"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PKBM Az zahra Kepahiang

Kumpulan Testimoni Alumni

KEREN

Alumni paket ini mampu memiliki 25 karyawan yang pendidikannya sarjana S1 dan S2.

Awalnya saya tidak PE DE. Namun karena amanah …ya di jalani aja.
Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Kalau ada kemauan pasti ada jalan.

Reno
Manajer Produksi Hanun
Plt Manajer Marketing CV Surya Tirta Mandiri
Alumni paket B tahun 2016/2017
Alumni paket C tahun 2019/2020

Berbekal keyakinan dan cita-cita saya mendaftar dan berhasil Lulus PAKET C tahun 2014. Setelah mendapat ijazah saya memberanikan diri untuk menjadi Guru di Sekolah MTs swasta yang ada di Kepahiang dan di terima. Kemudian saya mengikuti kegiatan-kegiatan Kepemudaan sembari melanjutkan Pendidikan Strata Satu Fakultas Tarbiyah Pendidikan Islam. Saya aktif dalam organisasi dan terlibat dalam urusan kemasyarakatan yang ada di Kepahiang.

Saya ingin membuktikan bahwa Alumni Paket C khususnya tamatan dari PKBM Az zahra mampu dan bisa bersaing di luaran, serta tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.

Alhamdulillah…doa dan mimpi saya kini telah menjadi kenyataan, sebagai Alumni PKBM Az zahra Kepahiang yang menjadi Seorang Sarjana.

Selalu ada jalan dalam tiap masalah, tidak ada orang yang bodoh saat ingin belajar! Bagi yang putus sekolah ..Ayooh bersekolah di PKBM Az Zahra Kepahiang

Beni Ardiyansah.S.Pd. Alumni Tahun 2013/2014

Apa manfaat setelah ikut paket di Az Zahra?
Alhamdulillah.. manfaatnya banyak umi.. bisa bersaing dengan sekolah negeri biasa (Sekolah formal). Dalam mencari kerja selain usaha menjahit juga Alhamdulillah di permudah umi.
Sekarang aku anggota PPS desa sumber Sari tahun 2019 dan di percaya sama Badan Pusat Statistik sebagai mitra di lapangan.
Rendy Crisnanto. Alumni Paket C tahun 2014.
#sekolahtanpaseragam
#sekolahserasakuliah

Testimoni alumni

Alhamdulillah lulus paket C
Lalu ikut pelatihan security
Dan langsung penempatan kerja di perusahaan
Bagian pengamanan

M. Riki Andika
Alumni paket C tahun 2019/2020

Ketua FTBM: Literasi di Kepahiang Sudah Oke Bangetttt

Literasi di Kepahiang sudah oke banget, orang-orangnya hebat … banyak penulis dan penerbit. Serta sudah pernah dua kali menang lomba di tingkat nasional. Pertahankan…dan jadi lebih baik lagi kedepannya.”

Kata-kata ini adalah pujian dan harapan dari Bu Kimli Haroswinarti, S.Pd.M.TPd Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Bengkulu yang menjadi narasumber kegiatan Praktik Baik Literasi bagi TBM di Kepahiang.

Kegiatan penguatan kepada komunitas literasi ini dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan FTBM Provinsi Bengkulu dan FTBM Kab Kepahiang.

Bu Kimli bersama Penulis Kepahiang

Kegiatan berlangsung meriah dan bersemangat yang diikuti sebanyak 50 orang pegiat literasi kepahiang. Dan ada 10 orang penulis alumni kelas menulis sabusabu (Satu Bulan Satu Buku) TBM Cahaya PKBM Az zahra Kepahiang. Penulis yang hadir pada kegiatan praktik baik literasi tersebut adalah Siti Asma, Sischa Peliyanti, Fromes Media Bagite, Jeniar Ferary, Susila Evianti, Maulida Suryani, Endang, Widya Hastuti, Rina Apriani dan Dwi Dessy Pratiwi.

“Literasi di Kepahiang sudah oke bangettt,” senyum sumringah bu Kimli yang disambut ucapan syukur Umi Yesi, Penulis Kepahiang yang ikut hadir di penghujung acara tersebut.

Perempuan Kepahiang Lestarikan Batik Daerah

Batik Diwo sudah ada sejak tahun 1985-1990. Namun nyaris punah. Tidak ada yang membuat dan melestarikannya. Padahal batik ini ciri khas daerah yang bernilai ekonomis tinggi. Pakaian para Raja-Raja Rejang dahulu kala”

Menurut Ibu Nurhayati Founder IKM Sumber Hayati, Diwo berasal dari kata Dewa, nama Diwo dipakai karena baju adat para Raja Suku Rejang. Batik Diwo merupakan varian dari Batik Kaganga (aksara rejang) yang artinya Kepahiang.

Ciri khas Batik Diwo adalah pada motifnya yaitu Selempang emas, Pucuk rebung, Stabik, Bunga bangkai (amorphophallus)/ bunga raflessia, Huruf lingkung/kha ga nga dan motif hasil perkebunan seperti kopi dan lada.

Sangat disayangkan jika batik tradisional ini hilang dari Bumi Sehasen Kabupaten Kepahiang ini. Untuk itu PKBM Az zahra Kepahiang bersama IKM Sumber Hayati berkolaborasi untuk melestarikan batik diwo sehingga kembali berjaya dan dapat menjadi icon di Kabupaten Kepahiang.

“Perempuan Kepahiang akan ikut andil dalam melestarikan batik diwo sebagai warisan sejarah. Kita patut menjaga pakaian khas Raja-Raja Suku Rejang tersebut agar tidak punah” Ujar Umi Yesi Ketua PKBM sekaligus Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Kepahiang.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang