"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Buku Desa Setara Cugung Lalang: Temujeu Dalen Belek (Menuju Jalan Pulang)

Obral!

Harga aslinya adalah: Rp120.000.Harga saat ini adalah: Rp99.000.

Kategori:

Deskripsi

Kembali ke Pangkuan Pendidikan: Antologi Cerpen Temujeu Dalen Belek

Karya literasi keempat yang melengkapi keberhasilan Program Desa Setara adalah antologi cerpen berjudul Temujeu Dalen Belek (Menuju Jalan Pulang). Buku ini adalah perwujudan paling nyata dari misi pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS), yang mendokumentasikan perjalanan anak-anak yang akhirnya menemukan jalan kembali untuk merajut asa di bangku pendidikan.

1. Penulis Hebat dari Desa Cugung Lalang (Kecamatan Ujan Mas) Buku ini merupakan buah karya dari siswa-siswi di Desa Cugung Lalang, Kecamatan Ujan Mas. Di sampul belakang, terdapat satu kalimat yang sangat kuat dan menjadi bukti keberhasilan program: “Peserta didik yang kembali bersekolah melalui Pendidikan Kesetaraan (Paket A, B, dan C)…”. Karya ini ditulis langsung oleh mereka yang berhasil ditarik kembali ke sistem pendidikan, di antaranya Anindia Nabila Putri, Alvin Fajar Berliansyah, Bhella Okta Rhyna, Cintia Pitri Rahayu, Deva Julianti, Dita Yolanda, Eci Gustavahi Alvira, Fransisko Anugrah Pertama, Juwita Nopita Sari, Muhammad Fauzan Hafiz Diantara, Musdalipa Ramadhani, Krisna Frindapan, Muhammad Alfatori Wahid, Septa Neyla Hafizah, dan Wahyu Trianto.

2. Metafora “Jalan Pulang” yang Menggugah Judul dan ilustrasi sampul—seorang anak dengan tas punggung berjalan melintasi jalan desa saat senja—adalah metafora yang sangat emosional. “Menuju Jalan Pulang” bukan sekadar pulang ke rumah fisik, melainkan kembalinya anak-anak yang sempat tersesat oleh hambatan ekonomi dan sosial, kembali ke “rumah” pendidikan mereka untuk menuntaskan Wajib Belajar 13 Tahun.

3. Konsistensi Kolaborasi Pelestarian Bahasa Rejang Karya ini mempertahankan komitmen pada pelestarian kearifan lokal. Kelas menulis Sabusabu yang digagas oleh Umi Yesi kembali berkolaborasi dengan penutur asli bahasa Rejang, Bapak Effendi, S.Pd. Sinergi ini memastikan bahwa warga belajar tidak hanya mampu menulis, tetapi juga menjadi pewaris aktif bahasa daerah mereka.

4. Aksi Nyata Pemuda Pelopor Desa Keberhasilan merangkul belasan anak di Desa Cugung Lalang ini adalah hasil kerja keras tanpa pamrih dari para Pemuda Pelopor Desa: Erna Wati, Suci Amelia, Mardhatilla, Fetri Apriyani, Hesti Meriani, dan Risda Daniati. Pendampingan mereka membuktikan bahwa metode jemput bola ke akar rumput adalah kunci sukses dalam mengeksekusi visi besar pendidikan kesetaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 10 =

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang