"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Buku Desa Setara Sidorejo: Coa Cukup Ngen Mipei, Suhet Utuk Harapan

Obral!

Harga aslinya adalah: Rp120.000.Harga saat ini adalah: Rp99.000.

Kategori:

Deskripsi

Merawat Cita-Cita di Tengah Perkebunan: Antologi Cerpen Coa Cukup Ngen Mipei, Suhet Utuk Harapan

Buku ketiga yang lahir dari rahim Program Desa Setara ini berjudul Coa Cukup Ngen Mipei, Suhet Utuk Harapan (Tak Cukup dengan Mimpi, Surat Untuk Harapan). Buku ini adalah simbol kemenangan edukasi atas godaan ekonomi jangka pendek, membuktikan bahwa anak-anak di daerah perkebunan memiliki mimpi yang jauh melampaui batas desanya.

1. Penulis Masif dari Desa Sidorejo (Kecamatan Kabawetan) Karya ini merupakan hasil dari kelas menulis Sabusabu yang dilaksanakan pada 30 Oktober 2025 di Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan. Sangat membanggakan melihat antusiasme yang luar biasa; buku ini ditulis oleh puluhan peserta didik yang bahu-membahu menyusun cerita, mulai dari Alfian Nur Sholihin, Gilang Hafid Ansyahri, hingga Seti Yono. Partisipasi masif ini mematahkan stigma bahwa anak-anak di Kabawetan lebih memilih bekerja daripada belajar.

2. Kolaborasi Nyata dalam Pelestarian Bahasa Rejang Berbeda dengan buku sebelumnya, sampul belakang buku ini secara eksplisit mencantumkan proses kreatif kolaboratif. Untuk memperkuat naskah dan melestarikan bahasa daerah, cerita-cerita anak ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Rejang oleh Pak Efendi, S.Pd. Kolaborasi antara narasumber (Umi Yesi) dan tokoh pendidik lokal (Pak Efendi) menunjukkan keseriusan PKBM Az Zahra dalam mengangkat kearifan lokal secara profesional, yang juga dipertegas dengan aksara Kaganga di sampul depan.

3. Pesan Penguatan Karakter Buku ini memuat pesan dari Umi Yesi yang sangat menyentuh dan sarat akan penguatan psikologis:

“Setiap cita-cita besar dimulai dari satu kalimat kecil yang ditulis dengan jujur. Simpan tulisan Anda hari ini. Baca kembali saat Anda butuh kekuatan!”

Pesan ini mengajarkan warga belajar bahwa bermimpi saja tidak cukup; mereka harus memanifestasikan harapan tersebut melalui karya nyata dan menjadikannya sebagai jangkar kekuatan saat menghadapi rintangan kehidupan.

4. Dedikasi Tanpa Lelah Pemuda Pelopor Desa Keberhasilan mengumpulkan puluhan anak untuk menulis sebuah buku di desa ini adalah buah dari kerja keras Pemuda Pelopor Desa Sidorejo: Eni Lastari, S.Pd., Yesti Depika, S.Pd., Nia Widia Sari, S.Pd., Sri Wanti, S.Pd., Leni Marlina, S.Pd., dan Ahmad Ridho Harahap. Mereka adalah garda terdepan yang berhasil mengubah kebiasaan nongkrong atau bekerja anak-anak desa menjadi kelas literasi produktif yang menghasilkan karya abadi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + sixteen =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang