"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Pemberdayaan Perempuan

Rayakan Hari Batik, FPPI Viralkan Batik Diwo Kepahiang

DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang merayakan hari batik nasional dengan memviralkan batik Diwo Kepahiang. Mereka ramai-ramai menshare foto bertema batik Diwo ke akun facebook, IG dan stori WA.

Sejarah hari batik dimulai pada Januari 2009, UNESCO menerima pendaftaran batik Indonesia secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup di Paris pada Mei di tahun yang sama. Dari lima domain penilaian, batik memenuhi tiga domain, yaitu tradisi dan ekspresi lisan, kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus, perayaan-perayaan serta kemahiran kerajinan tradisional. Dan akhirnya pada 2 Oktober 2009 batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dabhi.

Kabupaten Kepahiang memiliki budaya kerajinan batik, Batik Diwo Kepahiang. Kerajinan ini sudah dimulai antara tahun 1985 hingga 1990-an, dan saat ini sudah ada 465 pengrajin batik yang telah dilatih oleh PKBM Az Zahra Kepahiang, IKM Sumber Hayati, BDI Padang dan BLK Kepahiang.

Dikutip dari Tempo.co dari berita berjudul ‘Hikayat Kain Batik dari Tanah Sumatera‘ menyebutkan bahwa Batik Diwo merupakan varian dari Batik Kaganga yang menampilkan aksara Kaganga (aksara Rejang) yang berati Kepahiang. Bedanya lagi dengan Batik Kaganga, terdapat corak daun teh dan daun kopi  yang mengelaborasi aksara Rejang tersebut.

Saat ini sudah ada rumah kreatif batik diwo yang beralamat di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan. Di sana rutin kegiatan membantik diperagakan setiap hari Sabtu jam 13.00 – 16.00 wib dan setiap hari Minggu jam 09.00-14.00 wib.

Dengan suasana indahnya pegunungan dan rimbunnya kebun teh Kabawetan yang terkenal dengan Mountain Valley Kepahiang para pengrajin batik beraksi. Masyarakat dan wisatawan dapat ikut menikmati sensasi batik diwo kepahiang di sana.

Ayo…kunjungi rumah kreatif batik diwo kepahiang. Jadikan batik sebagai identitas bangsa. Bangga memakai batik. Selamat Hari Batik Nasional ke-11 tahun 2020.  

Pelatihan Desain Batik Diwo Kepahiang

Serius menekuni kreasi Batik Diwo Kepahiang, IKM Sumber Hayati bekerjasama dengan Rumah BUMN Kepahiang mengadakan Pelatihan Pola Menjahit dan Desain Batik Diwo.

Kegiatan dibuka oleh Hendra Harumanegara, Manajer ULP PLN Kepahiang, Agung Yudha Prawira, Direktur Pengelola Rumah BUMN PLN Jambi dan Kepahiang. H Husni Thamrin, SE, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kepahiang, Agussaman dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Padila Sandi Kepala Desa Tebat Monok.

Menurut Nurhayati, Ketua IKM Sumber Hayati, kegiatan ini merupakan pendampingan dan lanjutan proses membatik di Kepahiang. Pendampingan dibantu oleh Rumah BUMN Kepahiang.

Rumah BUMN bertujuan sebagai rumah bersama untuk mendukung Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi tempat berkumpul, belajar dan mendapat binaan agar menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas. Serta mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan Peningkatan kompetensi, seperti Riset dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Quality Management hingga Kemudahkan akses Permodalan.

Untuk lebih memperdalam desain batik maka mereka mengundang Pengusaha Batik bernama Hartini. Beliau adalah pemilik perusahaan batik terkenal di Bengkulu dan di Kota Solo dengan brand atik batik. Hadir juga Bu Ade Tarigan, Ketua Kamar dagang dan industri provinsi Bengkulu beserta Pak Baksir sekjen KADIN.

“Pengrajin batik di Kota Solo sangat maju karena ada dukungan pemerintah daerah. Walikota membuat peraturan setiap dinas/instansi wajib memakai batik setiap hari Kamis dan membeli batik dari UMKM yang ada. Tidak boleh membeli di toko atau perusahaan perorangan. Dampaknya pengrajin batik dan UMKM di sana berkembang pesat dan banyak peminatnya. Semoga Kepahiang dapat mencontoh Kota Solo untuk membantu UMKM berkembang” urap Bu Hartini sebelum mempraktekkan cara mendesain Batik.

Peserta pelatihan yang rata-rata perempuan usia produktif berjumlah 20 orang ini sangat antusias mendengarkan materi dan praktek mendesain batik sesuai arahan narasumber. Kegiatan akan berlangsung dua hari yaitu, 29-30 September 2020.

TOT Dasa Wisma dan Pembinaan Administrasi Sekretariat PKK Se-Kec Kepahiang

Menindaklanjuti surat dari Ketua TP. PKK Kabupaten Kepahiang nomor 800/015/PKK.Kab/IX/2020 maka Ketua TP.PKK Kecamatan Kepahiang mengundang Ketua, Sekretaris dan 2 orang kader Dasa Wisma setiap desa/kelurahan se-Kecamatan Kepahiang untuk mengikuti TOT. Kegiatan TOT dan pembinaan administrasi kesekretariatan dilaksanakan selama dua hari mulai Senin s.d Selasa, 21-22 September 2020 bertempat di Aula Diknas Dikbud Kabupaten Kepahiang.

Dasa Wisma sebagai salah satu wadah kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan gerakan PKK di tingkat desa,yang nantinya akan berpengaruh pula pada kegiatan gerakan PKK di tingkat Kecamatan dan Kabupaten.” Jelas Ibu Efie Hidayatullah, Ketua TP PKK Kabupaten Kepahiang.

Dan Dasa Wisma dapat juga diartikan sebagai akar rumput dari segala pembangunan masyarakat menuju masyarakat Maju, Mandiri dan sejahtera,” sebutnya.

Senada Sekretaris PKK Kab Kepahiang, Ibu Linda Ramlan mengatakan bahwa gerakan ini merupakan sesuatu yang cukup penting dan sangat besar manfaatnya bagi pemerintah Kabupaten Kepahiang. Karena Dasa Wisma ini merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kepahiang.

Terakhir, Ibu Gadis Idris Ketua TP PKK Kecamatan Kepahiang menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi TP PKK tingkat Desa/Kelurahan yang telah mengikuti kegiatan dengan serius dan bersemangat. Semoga kompak selalu, pesannya.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang