"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

#Relima2026 #BersamaRelima #RelawanLiterasiMasyarakat #PerpustakaanNasionalRI #RelimaKabupaten Kepahiang

Dukcapil Kepahiang Gandeng Yayasan Az-Zahra, Optimalkan Layanan dan Literasi Adminduk bagi Anak

Dukcapil Kepahiang Gandeng Yayasan Az-Zahra, Optimalkan Layanan dan Literasi Adminduk bagi Anak

KEPAHIANG (1/7/2026) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepahiang resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Az-Zahra Kepahiang. Langkah ini ditandai melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Optimalisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam rangka Pemenuhan Target Capaian Penerbitan Dokumen Kependudukan di Kabupaten Kepahiang.

Proses prosesi penandatanganan dokumen ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kepahiang, Ardiansyah, SH., MH, bersama Ketua Yayasan Az-Zahra Kepahiang, Helmiyesi, M.Si,. Kesepakatan bersama ini direncanakan akan berlaku selama satu tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Administrasi Kependudukan

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah fokus pada peningkatan literasi administrasi kependudukan (Adminduk) di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Yayasan Az-Zahra Kepahiang berkomitmen mengambil peran nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal pencatatan peristiwa kelahiran anak di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Pemberian edukasi dan literasi mengenai Adminduk dinilai sangat penting agar para orang tua dan warga binaan yayasan memahami betul pentingnya pemenuhan hak identitas anak sejak dini. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi bersama dalam mengoptimalkan upaya peningkatan target capaian Kartu Identitas Anak (KIA) serta penerbitan berbagai dokumen kependudukan penting lainnya.

Aksi Nyata dan Keringanan Layanan bagi Anak

Sebagai wujud nyata di lapangan, ruang lingkup kesepakatan ini tidak hanya berfokus pada sisi administratif semata, melainkan juga pada pemanfaatan dokumen tersebut. Kerja sama ini secara spesifik mencakup penggunaan Kartu Identitas Anak (KIA) dan pemberian keringanan bagi anak-anak di Kabupaten Kepahiang untuk memperoleh layanan yang dimiliki oleh Yayasan Az-Zahra Kepahiang.

Melalui komitmen bersama ini, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan kepada anak dapat terwujud secara lebih merata dan inklusif. Demi kelancaran program di lapangan, pihak Yayasan Az-Zahra Kepahiang juga akan menunjuk serta menugaskan unit kerja di lingkungan internal mereka agar bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing dalam memfasilitasi warga binaan.

 

Bumi Sehasen Bangga! Inilah Deretan Jawara Hebat Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Kepahiang Tahun 2026

Bumi Sehasen Bangga! Inilah Deretan Jawara Hebat Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Kepahiang

 KEPAHIANG – Guna menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mengasah mental kreativitas generasi muda sejak dini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang sukses menyelenggarakan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI/Sederajat se-Kabupaten Kepahiang. Acara yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme ini digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 23 hingga 25 Juni 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Bumi Sehasen. Guna memberikan ruang tampil yang maksimal serta menjaga objektivitas penilaian dewan juri, penampilan para orator cilik ini dibagi menjadi dua sesi performa:

  • Sesi Pertama (24 Juni 2026): Menampilkan nomor urut peserta 1 hingga 25 yang unjuk kebolehan dengan mimik, gestur, dan penjiwaan cerita yang luar biasa.
  • Sesi Kedua (25 Juni 2026): Dilanjutkan oleh nomor urut peserta 26 hingga 50 yang tidak kalah memukau dalam menghidupkan cerita-cerita rakyat yang sarat akan pesan moral.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan objektif selama jalannya kompetisi, tim dewan juri akhirnya mengumumkan nama-nama peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi. Selain membawa pulang trofi dan piagam penghargaan, para pemenang juga berhak mendapatkan hadiah uang tunai pembinaan dengan total nilai yang sangat fantastis.

DAFTAR PEMENANG DAN HADIAH LOMBA BERTUTUR KABUPATEN KEPAHIANG 2026

  • Juara I
    • Nama: Geby Rahmadani (SD Negeri 15 Kepahiang)
    • Jumlah Nilai: 287 (Nomor Undian 41)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp5.000.000,-
  • Juara II
    • Nama: Nadira Aulia Sonata (MIN 04 Kepahiang)
    • Jumlah Nilai: 280 (Nomor Undian 11)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp4.000.000,-
  • Juara III
    • Nama: Alifya Shafana Kurniawan (SD Negeri 09 Kepahiang)
    • Jumlah Nilai: 255 (Nomor Undian 13)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp3.000.000,-
  • Juara Harapan I (IV)
    • Nama: Kiara Nasyita (SD IT Cahaya Rabani)
    • Jumlah Nilai: 253 (Nomor Undian 04)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp2.000.000,-
  • Juara Harapan II (V)
    • Nama: Cantika Davitri (SD Negeri 09 Kepahiang)
    • Jumlah Nilai: 240 (Nomor Undian 27)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp1.500.000,-
  • Juara Harapan III (VI)
    • Nama: Nurul Hafizah (MIN 7 Kepahiang)
    • Jumlah Nilai: 235 (Nomor Undian 33)
    • Hadiah Uang Tunai: Rp1.000.000,-

Keberhasilan penentuan jawara ini tidak lepas dari dedikasi dan penilaian profesional dari tim dewan juri yang bertindak selaku kurator independen, yaitu Emong Soewandi, Ritma Candra, dan Iteng Rasja.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang. Zikrullah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah, guru pendamping, orang tua, serta tim juri yang telah mengawal suksesnya acara dari awal hingga akhir. Hadiah uang pembinaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan serta penunjang fasilitas belajar anak-anak agar semakin giat mengasah bakat literatnya.

Selamat kepada para pemenang yang telah mengukir prestasi gemilang, dan tetap semangat untuk seluruh peserta yang telah berani tampil hebat di atas panggung!

 

Literasi Kopi Semang Desa Batu Ampar

LITERASI KOPI SEMANG DESA BATU AMPAR

KEPAHIANG (18/6/2016) – Kopi bukan sekadar tentang rasa yang tercecap di lidah, melainkan tentang kisah di balik setiap bijinya. Di Desa Batu Ampar, sebuah desa penyangga Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, lahir sebuah produk kopi premium yang sarat akan nilai kearifan lokal dan spiritualitas: Kopi Semang

Dikembangkan oleh kelompok Perempuan Alam Lestari (PAL), Kopi Semang bukan komoditas bisnis biasa. Ia adalah simbol gerakan lingkungan sekaligus perayaan martabat para perempuan lansia di usia senja melalui tradisi luhur yang disebut Nyemang.

Filosofi *Nyemang*: Kemandirian dan Martabat di Usia Senja

Secara harfiah, *Nyemang* adalah aktivitas memungut biji kopi yang berjatuhan di lantai kebun. Biji-biji ini jatuh setelah kulit luarnya yang manis habis dimakan oleh satwa liar penghuni hutan, seperti tupai, monyet, atau kelelawar.

Bagi perempuan lansia di Desa Batu Ampar, tradisi ini adalah ruang pembuktian bahwa usia senja bukanlah alasan untuk berhenti berdaya. Melalui filosofi  selama kaki masih bisa melangkah dan tangan masih bisa memungut, hidup harus terus berdaulat, mereka mempertahankan harga diri dengan menghasilkan pendapatan mandiri.

Hasil dari memungut biji demi biji kopi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur hingga membelikan jajanan bagi cucu tercinta, tanpa harus menjadi beban bagi anak-anak mereka.

Hebatnya, tradisi ini dirajut oleh hukum adat yang sangat indah. Pemilik kebun di Desa Batu Ampar tidak boleh melarang atau memarahi siapa pun, terutama para lansia, yang masuk ke lahan mereka untuk *Nyemang*.

Ini adalah potret nyata solidaritas sosial—sebuah filosofi berbagi tanpa merasa kehilangan, di mana modal sosial berupa rasa saling percaya tumbuh subur di atas segalanya.

Pilihan Satwa, Diproses dengan Kasih Sayang

Sekilas, konsep Kopi Semang mirip dengan kopi luwak. Namun, keunikannya terletak pada kebebasan satwa liar yang hanya memakan kulit ceri kopi yang benar-benar matang di pohon, lalu menyisakan bijinya begitu saja.

Biji pilihan alam inilah yang kemudian dikumpulkan secara telaten oleh tangan-tangan sabar para lansia. Proses yang lambat, kontemplatif, dan penuh rasa syukur ini dilanjutkan dengan penyortiran manual menggunakan tampah, dibersihkan, hingga diproses secara higienis. Ketelatenan ini menghasilkan cita rasa kopi premium yang khas, yang konon memberikan sensasi ketenangan dan “bahagia” bagi siapa saja yang meminumnya.

Misi Gerakan Tangguh Iklim dan Harmoni Alam

Di balik nikmatnya secangkir Kopi Semang, ada pesan kuat tentang konservasi dan adaptasi perubahan iklim. Perempuan petani di Desa Batu Ampar menanam kopi dengan sistem agroforestri—tumpang sari bersama pohon buah seperti durian, alpukat, dan jengkol.

Pohon-pohon pelindung inilah yang menjadi benteng hijau pelestarian lingkungan sekaligus habitat alami bagi satwa liar. Melalui Kopi Semang, para lansia dan perempuan petani setempat mengajarkan filosofi koeksistensi (hidup berdampingan secara damai). Manusia tidak perlu memusuhi atau memburu satwa yang memakan buah kopi mereka. Satwa mengambil haknya berupa kulit buah, dan manusia memungut berkah dari biji yang ditinggalkan.

Kopi Semang adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk lokal dari sudut Kepahiang mampu menyatukan untaian doa, pelestarian bumi, dan penegakan martabat perempuan dalam satu cangkir yang menghangatkan jiwa.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang