"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM ANUGERAH PARAHITA EKAPRAYA

Zahra Publishing. Partisipasi Perempuan dalam Anugerah Parahita Ekapraya.

Hari ini, Senin, 27/9/2021 Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendapat penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.

Setidaknya ada 7 komponen kunci yang menjadi indikator penilaian APE. Yakni Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, SDM dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Partisipasi Masyarakat.

Umi Yesi, salah satu perempuan yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pengarusutamaan gender di Kepahiang.

Apa saja gerakan yang beliau lakukan?

Pertama mengajak anak usia sekolah yang tidak sekolah untuk kembali bersekolah melalui program kesetaraan

Kedua membuka peluang kerja bagi perempuan desa melalui lembaga anak usia di setiap desa yang beliau bina.

Ketiga mengerakkan literasi melalui kelas menulis sabusabu (satu bulan satu buku)

Keempat memberikan pendampingan dan pelayanan kepada lanjut usia yang tinggal sendiri melalui program Homecare Lansia.

Kelima memberdayakan perempuan melalui batik Diwo Kepahiang. Melestarikan budaya khas kabupaten Kepahiang sebagai kearifan lokal dan ekonomi kreatif bagi perempuan ekonomi rendah.

Partisipasi masyarakat seperti yang dilakukan Umi Yesi ini menjadi faktor penunjang dalam lomba Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dalam pengarusutamaan gender di Kabupaten Kepahiang.

Kedepan, diharapkan semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam hal pembangunan SDM di  Kabupaten Kepahiang.

Literasi tentang RASA Sabusabu Ke-9

Zahra Publishing, Literasi tentang RASA

Minggu, 26 September 2021 bertempat di Hotel Adeeva Kota Bengkulu dilaksanakan kelas menulis sabusabu angkatan ke-9 dengan tema LITERASI TENTANG RASA.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Ketua TBM Provinsi Bengkulu dan Ketua Forum PKBM Kota Bengkulu.

Pelaksana kegiatan kelas menulis sabusabu 9 adalah Ibu Rahmayani, ketua TBM Bintang Cendikia Ananda (BCA) Kota Bengkulu.

Menurut Kms Fahrudin, ketua TBM Cahaya kegiatan kelas menulis sabusabu sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan rutin hingga saat ini. Diharapkan melalui kegiatan ini literasi di Bengkulu semakin maju dan berkelanjutan.

Acara terasa hangat dan menyenangkan dengan panduan Kak Dyah bersama boneka Chesi yang bisa bicara.

Literasi tentang RASA disampaikan dengan apik oleh Umi Yesi, penulis novel dan cerpen yang menjabat ketua PKBM Az Zahra Kepahiang.

Umi Yesi memadukan literasi dengan terapi rasa sehingga peserta mendapatkan ketenangan dan kesehatan, bonusnya adalah bisa bercerita dan diterbitkan menjadi buku.

Menulis itu MUDAH karena menulis adalah BERCERITA!

Helmiyesi, Mendapatkan Apresiasi Pegiat Perempuan Nasional

Zahra Publishing. Helmiyesi mendapatkan apresiasi pegiat perempuan tingkat nasional

 

Helmiyesi, ketua PKBM Az Zahra Kepahiang, perempuan pegiat batik Diwo Kepahiang

Beliau bersyukur dapat menjadi bagian dari 10 perempuan berdedikasi melalui Apresiasi pegiat perempuan tingkat nasional tahun 2021

Dengan esai berjudul Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Melalui Batik Diwo Kepahiang.

Terimakasih Bupati Kepahiang atas support dan testimoninya.

Terimakasih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Kepahiang atas rekomendasi dan kepercayaannya.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk IKM/UMKM perempuan di Kepahiang yang berdaya, mandiri dan sejahtera.”

@rumahkreatifdiwokph
@umeakdiwokepahiang112
@umeahbatik_lestari
@cahyodiwokemumeu
@peidiwokemuning
@rumahbumnkepahiang

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang