Az Zahra Kepahiang
MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU BERSAMA IKM SUMBER HAYATI
Industri Kecil Menengah (IKM) Sumber Hayati adalah mitra PKBM Az zahra Kepahiang dalam program PKW dengan jenis keterampilan Batik Diwo. IKM yang dipimpin Ibu Nurhayati ini eksis mempopulerkan Batik Diwo sebagai batik khas Kabupaten Kepahiang.
Batik Diwo adalah batik khas Kabupaten Kepahiang. Ciri batik ini adalah motif Selempang emas, Stabik, Bunga bangkai (amorphophallus)/ bunga raflessia, Huruf lingkung/kha ga nga dan hasil perkebunan seperti kopi dan lada.

Melalui PKW Batik Diwo ini diharapkan dapat menunjang ekonomi keluarga dan meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan.
Salah satu penyebab kekerasan adalah faktor ekonomi. Rumah tangga miskin lebih rentan terhadap tindak kekerasan. Maka untuk meningkatkan ekonomi perempuan sekaligus melestarikan warisan leluhur yang hampir punah, Keterampilan Batik Tulis Diwo menjadi menu andalan program PKW.

Program PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha.

Ibu Nur dan Ernawati akan mengajar keterampilan membatik ini setiap hari Sabtu dan Minggu di Rumah Kreatif Batik Diwo Desa Sidorejo Kabawetan. Masyarakat dapat ikut menyaksikan karya batik tulis tersebut mulai pukul 09.00 s.d 16.00 wib.
Bagi yang berminat order kain batik diwo berupa sapu tangan, syal, taplak meja, dasar baju seragam dan baju batik diwo dapat menghubungi Umi Sriwanti di 0813-6950-9986.
Atau dapat mengunjungi IKM Sumber Hayati Desa Tebat Monok dan menghubungi Ibu Nurhayati di 0813-6746-8605.



BATIK DIWO…AMBO NIAN
RUMAH KREATIF BUMN KEPAHIANG DUKUNG PKW BATIK DIWO PKBM AZ ZAHRA
“Untuk memulai usaha itu harus ado motivasi, salah satu motivasi usaha adalah hutang… tapi hutang bukan motivasi yang baik, kalo bisa yang lain..“
Kalimat motivasi tersebut disampaikan oleh Bapak Agung Yudha Prawira, Direktur Rumah BUMN PLN Kepahiang yang hadir menyaksikan pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diselenggarakan oleh PKBM Az zahra Kepahiang, Kamis, 20/8/2020 di Guest House Desa Sidorejo, Kabawetan.

Pak Agung sangat antusias dengan PKW Batik Diwo yang menjadi jenis keterampilan pada kegiatan ini. Sebagai Direktur Rumah Kreatif BUMN (RKB) wilayah Kepahiang akan ikut mensuport keberlanjutan kelompok pembatik ini nantinya.
Beliau menyampaikan bahwa RKB merupakan rumah untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UKM untuk menjadi UKM Indonesia yang berkualitas. RKB juga akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatkan akses pemasaran, dan kemudahkan akses permodalan.
Beliau juga memberikan tips untuk pengusaha pemula, strategi apa saja yang harus memiliki antara lain:
- Harus paham administrasi
- Manajemen yg baik
- Harus ada perencanaan yang matang agar usaha tersebut kontinue/berkelanjutan
- Legalitas supaya produk yang dikeluarkan tidak ditiru oleh orang lain, selain itu juga untuk mempermudah pemasaran.

KADIS DIKBUD KEPAHIANG MEMBATIK BERSAMA KOMISI X DPR RI
Dr. Hartono, M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang hadir mewakili Bupati Kepahiang pada Pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) PKBM Az zahra Kepahiang, dengan jenis keterampilan Batik Diwo. Hadir menemani beliau Ibu Efie Hartono dan Ibu Suriani, S.Pd. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Dikbud Kab. Kepahiang. Kegiatan dibuka oleh ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si. Komisi X DPR RI.
Batik Diwo adalah Batik tradisional khas Kabupaten Kepahiang yang dominan bermotif jenis tumbuh-tumbuhan seperti biji kopi, lada, daun teh dengan variasi huruf aksara rejang kha ga nga.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap PKBM Az zahra Kepahiang yang aktif dalam membantu masyarakat marginal di Kabupaten Kepahiang.
“Umi Yesi ini Srikandi Kepahiang. Beliau sudah banyak melakukan terobosan guna membantu anak usia dini, anak putus sekolah maupun masyarakat marginal lainnya. Kami, atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih kepada PKBM Az zahra Kepahiang yang akan melakukan PKW Batik Diwo. Semoga akan banyak pembatik trampil yang ada dan menjadikan Batik Diwo sebagai icon pariwisata di Kepahiang.”

Diakhir kegiatan Kadis Dikbud mencanting bersama Ibu Dewi, Srikandi Provinsi Bengkulu yang berhasil menjadi anggota DPR RI komisi X, komisi Pendidikan. Pak Kadis juga mencanting ditemani isteri dan kadis disperindag provinsi Bengkulu.

Mereka dengan gembira dipandu mengoreskan lilin pada kain yang sudah berpola. Instruktur membatik berasal dari IKM Sumber Hayati yaitu Ibu Nurhayati dan Ernawati. Saat mencanting, Irawan, S.Pd Ketua pelaksana kegiatan mengiringi dengan puisi indah yang menjelaskan proses membatik dan filosofi batik diwo Kepahiang.

Tak lupa mereka juga memperagakan kain batik yang sudah jadi, hasil karya peserta didik tahun sebelumnya.
“Ayo order ya….Batik Diwo Kepahiang…Ambo niaaan”




