"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

PEMBUKAAN PKW BATIK DIWO PKBM AZ ZAHRA KEPAHIANG

Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dengan keterampilan Batik Diwo Kepahiang telah dibuka oleh Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. Komisi X DPR RI pada Kamis, 20 Agustus 2020 di Guest House Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang.

Hadir tamu undangan mewakili Gubernur Bengkulu yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Bengkulu, Dinas Peternakan Prov. Bengkulu, Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan hadir pula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov Bengkulu.

Program PKW dengan keterampilan Batik Diwo ini juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, M.M.IPU. Beliau juga mengutus beberapa Kepala Dinas untuk hadir yaitu Dr. Hartono, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kepahiang; Agussaman dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab Kepahiang; Tedi Adeba, ST. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab Kepahiang; Suryani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab Kepahiang.

Pembukaan juga dihadiri oleh Yunanto Budi Nugroho, S. Hut. Camat Kecamatan Kabawetan Kab.Kepahiang dan Hartono. Kepala Desa Sido Rejo Kec.Kabawetan Kab.Kepahiang.

Kedatangan Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. beserta tamu undangan tersebut disambut meriah dengan tari tradisional kuda kepang yang diperankan dengan apik oleh anak-anak PAUD Bougenville Indah.

Dalam sambutannya, Bu Dewi menyampaikan bahwa PKBM sudah sangat pas menterjemahkan kebutuhan masyarakat dan kekinian.

“Saya apresiasi upaya PKBM Az zahra Kepahiang dalam mengatasi permasalahan sosial yang ada yakni banyaknya anak putus sekolah dan perempuan kepala keluarga. Permasalahan tersebut dominan karena faktor ekonomi. Maka perlu adanya pemberdayaan dan keterampilan berusaha. Saya yakin PKW Batik Diwo bisa menjawab permasalahan hingga dapat mengurangi pengangguran dan tercipta wirausahawan baru.”

Berita tentang Pembukaan PKW Batik Diwo ini juga dapat dibaca di media RADAR BENGKULU; ttps://www.radarbengkuluonline.com/2020/08/20/ayo-belajar-batik-diwo/

HARIAN SILAMPARI https://www.hariansilampari.co.id/komisi-x-dpr-ri-buka-pkw-batik-diwo-kepahiang/

WARTA INSPIRASIhttps://wartainspirasi.com/2020/08/pembukaan-pkw-batik-diwo-kepahiang-oleh-komisi-x-dpr-ri-hj-dewi-choryati-m-si/

Tambahan info media cetak harian Radar Bengkulu, Jumat, 21/8/2020.

SUPORT GUBERNUR BENGKULU KE PKBM AZ ZAHRA KEPAHIANG

Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A. berhalangan hadir pada Pembukaan Kegiatan PKW yang diselenggarakan oleh PKBM Az Zahra Kepahiang kerjasama dengan Kemdikbud, Kopsyah BMT Az Zahra, Dinas Dikbud kab Kepahiang dan IKM Sumber Hayati. Acarapun dibuka oleh Ibu Dewi Coryati, M.Si dari Komisi X DPR RI.

Namun Gubernur sangat mensuport kegiatan tersebut dengan memberikan disposisi kepada empat Kepala Dinas untuk mewakili beliau hadir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Bengkulu, Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Bengkulu, Dinas Peternakan Prov. Bengkulu, Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan hadir pula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov Bengkulu.

Hal ini menarik karena jarang terjadi ada empat kadis yang datang langsung menyaksikan kegiatan pendidikan kecakapan wirausaha yang dikelola oleh lembaga masyarakat. Bentuk kepedulian ini karena beliau berharap adanya sinergi antara dinas/instansi tersebut dalam menjadikan Batik Diwo Kepahiang sebagai salah satu icon daerah.

Hal senada juga disampaikan Ibu Wehelmi Ade Tarigan, SH.MM. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bengkulu yang ikut hadir dan memberikan motivasi kepada peserta PKW. Beliau menyampaikan salam dari Pak Gubernur dan mensuport kegiatan yang positif ini.

Bu Wehelmi yang akrab disapa Mba Ade juga berpesan kepada peserta agar merubah mainset berpikir untuk mulai berwirausaha sejak usia muda.

Saya tidak mau jadi orang miskin, maka sejak masih sekolah, sekitar umur 19 tahun saya sudah mulai berwirausaha. Saya jualan kelapa, jualan jengkol dan hasil bumi lainnya. Tidak dengan jumlah kecil, melainkan berton-ton. Saya berusaha keras menjadi orang kaya lewat wirausaha. Sebab dengan menjadi kaya kita banyak saudara. Maka belajar dengan sungguh-sungguh dan mulailah praktik berwirausaha.”

Selain ketua KADIN, hadir juga Pak Baksir, sekjen KADIN Prov Bengkulu. Beliaupun mensuport peserta agar tidak fokus dengan berapa nilai uang yang akan didapat setelah kegiatan usai. Fokuslah pada ilmu dan keterampilan yang diberikan agar benar-benar dapat dipraktekkan nanti.

Peserta PKW sangat terkesan dengan motivasi dan nasehat yang diberikan. Merekapun aktif berdiskusi tentang tips dan trik jadi wirausahan serta bagaimana mengakses permodalan dan pemasaran produk. Bu Ade pun berjanji akan membantu dan siap mendampingi mereka dalam memulai menjadi wirausahawan baru.

Info tambahan harian Radar Bengkulu, terbit Senin, 24/8/2020.

Senyum Terakhir Regi dan Harapan Anak Thalasemia di Kepahiang

Regi, (14 tahun) anak yang mengidap Thalasemia, penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika, sehingga menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orang tua. Kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Kurang darah yang dialami penderita thalasemia akan menimbulkan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas. Akibatnya, aktivitas penderita thalasemia akan terganggu.

Ananda Regi baru diketahui menderita Thalasemia setelah berumur 10 tahun. Dan baru transfusi darah sebanyak 3 kali. Selanjutnya putus obat hingga tiga tahunan. Padahal Thalasemia merupakan kelainan genetik yang berkepanjangan, sehingga perawatannya perlu dilakukan seumur hidup. Penderita thalasemia akan melalui transfusi darah berulang untuk menambah sel darah yang kurang.

Dan penyakit ini sebenarnya dapat dideteksi sejak dini. Sejak anak usia empat bulan penyakit thalasemia dapat terdeteksi, sehingga untuk pengobatan yang tepat bisa membuat penderita lebih cepat tertangani dengan baik.

Kini Regi telah tiada, dia kembali menghadap Rabbnya dengan senyuman. Senyuman yang akan dikenang banyak orang. Orang-orang yang peduli dengan anak seperti Regi. Menurut info dari Komunitas Pecinta Anak Thalasemia, Ibu-Ibu Isteri Keluarga Anggota Dewan (IKAD) Kepahiang, ada 15 anak thalassemia di Kepahiang. Dan mereka masih berusia muda belia, seumuran Regi.

Melakukan transfusi darah secara teratur pada anak penderita thalasemia dilakukan untuk mengurangi komplikasi anemia dan eritropoesis yang tidak efektif. Hal ini dilakukan juga untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak serta memperpanjang harapan hidup pada penderitanya.

Untuk membantu anak-anak thalassemia ini diperlukan banyak pendonor darah. Maka setiap dua minggu sekali ibu-ibu IKAD ini berusaha mencari dan mengiventarisir orang-orang yang mau mendonorkan darahnya.

Bagi masyarakat yang mau mendonorkan darahnya dapat menghubungi Ibu Reka (IKAD) di nomor 0821-1173-8555 atau ke Umi Yesi (FPPI Kepahiang) di nomor 0852-6788-7453. Mari kita selamatkan Regi-Regi yang lain.

Selamat jalan Regi…surga menantimu nak!

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang