PKBM Az zahra Kepahiang
Siswa Desa Setara Bayung Diajak Meneladani Semangat Bung Tomo
š®š© Siswa Desa Setara Bayung Diajak Meneladani Semangat Bung Tomo
Bayung, 10/11/2025 ā Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, siswa-siswi yang tergabung dalam Program Desa Setara Desa Bayung mengikuti sesi belajar sejarah dengan penuh antusias.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan sejak dini. Anak-anak diajak menyimak kisah heroik Pertempuran Surabaya dan peran penting tokoh legendaris, Bung Tomo, yang berhasil membakar semangat rakyat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Umi Ariansi, koordinator Program Desa Setara Bayung menyatakan, “Kami ingin anak-anak belajar bahwa keberanian, pantang menyerah, dan cinta tanah air adalah warisan terbesar dari para pahlawan. Mereka sangat antusias dan khidmat mendengarkan setiap detail perjuangan para pendahulu kita.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Desa Bayung tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.
#HariPahlawan #DesaSetara #BayungMaju
Mimpi Harus Ditulis, Menjadi Doa dan Penuntun Kehidupan
Mimpi Harus Ditulis, Menjadi Doa dan Penuntun KehidupanĀ
Kabawetan, 30/10/2025- Kelas Menulis ini menghadirkan narasumber inspiratif, Umi Yesi. Dengan penuh semangat, Umi Yesi menyampaikan pesan kunci yang sangat berharga bagi para peserta didik:
𬠓Semua orang berhak punya mimpi. Tapi, mimpi itu wajib di tulis agar menjadi doa dan menjadi penuntun kehidupan.”
Pesan ini menjadi pengingat yang kuat, bahwa mimpi tidak boleh hanya berhenti di angan-angan. Ia harus diabadikan, ditransformasikan menjadi kata-kata, yang lantas berfungsi ganda: sebagai doa yang dipanjatkan dan sebagai penuntun yang jelas untuk langkah hidup sehari-hari.
Para siswa-siswi Paket B dan C Program Desa Setara pun diajak untuk merenungkan, memvisualisasikan, dan kemudian menuangkan semua cita-cita terbesar mereka ke dalam tulisan. Setiap coretan pena di atas kertas bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji diri dan peta jalan menuju masa depan yang mereka impikan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dan menulis para peserta, tetapi yang lebih penting, menanamkan keyakinan bahwa dengan menuliskan mimpi, mereka telah mengambil langkah pertama dan terpenting untuk bergerak maju.
Mereka diajarkan bahwa untuk meraih cita-cita, bermimpi saja tidaklah cukup, melainkan harus diikuti dengan aksi nyata, yang dimulai dari komitmen untuk menuliskannya.
Kelas Menulis hari ini di Desa Sidorejo menjadi bukti nyata bahwa Program Desa Setara benar-benar menciptakan kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk membangun kembali impian mereka melalui pendidikan dan literasi, dengan harapan agar kelak, mimpi yang tertulis itu benar-benar menjadi kenyataan.
Kita nantikan kisah dan mimpi anak desa ini di buku yang akan kami cetak dan terbitkan oleh TBM Cahaya Kepahiang dan Penerbit Yayasan Az Zahra Kepahiang
Desa Setara Bayung: Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas OnlineĀ
Ketika Jalan Raya Menjadi Ruang Kelas Online
Seberang Musi, 29/9/2025- Program Desa setara Desa Bayung, pemandangan yang kontras sekaligus menyentuh tersaji ketika tatap muka hari ini.
Peserta didik program kesetaraan Paket B dan C dari program Desa Setara berkumpul, bukan di dalam ruangan yang nyaman, melainkan di tepian jalan raya yang ramai. Di bawah bimbingan tutor yang setia mendampingi, mereka menatap layar gawai masing-masing, berusaha keras menyerap materi pelajaran secara daring.
Inilah potret perjuangan pendidikan di era digital, di mana semangat untuk belajar harus beradu kuat dengan kenyataan pahit keterbatasan infrastruktur. Aplikasi belajar yang seharusnya menjadi jembatan ilmu justru terhalang oleh dinding tebal bernama sinyal yang lemah.
Kondisi ini menciptakan sebuah drama sunyi yang sarat akan ironi. Jalan raya, sebuah simbol konektivitas fisik, secara terpaksa mereka jadikan satu-satunya tempat untuk mendapatkan konektivitas digital.
Dengan duduk di atas rumput dan bebatuan, mereka fokus mencari satu atau dua bar sinyal yang muncul di layar gawai mereka. Suara deru motor dan mobil yang sesekali melintas menjadi musik latar yang mengiringi perjuangan mereka.
Para tutor pun dengan sabar memastikan setiap anak didiknya tidak menyerah meski tantangan begitu nyata di depan mata.
Pemandangan ini menyajikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi, ada rasa prihatin yang mendalam melihat bagaimana anak-anak bangsa harus mempertaruhkan kenyamanan dan bahkan keselamatan mereka demi mendapatkan hak dasar atas pendidikan.
Ini adalah sebuah tamparan keras, pengingat nyata akan kesenjangan digital yang masih menganga lebar antara perkotaan dan pedesaan. Namun di sisi lain, pemandangan ini adalah monumen hidup tentang kekuatan semangat.
Kegigihan mereka adalah bukti paling sahih bahwa keinginan untuk meraih masa depan yang lebih baik tidak bisa dipadamkan oleh rintangan apa pun.
Pada akhirnya, kisah para pelajar di Desa Bayung ini lebih dari sekadar cerita tentang sinyal yang sulit. Ini adalah narasi tentang ketangguhan, dedikasi, dan harapan. Semangat mereka yang menyala di tepi jalan raya menjadi pesan kuat bagi semua pihak, bahwa api ilmu akan selalu dicari walau harus menembus kegelapan keterbatasan.
Perjuangan mereka layak mendapatkan apresiasi, tetapi yang lebih penting, layak mendapatkan solusi nyata agar kelak jalan raya dapat kembali ke fungsi sejatinya, dan ruang kelas mereka tak lagi beratapkan langit dan bising kendaraan, melainkan penuh dengan fasilitas yang memadai untuk menyongsong asa.
Program Desa setara adalah inisiatif Yayasan Az Zahra Kepahiang untuk menjembatani peserta didik di pelosok desa agar tetap melanjutkan pendidikannya dengan program pendidikan kesetaraan di PKBM Az Zahra Kepahiang


