat kita hargai dan dapat mensejahterakan mereka maka kekerasan terhadap perempuan di Kepahiang dapat kita minimalisir.
Dua usulan dibidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut direspon positif oleh Pak Feri Irawan Kepala Bappedda Kepahiang dan diapresiasi oleh Pak Zamzami Sekda Kepahiang.
Urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini juga di respon oleh Pak Zainal anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Beliau prihatin dengan minimnya anggaran dana untuk perempuan dan anak. Untuk itu perlu adanya sinergi dan gerakan dari organisasi perempuan di Kabupaten Kepahiang agar permasalahan perempuan dan anak dapat menjadi prioritas.
Pak Zamzami juga sangat menyayangkan tahun ini, anggaran untuk Organisasi Wanita atau GOW ditiadakan, padahal Kabupaten lain masih menganggarkan. Peran organisasi perempuan sangat penting di Kepahiang, mengingat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2021 anggaran untuk perempuan jangan sampai terlewat, pesannya.

Ayo perempuan Kepahiang….kita bergerak…tunjukkan aksimu!
Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepahiang.
17 tahun Az Zahra bisa apa?
17 tahun Az Zahra bisa apa?
Maret adalah bulan sejarah lahirnya Az Zahra, tepatnya tanggal 1 Maret 2003. Lahir di garasi rumah yang beralamat di Jln Tunggal Kelurahan Sejantung. Pada mulanya Az Zahra dibentuk untuk memberikan pendampingan kepada anak Sekolah Dasar di sekitar rumah (SD Kompleks Pasar Kepahiang). Saat itu sedang marak keusilan anak laki-laki yang suka membuka rok anak perempuan untuk mengetahui warna celana dalam yang sedang mereka kenakan.
Umi Yesi yang baru pulang dari Jawa setelah menamatkan kuliah di Universitas Diponegoro Semarang merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membimbing anak-anak tersebut. Maka bersama teman-teman anggota pengajian membuka Bimbingan Belajar yang diberi nama Az-Zahra, artinya bunga. Harapannya lembaga ini akan memberi kesejukan dan keharuman selayaknya bunga yang indah. Siswa yang mendaftar saat itu ada 7 orang, laki-laki semua. Alhamdulillah dari 7 siswa tersebut ada 5 siswa yang berhasil merubah diri dari siswa rangking akhir menjadi tiga besar di sekolahnya. Dari anak laki-laki yang usil menjadi anak yang periang dan populer di sekolah.
Semakin tahun siswa semakin bertambah, layananpun bertambah hingga akhirnya memutuskan menjadi satuan pendidikan bernama PKBM Az Zahra Kepahiang pada tahun 2005. Program paket C dimulai pada tahun ini dengan jumlah siswa 60 orang. Tahun 2006 layanan paket B dimulai dengan jumlah siswa 26 orang. Dan tahun 2007 program paket A, PAUD, lifeskill dan pemberdayaan perempuan di mulai.
Tahun ini usia Az Zahra tepat 17 tahun. Selama itu apa yang telah dilakukan untuk memberi kontribusi membangun di Kabupaten Kepahiang? 17 tahun Az Zahra bisa apa? Berikut mungkin bisa menjadi memoar Az zahra dari berdiri hingga usia 17 tahun saat ini. Apa sih yang sudah dilakukan?
PENDIDIKAN KESETARAAN (Paket A/B/C)
Pendidikan Kesetaraan adalah program pendidikan nonformal yang ditujukan bagi warga masyarakat yang karena keterbatasan sosial, ekonomi, waktu, kesempatan dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan di sekolah formal.
Faktor utama anak tidak bersekolah yaitu kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya. Kemiskinan di Kabupaten Kepahiang masih sangat tinggi, hal ini tercermin dari data Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) sebanyak 5.589 Keluarga Miskin (sumber data dari operator PKH Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang per 5 Februari 2020). Dominansi anak putus sekolah berada dalam keluarga penerima manfaat ini. Anak-anak tersebut biasanya membantu orangtuanya bekerja di kebun atau menjadi buruh dengan bayaran rendah sebab keterampilan yang di miliki masih minim. Ada juga anak yang bekerja di warnet, penjaga toko baju, pembantu rumah tangga atau jadi pengasuh anak, kuli angkut di pasar pagi dan jadi kuli bangunan.

Faktor kedua anak tidak sekolah atau putus sekolah karena faktor permasalahan sosial yang menimpanya. Contohnya adalah anak korban perkosaan, mereka di keluarkan dari sekolah formal dengan alasan mempermalukan sekolah. Hal ini menurut saya tidak benar, sebab tidak ada satupun anak yang mau dan suka di perkosa, lalu mengapa pihak sekolah mengeluarkan dan memberikan sanksi berat tersebut.
Contoh lainnya adalah anak korban pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan usia dini. Pengaruh internet dan video porno sangat besar bagi pendidikan anak anak kita. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan fisik dan otak anak-anak kita. Mereka tumbuh dewasa melebihi batas kewajarannya. Dan fenomena pernikahan dini ini sudah merambah ke tingkat pendidikan SD dan SMP. Berikut jumlah peserta didik 3 tahun terakhir yang bersekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang:
| Th Pelajaran | Jumlah Peserta Didik Paket | Total | ||
| A | B | C | ||
| 2017/2018 | 32 | 85 | 118 | 235 |
| 2018/2019 | 36 | 110 | 111 | 257 |
| 2019/2020 | 19 | 119 | 117 | 255 |
| Total | 87 | 314 | 346 | 747 |
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan sekaligus masa krisis dalam kehidupan manusia yang akan menentukan perkembangan kehidupan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama, sehingga upaya pengembangan seluruh potensi anak usia dini harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.

Undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa membuka peluang bagi gerakan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan nonformal. Gerakan satu desa satu PAUD di Kabupaten Kepahiang di mulai tahun 2014. PKBM az zahra Kepahiang ikut serta dalam mensukseskan gerakan tersebut, maka jumlah PAUD dan Desa binaan semakin meningkat yaitu:
| No | Nama PAUD | Tanggal Berdiri | Alamat | |
| Desa/Kel | Kecamatan | |||
| 1 | Bougenville Indah | 22/10/2007 | Sidorejo | Kabawetan |
| 2 | Fatonah | 10/03/2007 | Tapak Gedung | Tebat Karai |
| 3 | At Thoriq | 01/09/2009 | Padang Lekat | Kepahiang |
| 4 | Pondok Qalam | 10/01/2010 | Pasar Kepahiang | Kepahiang |
| 5 | Asyifa | 17/01/2011 | Bayung | Seberang Musi |
| 6 | Miftahunnajjah | 19/09/2011 | Taba Baru | Bermani Ilir |
| 7 | Pandan Wangi | 28/08/2014 | Taba Padang | Seberang Musi |
| 8 | Ar Rosyad | 22/12/2014 | Talang Gelompok | Seberang Musi |
| 9 | Pelita Hati | 28/12/2014 | Tebat Laut | Seberang Musi |
| 10 | Oryza Sativa | 28/08/2014 | Limbur Lama | Bermani Ilir |
| 11 | Tunas Bangsa | 22/12/2014 | Cinta Mandi Baru | Bermani Ilir |
| 12 | Al Fattah | 24/12/2014 | Karang Endah | Kepahiang |
| 13 | Nu Fallah 79 | 23/06/2017 | Suka Merindu | Kepahiang |
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Pemberdayaan, mengandung makna membuat agar orang mampu bekerja untuk pembangunan mereka sendiri ke arah perubahan pola pikir dan sikap perilaku sebagai manusia yang bertanggung jawab untuk mejalankan fitrahnya, yaitu manusia yang mampu memberikan potensi yang ada dalam dirinya untuk kesejahteraan diri dan lingkungannya, bagi kelompoknya, bagi organisasinya dan bagi komunitas masyarakatnya.
Permasalahan sosial yang sering di jumpai antara lain banyaknya perempuan menikah di bawah umur akibat menganggur dan putus sekolah, serta banyaknya perempuan menjadi kepala keluarga (PEKA) pada musim paceklik dikarenakan suaminya pergi ke kota untuk menjadi buruh serabutan, sementara mereka ditinggal di kampung dengan bekal seadanya dan kerepotan pula dalam mengasuh dan mendidik anak mereka.

Dampak dari permasalahan tersebut membuat perempuan rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, adanya kematian ibu hamil dan melahirkan dan ketidak berdayaan perempuan dalam mengelola ekonomi keluarga. Program yang sudah dan pernah dilakukan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang untuk perempuan ekonomi menengah ke bawah dan bermasalah sosial tersebut antara lain:
| Tahun | Nama Keterampilan | Jumlah Peserta | Lokasi Kegiatan |
| 2020 | Membatik/batik tulis Diwo Kepahiang | 26 | Desa Sidorejo Kec Kabawetan |
| 2019 | Teknik Potong Rambut level dasar | 30 | Desa Tugurejo kec Kabawetan |
| 2018
|
Menjahit | 20 | Panti Bina remaja Bengkulu |
| 2017 | Tata Rias Pengantin | 20 | Laili salon, Dusun Kepahiang |
| 2016 | Pembuatan saos dan dodol pepaya | 20 | Desa Tebat Monok Kec Kepahiang |
SATU BULAN SATU BUKU (Sabusabu)
Kami belum menjadi penulis yang hebat. Kami juga bukan penulis yang terkenal. Buku baru beberapa yang diterbitkan. Belum banyak yang membaca dan berminat membelinya. Namun, kami mempunyai mimpi. Mimpi yang besar, yaitu mengajak orang lain untuk ikut menulis. Kami berpikir bahwa mengajak orang lain untuk gemar membaca harus dimulai dengan menulis. Sebab jika sudah pandai menulis, otomatis mereka akan mahir membaca. Minimal mereka akan membaca hasil tulisannya sendiri.

Maka, bismillah tim Az Zahra berembuk dan membuat ide brilian dengan membuka kelas menulis fiksi Sabusabu. Apa Sabusabu? Itu adalah istilah dan doa kami yang merupakan singkatan dari Satu Bulan Satu Buku. Harapannya semua alumni kelas menulis mampu membuat karya setiap bulannya. Baik karya bersama maupun karya pribadi, buku sendiri. Sabusabu adalah candu. Ketika mereka berhasil membuat satu naskah maka akan lahirlah naskah-naskah lainnya. Berikut beberapa judul buku karya alumni kelas sabusabu.
| No | Judul | Penulis | Kategori |
| 1 | Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Novel |
| 2 | Tak Cukup Dengan Mimpi | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Kumpulan Cerita Pendek |
| 3 | Perempuan Membangun Kepahiang Maju Mandiri Sejahtera | Umi Yesi
Ketua PKBM Az Zahra Kph |
Biografi |
| 4 | Jejakku di Pendidikan Nonformal | Tutor Bantu SPNF SKB Lebong | Kumpulan Cerita Pendek |
| 5 | Rindu Tak Bertepi | Oscar Marwan
Tutor SKB Lebong |
Kumpulan Cerita Pendek |
| 6 | Purnama di Ufuk Kerinduan | Nurul Insan
Tutor SKB Lebong |
Kumpulan Puisi |
| 7 | Fenomena Mulai dari Nol | Budi Susanto Diporedjo | Kumpulan Puisi |
| 8 | Dandelion | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-1 | Kumpulan Cerita Pendek |
| 9 | Melawan Rasa | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-2 | Kumpulan Cerita Pendek |
| 10 | Epilog Dua Hati | Karya bersama alumni kelas menulis angkatan ke-3 | Kumpulan Cerita Pendek |
| 11 | Edelweis Catatan Seorang Bidan Desa | Leci Zohar
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
| 12 | Mikrofthalmia, Dua Mata Tapi Tak Sama | Siti Asma
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
| 13 | Perjalanan Pembuktian Cinta | Susilaeviyanti
Alumni Kelas Menulis |
Novel |
| 14 | Bias Asa | Puji Astuti alumni kelas menulis | Puisi |
PENDAMPINGAN DAN PERAWATAN SOSIAL LANJUT USIA (Homecare)
Homecare lanjut usia merupakan pelayanan pendampingan dan atau perawatan lanjut usia di rumah dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
yang dilakukan oleh keluarga, kerabat atau warga masyarakat setempat. Homecare lanjut usia memiliki beberapa fungsi antara lain pencegahan,
promosi, rehabilitasi dan perlindungan serta pemeliharaan. Jumlah lansia yang sudah didampingi 3 tahun sebagai berikut:
| No | Tahun | Jumlah Lansia |
| 1 | 2019 | 75 |
| 2 | 2018 | 50 |
| 3 | 2017 | 100 |
| Total | 225 |

PRESTASI
Selama 17 tahun mengabdi, beberapa prestasi telah di raih oleh PKBM, Pengelola dan Tutor, baik tingkat Kabupaten/Provinsi/Nasional.
| No | Bentuk Penghargaan | Diperoleh dari | Tahun | Keterangan |
| 1 | Juara I Manajemen Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang | 2007 | Helmiyesi, S.Si |
| 2 | Juara II lomba Dokumen PKBM tingkat Provinsi Bengkulu, | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2007 | PKBM |
| 3 | Juara I Manajemen Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2008 | Helmiyesi, S.Si |
| 4 | Juara I lomba Dokumen PKBM tingkat Provinsi Bengkulu, | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2008 | PKBM |
| 5 | Juara I lomba karya nyata ” Manajemen PKBM Berbasis Agama tingkat provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2008 | Helmiyesi, S.Si |
| 6 | Juara Harapan I lomba karya nyata pada Jambore PTK-PNF Tingkat Nasional di Semarang, | Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal, Jakarta | 2008 | Helmiyesi, S.Si |
| 7 | Juara I Manajemen Kelembagaan tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2009 | PKBM |
| 8 | Juara II lomba Karya Nyata (LKN) Manajemen PKBM Berbasis Cinta, tingkat Provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2009 | Helmiyesi, S.Si |
| 9 | Juara I Lomba Karya Tulis Tutor Paket B Tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2010 | Essy Destiana, S.Pd |
| 10 | Juara I Lomba Mendongeng bagi Pendidik PAUD Tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2010 | Selvi Marcelia |
| 11 | Juara I Lomba Karya Nyata Perluasan Akses Layanan PAUDNI Pengelola PKBM Tingkat Kabupaten Kepahiang | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2011 | Helmiyesi, S.Si |
| 12 | Juara II Lomba Karya Nyata Perluasan Akses Layanan PAUDNI Pengelola PKBM Tingkat Provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2011 | Helmiyesi, S.Si |
| 13 | Juara II Lomba Tutor Paket C Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2013 | Essy Destiana, S.Pd |
| 14 | Juara II Lomba Tutor Paket B Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2014 | Essy Destiana, S.Pd |
| 15 | Juara III Lomba Tutor Paket C Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2014 | Fery Irsyari Putra, S.Pd.I |
| 16 | PKBM Pembina dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2015 | PKBM |
| 17 | Juara 1 Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2016 | Yosi Paraski, S.Pd |
| 18 | Juara 1 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepahiang | 2016 | Merti Dwi Ariesti, S.Hut |
| 19 | Juara II Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2016 | Yosi Paraski, S.Pd |
| 20 | Juara II Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2016 | Merti Dwi Ariesti, S.Hut |
| 21 | Juara I Pengelola PKBM Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2017 | Helmiyesi, M.Si |
| 22 | Juara VI Pengelola PKBM Tingkat Nasional dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | GTK PAUD dan Dikmas | 2017 | Helmiyesi, M.Si |
| 23 | Juara I LKS Berprestasi Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Sosial Provinsi Bengkulu | 2017 | LKS |
| 24 | Juara 2 Tutor Paket A Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2018 | Merti Dwi Ariesti, S.Hut |
| 25 | Juara 1 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2018 | Yosi Paraski, S.Pd |
| 26 | Juara 2 Tutor Paket B Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2018 | Rilla Aria Duta, S.Pd |
| 27 | Juara 1 Tutor Paket C Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2018 | Irawan, S.Pd |
| 28 | Juara 2 Tutor Paket C Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2018 | Kms Fahrudin, S.Pd |
| 29 | Juara I Pengelola SPS Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2018 | Sri Wanti, S.Pd |
| 30 | Juara I Tutor Paket C Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2018 | Irawan, S.Pd |
| 31 | Juara I Pengelola SPS Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi PTK PAUDNI | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2018 | Sri Wanti, S.Pd |
| 32 | Juara I Pengelola KB/TPA/SPS Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2019 | Ida Royani, S.IP |
| 33 | Juara 1 Tutor Pendidikan Kesetaraan Tingkat Kabupaten dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang | 2019 | Yosi Paraski, S.Pd |
| 34 | Juara 1 Tutor Pendidikan Kesetaraan Tingkat Provinsi dalam Rangka Lomba Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas | Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu | 2019 | Yosi Paraski, S.Pd |


Umur 17 tahun ibarat anak gadis yang sedang tumbuh ranum, elok dan memikat, ibarat pemuda tampan yang bercahaya indah dipandang mata. Selama 17 tahun tumbuh banyak suka duka temui. Namun…semua dapat dilalui dengan kebersamaan dan rasa kasih sayang antara pengelola dan tutor-tutornya. Semoga Az zahra semakin tumbuh dewasa, memberi manfaat, memuliakan masyarakat dan menjadi rujukan pengelolaan pendidikan masyarakat yang lebih luas.
Happy birthday Az zahra
Sweet seventeen.