Az Zahra Kepahiang
Perpanjangan Masa Belajar Di Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19
Kepahiang, 20/4/2020. Perpanjangan Masa Belajar Di Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19
Selama masa darurat penyebaran covid-19 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang membuat Surat Edaran nomor 800/1568/DKD/Dikbud/2020 tentang Perpanjangan Masa Belajar Di Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 di Satuan Pendidikan. Perpanjangan masa belajar dirumah sampai dengan 30 Mei 2020.

Apa yang dilakukan PKBM Az Zahra Kepahiang untuk membekali siswa-siswinya belajar di rumah? Para tutor telah membuat resume atau ringkasan materi yang diberikan kepada peserta didik untuk belajar di rumah. Setiap tutor membekali materi dan beberapa soal sederhana yang dapat dikerjakan oleh siswa di rumah selama masa darurat penyebaran covid-19.
Resume tersebut telah dibagikan kepada peserta didik mulai tanggal 18 Maret s.d 18 April 2020. Setiap mapel ada 10 materi yang disampaikan dengan asumsi untuk 10 kali pertemuan. Soal-soal yang diberikan harap dikerjakan di buku latihan siswa, dan akan dibahas bersama-sama setelah tatap muka berlangsung kembali.
Tatap muka, insyaallah akan kita mulai lagi dengan jadwal seperti biasa yaitu:
| Paket | Hari/tanggal | Waktu |
| Paket C | Senin-selasa
1 – 2 Juni 2020 |
08.00 – 14.15 WIB |
| Paket B | Rabu-Kamis
3 – 4 Juni 2020 |
08.00 – 13.45 WIB |
| Paket A | Jumat-Sabtu
5-6 Juni 2020 |
08.00 – 12.30 WIB |
Berikut adalah dokumentasi yang dikirim siswa-siswi program kesetaraan paket a, paket b dan paket c yang sedang belajar di rumah mereka masing-masing. Belajar dirumah ini sudah berlangsung sejak 18 Maret 2020 dan diperpanjang kembali sampai dengan 30 Mei 2020.





Work From Home Tutor Az Zahra Kepahiang
Kepahiang.19/4/2020. Work From Home Tutor Az Zahra Kepahiang
Baru-baru ini kami dihubungi wartawan HARIAN NASIONAL yang tertarik dengan metode pembelajajaran Program Kesetaraan di masa wabah covid-19. “Apakah layanan di Az Zahra benar-benar ditiadakan untuk menghindari kerumunan banyak orang?” Tanya beliau.
“Tidak. Layanan di Az Zahra tetap berjalan, hanya metodenya yang berbeda. Sebagaimana anjuran pemerintah agar Work From Home (WFH) bekerja dari rumah. Kami tetap memberikan layanan baik secara konvensional maupun cara online” jawab Umi Yesi Ketua PKBM Az zahra Kepahiang.

Cara konvensional adalah bagi peserta didik yang tidak memiliki jaringan internet atau tidak memiliki Hp Android. Sebab perlu diketahui bahwa sebagian besar peserta didik yang sekolah di az Zahra adalah anak kurang mampu penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Mereka kami beri kesempatan datang ke az Zahra untuk mengambil tugas dan mengerjakan di rumah, stay at home. Layanan ini berlaku dari tanggal 1 April s.d 18 April 2020 pukul 08.00-12.00 wib. Sementara yang online dapat mengambil soal yang kami kirim lewat whatsapps atau email yang mereka miliki.

Bagaimana dengan kerja para tutor? Sama. Mereka tetap bekerja di rumah masing-masing, yaitu menyiapkan resume dan soal-soal Ujian Sekolah yang akan dibagikan kepada peserta didik untuk acuan belajar di rumah serta sebagai salah satu syarat kelulusan. Tutor melaporkan kinerja mereka melalui Wa Group. Untuk melayani siswa konvensional, tutor berbagi tugas piket setiap harinya dua orang yang datang.

Jadwal layanan konvensional sudah ditutup kemarin sabtu, 18 April 2020. Namun kami masih memberi toleransi waktu sampai dengan Selasa, 21 April 2020. Selanjutnya para tutor akan mengoreksi hasil tugas yang telah dikerjakan peserta didik. Mereka melaporkan saat-saat mengoreksi tugas tersebut di group wa dengan cara mengirim foto diri bukti sedang WFH. Dengan cara ini suasana kerja tetap terasa, komunikasi antara tutor dan pengelola juga tercipta dengan baik. Semoga wabah covid-19 segera berlalu, agar kami dapat segera bertemu tatap muka antar tutor dan peserta didik yang mulai merindukan suasana sekolahnya. Aamiin.

Aksi Sosial DPC FPPI Kepahiang dalam Masa Wabah Virus Covid 19
DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kepahiang turut berpartisipasi bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) memberikan bantuan bagi masyarakat Desa Air Pesi Kecamatan Seberang Musi yang terkena musibah banjir (16 April 2020). Anggota FPPI menyumbang pakaian pantas pakai, air mineral dan makanan. Turut serta Ketua Helmiyesi bersama wakilnya Ibu Mulyanti dan Ibu Jernilan serta Kepala Bidang Organisasi Ibu Efrilena. Mereka bergabung dalam barisan Gabungan Organisasi Wanita yang dipimpin langsung oleh Ibu Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati, S.Sos. Dari GOW menyumbangkan sembako, pakaian pantas pakai dan masker kesehatan. Ibu Wabup menyampaikan pesan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana agar bersabar dan segera bangkit memperbaiki yang rusak serta dapat beraktifitas sebagaimana mestinya.

Informasi banjir di Desa Air Pesi Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang ini disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan sungai meluap dan merendam beberapa rumah warga pada tanggal 13/04/2020. Bencana diperkirakan terjadi pada pukul 16.00 wib yang disebabkan hujan yang deras sehingga sungai tidak dapat menampung debit air yang yang tinggi dan mengakibatkan banjir setinggi 30 sampai 50 CM sehingga menimbulkan kerugian berupa materil.

Menurut Data yang diterima dinas penanggulangan bencana alam (BPBD) kabupaten kepahiang bencana banjir yang terjadi didesa Air pesi mengakibatkan 25 unit rumah warga terendam, 3 unit sepeda motor hanyut , 10 unit rumah warga rusak ringan, dan tanaman padi sebanyak 1 ha rusak, kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.

Selain aksi sosial membantu masyarakat yang terkena musibah bencana, DPC FPPI Kepahiang telah lebih dulu melakukan aksi kemanusiaan dalam masa wabah cavid 19 ini antara lain donasi gerakan menjahit masker gratis untuk lanjut usia, membantu anak-anak Thallasemia yang membutuhkan donor darah. Oleh karena itu Umi Yesi Ketua FPPI mengucapkan terimakasihnya melalui WA group dan Facebook sbb:
Assallamu alaikum kawan-kawankuku semua. Semoga semuanya sehat dan bahagia.
Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan keaktifan kawan-kawan DPC FPPI Kepahiang dalam masa wabah virus covid 19 ini. Saya bangga kawan-kawan tetap semangat berbagi. Ada yang menjahit masker, ada yang nyumbang dana untuk beli kain, ada pula yang nyumbang tenaga untuk mengantar bantuan tersebut kepada lansia yang menjadi prioritas layanan.
Terimakasih untuk rasa kemanusian yang tinggi bagi anggota DPC FPPI Kepahiang yang menjadi pendonor darah untuk membantu anak-anak Thallasemia. Dan ikut berkontribusi mendata serta mengkoordinir orang lain untuk menjadi pendonor.
Terimakasih juga untuk yang menyumbang pakaian pantas pakai, minuman dan makanan untuk warga air pesi yang tertimpa musibah banjir. Yakinlah tidak ada perbuatan yang sia-sia. Apalagi jika kita niatkan semata mata untuk mendapat Ridho allah swt.
Kepada semua anggota yang telah menyumbang dana, darah, energi dan doa. Kepada kalian yang bekerja dalam diam tanpa mau menyebutkan identitas aslinya. Cukup tertulis sebagai Hamba Allah. Saya benar-benar berterima kasih. Sekali lagi terimakasih.
Helmiyesi, M.Si. Ketua DPC FPPI Kepahiang


