"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Alumni Sabusabu Semakin Eksis Menulis Buku

Zahra Publishing. Alumni Sabusabu Semakin Eksis Menulis Buku

 

Hari terakhir kunjungan kerja Pak Mukti Ali, tim yang bertugas peliputan dari Direktorat PMPK bertemu dengan alumni kelas menulis sabusabu di Grand Jitra Hotel Kota Bengkulu.

Sabusabu, satu bulan satu buku adalah program unggulan TBM Cahaya PKBM Az Zahra Kepahiang yang dipimpin Kms Fahrudin. Inisiator kelas menulis sabusabu adalah Umi Yesi, pegiat PNF dan literasi di provinsi Bengkulu.

Alumni kelas menulis sabusabu, Sherli dan Rahma memberikan kesaksiannya.

Menurut Sherly, menulis dapat mengungkapkan rasa yang selama ini terpendam sehingga dapat diungkapkan dengan baik. Dengan demikian hati menjadi plong dan damai.

Ibu Rahmayani, pengawas sekolah formal juga membenarkan pernyataan Sherly, dia sangat senang dapat bertemu Umi Yesi dan mendapatkan ilmu tentang menulis buku.

Kedua alumni tersebut mengikuti kelas menulis sabusabu angkatan 8 yang dilaksanakan oleh TBM Pelita Bangsa di hotel Pinus pada bulan Agustus 2021.

Dan mereka memberanikan diri menjadi penyelenggara kelas menulis sabusabu angkatan 9 dan 10. Angkatan 9 diselenggarakan oleh Bu Rahmayani dengan tema Literasi tentang RASA. Dan angkatan 10 diselenggarakan oleh Sherly dengan tema Literasi tentang Guru Kehidupan.

Gerakan literasi yang digagas Umi Yesi ini menginspirasi banyak orang. Sehingga para alumni ketagihan menulis dan berani mengajak orang lain untuk menulis juga.

Harapannya, sabusabu akan membumi di provinsi Bengkulu khususnya dan di Indonesia umumnya.

Menulis itu mudah karena menulis adalah BERCERITA. Ayo kita menulis Lis Lis Lis.

Senator Eni Khairani Sambangi PKBM Az Zahra Kepahiang

Zahra Publishing. Senator Eni Khairani Sambangi PKBM Az Zahra Kepahiang

Hari ini, Jumat, 15/10/2021 PKBM Az zahra Kepahiang kedatangan Senator, Dra. Hj. Eni Khairani, M.Si. yang merupakan anggota DPD RI terpilih Dapil Provinsi Bengkulu tahun 2019 lalu.

Kedatangan Ibu Eni disambut oleh Helmiyesi, Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang beserta Pak Mukti Ali, tim liputan Kemdikbud yang sedang bertugas peliputan dari Direktorat PMPK dalam rangka menyusun Buku Best Practices PKBM di Indonesia, sekaligus meliput juga untuk bahan tulisan majalah Spirit yang diterbitkan Direktorat PMPK.

Ibu Eni menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini tujuannya yaitu menjalin silaturrahim serta menyerap aspirasi masyarakat terutama masalah anak yang berhadapan dengan hukum dan anak bermasalah sosial lainnya.

Mereka bermaksud menitipkan ‘anak istimewa’ yang merupakan binaan Panti Aisyiyah Kasih Ibu Bengkulu ke PKBM Az Zahra Kepahiang.

Ibu Win Ketua Panti menyampaikan bahwa, anak tersebut sudah 6 tahun berada dalam asuhan mereka. Dan tahun ini ingin kembali ke rumah kakeknya di Kepahiang. Oleh karena itu mereka mengantar anak tersebut pulang dan meminta bantuan Umi Yesi untuk melakukan konseling dan melanjutkan sekolah kembali.

PKBM Az Zahra Kepahiang melalui lembaga konseling keluarga menjadi rujukan dinas sosial dan panti dalam menangani kasus terhadap perempuan dan anak.

Selanjutnya senator Eni mengucapkan terimakasih kepada Az zahra yang telah banyak membantu pemerintah dalam pendampingan anak putus sekolah dan anak bermasalah sosial lainnya.

“Jika setiap kabupaten melakukan kegiatan seperti di Az zahra ini, pasti banyak anak yang terbantu dan pemerintah akan sangat berterimakasih dengan gerakan masyarakat yang seperti ini” ujar Ibu Eni di akhir perbincangan.

Launching Buku Kelas Menulis Sabusabu

Zahra Publishing. Launching Buku Kelas Menulis Sabusabu

Sabusabu adalah singkatan dari satu bulan satu buku. Maka diharapkan setelah mengikuti kelas menulis ini semua peserta bisa menulis dan tulisan diterbitkan ber ISBN.

Sabtu, 9 Oktober 2021 bertempat di Hotel Adeeva Kota Bengkulu dilaksanakan Launching Buku Sabusabu angkatan 8 dan angkatan 9.

Buku alumni sabusabu angkatan 8 berjudul Kucing Hitam Penghidup Mayat. 

Judul cerita dan nama penulis yang lahir dari kelas sabusabu angkatan 8 adalah:

KUCING HITAM PENGHIDUP MAYAT – Lonnys Suryanto

TERJEPIT COVID – Rahmayani

BUNGA KEMBALI BERSEKOLAH – Devi Fitri Wahyuni

EMAK BERDASTER INGIN JADI MILYADER – Rohaini

CURHAT HARI KASIH SAYANG – Irene

ASA PEREMPUAN KEPALA KELUARGA – Umi Yesi

JANGAN PERGI, JANGAN DULU PERGI – Mahdalia Tambayong

QUEEN SHE And SULTAN BEE – Sherly Ellyson

 

Sementara buku yang ditulis oleh peserta sabusabu angkatan 9 berjumlah 15 orang. Dengan tema literasi tentang RASA, judul dan nama penulis yang lahir dari sabusabu angkatan 9 sebagai berikut:

Secangkir Kopi Pengingat Masa Lalu-Yelda Apriana

Gugurnya Padi Abadi – Wulandari

72 Jam Berjuang Melawan Rasa – Sherly Ellyson

Rasa Kebas yang Tertanam – Rahmayani

Memaafkan Tanpa Tapi – Kurnia Puspita

Kota Pare yang Bikin Pede – Teza Ramadhita

Kelas Sabusabu Penyabarku – Yelsi Apriani

Kamu Doni Bukan Dita – Devi Fitri Wahyuni

Kwitansi Study Tour – M. Ibnu Mustofa

Lelaki Bayangan Tuti – Prima Reta Widyastuti*

Terimakasih Mama – Muhammad Raden Calvin

Menikmati Rasa – Debby Utami Hersya Fitri

Memori Anak Pesisir – Cut Elina Denk

Kenangan – Azizah Fikrina

Ujian dan Harapan untuk Latifah – Ngatiningsih

Pemesanan buku dapat melalui Lia Tambayong di +62 853-8108-9159

Atau dengan Rahmayani di +62 853-7844-3367

 

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang