Pemberdayaan Perempuan
PKH-P dapat Mengurangi Tingkat Kekerasan Terhadap Perempuan
Sri Kurniaty, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepahiang menyambut baik kegiatan PKH-P yang dilaksanakan oleh PKBM Az zahra Kepahiang.
Beliau hadir pada saat pembukaan kegiatan dan mensuport 25 orang perempuan yang menjadi peserta program peningkatan kualitas hidup perempuan dengan jenis keterampilan pernak-pernik aksesories pernikahan.

“Kegiatan ini sangat positif . Kalau bisa di adakan terus menerus dan berkelanjutan karena perempuan berperan penting dalam perekonomian dan kemajuan bangsa. Dengan adanya kegiatan ini perempuan bisa terampil dan akhirnya berpeluang untuk menjadi wirausaha dan dapat membantu perekonomian keluarga.”
Kegiatan pemberdayaan perempuan dengan melatih keterampilan yang dapat menjadi modal usaha seperti PKH-P ini salah satu cara mengurangi kekerasan terhadap perempuan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepahiang masih tinggi. Mungkin disini peran keluarga sangat penting. Dimana 8 fungsi keluarga apabila di terapkan di keluarga masing masing. Delapan fungsi keluarga itu adalah fungsi Agama, fungsi Kasih Sayang, fungsi Perlindungan, fungsi Sosial Budaya, fungsi Reproduksi, fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, fungsi Ekonomi, dan fungsi Pembinaan Lingkungan. Jika diterapkan, mungkin kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak akan terjadi.

Penutupan PKH-P: Banjir Hadiah dan Modal Usaha
Kegiatan PKH Perempuan telah selesai dilaksanakan. Selama 8 kali pertemuan mereka berlatih kreasi pernak pernik souvenir dan hantaran pernikahan. Penutupan dilaksanakan hari ini, Rabu, 7 Oktober 2020.
Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada narasumber dan instruktur yang telah membekali peserta dengan berbagai jenis karya. Keterampilan aneka souvenir diajarkan Ibu Nurhayati dari Industri Kecil Menengah Sumber Hayati. Dan keterampilan hantaran pernikahan diajarkan Ibu Dyah Puspaningrum Founder dan owner Dyah Kreasi Palembang.

“Perempuan berkualitas itu adalah perempuan yang haus akan ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk mandiri dan memberi manfaat kepada lingkungan sekitar. Jadi ilmu yang sudah didapat harus dijaga, dipraktekkan dan dipromosikan”
Hadir dalam penutupan tim Rumah BUMN Kepahiang, Pak Yogi Sumantri dan Ibu Ayu. Dalam sambutannya Pak Yogi menyampaikan bahwa peserta pelatihan hendaknya terus konsisten menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan, rumah BUMN PLN Kepahiang siap membantu pendampingan dan pemasaran hasil produk yang telah dibuat.

Dan, menariknya di akhir sesi penutupan acara, panitia memberikan suprais berupa hadiah kepada peserta yang dinilai kreatif, enovatif serta berkepribadian menarik. Hadiah tersebut dapat menjadi modal usaha dalam berkarya, mereka yang beruntung adalah:






Tak hanya sampai di situ, peserta yang aktif dan antusias selama pelatihan juga mendapat hadiah berupa masker batik diwo yang lagi trend di Kepahiang. Dan semua peserta sumringah karena mendapat banyak hadiah dan biaya penunjang untuk modal usaha secara mandiri di rumah masing-masing. Nah…selamat meningkatkan kualitas hidup dengan keterampilan yang sudah ada. Praktek…praktek…promosi…promosi….
Bupati Kepahiang: Wujudkan Perempuan Kepahiang yang Mandiri dan Trampil
Rangkaian kegiatan Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) di PKBM Az zahra Kepahiang telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus Ibu Neti Herawati, S.Sos. Plt Bupati Kepahiang dan juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kepahiang.
Melalui pesan singkat beliau berpesan kepada 25 orang perempuan yang rutin berlatih dan berkarya membuat pernak-pernik souvenir dan hantaran pernikahan.
“Tetap semangat dan lanjutkan kreatifitas yang sudah ada, perempuan harus bisa mandiri dan punya keahlian serta kecerdasan. Ketika ada hal atau masalah kita bisa mengambil sikap dalam menghadapi kehidupan ini. Baik ekonomi, sosial, politik dll. Perempuan harus sehat dan ikhlas dalam pengertian positif dan logis” pesan beliau melalui whatsapps pribadi dengan Umi Yesi, Ketua PKBM Az zahra Kepahiang dan juga Ketua DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang.

Kegiatan PKH-P ini dibuka pada tanggal 18 September 2020 oleh Pak Burlian, SE. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra. Kemudian praktek keterampilan membuat aneka souvenir oleh Ibu Nurhayati Pimpinan IKM Sumber Hayati dan praktek kreasi jasa hantaran pengantin oleh Ibu Dyah Puspaningrum pemilik jasa hantaran Dyah Kreasi Palembang. Kegiatan praktek telah dilaksanakan selama 8 hari tatap muka.

Melalui WA Story dan grup pemberdayaan perempuan Ibu Bupati ikut memantau dan memberi masukan kepada peserta agar lebih giat berkreasi dan berkarya. Beliau juga menyarankan agar produk hasil karya peserta dapat dipasarkan melalui outlet dan kios tersendiri. Semoga PKH perempuan ini dapat menciptakan perempuan Kepahiang yang mandiri dan trampil sehingga Misi daerah Maju Mandiri dan Sejahtera dapat tercapai.




