"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Silahturahmi Penyelenggara Program Paket ABC Se-Prov Bengkulu

Bengkulu, 18/11/2018. Kebersamaan akan terjalin jika kita saling mengenal. Dengan mengenal kita bisa saling berbagi. Dengan berbagi kita bisa saling menasehati. Dengan menasehati akan saling menyayangi. Kata-kata inilah yang menjadi motivasi anggota grup whatsApp PKBM/SPNF penerima BOP Kesetaraan se-provinsi Bengkulu. Maka digagaslah pertemuan hari ini dengan tajuk rapat dan silahturami penerima BOP Kesetaraan se-Provinsi Bengkulu.

Kegiatan dilaksanakan di SPNF Kota Bengkulu yang dikoordinir oleh Sdr Apen Ketua Forum Tutor Kesetaraan Provinsi Bengkulu dan Bu Ema Ketua PKBM Ilmu Bunda. Anggota yang hadir berjumlah 15 orang pengelola PKBM/SPNF yang mewakili 10 Kab/kota di Bengkulu.

Agenda rapat adalah perkenalan antar lembaga per Kab/kota; Revisi RAB BOP Paket ABC; dan hal-hal lain yang diperlukan. Pada saat perkenalan antar lembaga, setiap peserta memperkenalkan diri dan bercerita tentang kegiatan di lembaga masing-masing.

Bu Ade, Kepala SPNF Bengkulu Tengah, salah satu lembaga yang baru pertamakali mendapat BOP paket ABC bercerita betapa bahagia ketika mendapat longlist BOP. Rasa-rasa mimpi, tak percaya! Sebab selama ini belum pernah ada perhatian pemerintah sebesar ini. Mereka telah melaksanakan program kesetaraan di 8 Desa binaan. Hingga peserta didik mencapai 300 orang. Namun belum mendapat perhatian, terutama dari daerah. Saat identifikasi pesdik di 8 Desa tersebut mereka lakukan secara swadaya. Tidak ada bantuan samasekali. Karena prasarana yang belum memadai maka proses pembelajaran menumpang di gedung sekolah yang ada di desa-desa. Saking padatnya jadwal tatap muka di desa-desa tersebut, mereka hanya ngantor di SPNF Benteng hari Senin dan Jumat saja. Hari lain digunakan untuk mengunjungi pesdik yang melakukan proses pembelajaran. Ketua SPNF inipun ikut terjun langsung, membantu tutor mengajar pesdik paket ABC.

Inspirasi lain adalah usaha memandirikan PKBM yang sudah terakreditasi agar dapat melaksanakan UNBK secara mandiri dilakukan Ibu Titin Ketua PKBM Mekar Sari Kabupaten Kaur. Dia memfasilitasi lembaga-lembaga agar siap mandiri saat UNBK dengan membantu pemasangan server, pengadaan Komputer dan melatih teknisi beserta proktor agar siap melaksaanakan UNBK mandiri. Tahun 2019 direncanakan ada 3 PKBM di Kabupaten Kaur yang siap UNBK Mandiri.

Bersinergi dengan Ibu Titin, Bapak Nipriyansah Ketua SPNF Kabupaten Kaur melakukan upaya lifeskills pesdik berbahan potensi lokal yaitu berkebun pisang dan labu kuning. Hasil panen dibuat olahan stik pisang, sale pisang, kripik pisang, stik dan kripik labu kuning serta pembuatan kerupuk jengkol dan kerupuk gurita. Aneka makanan ini laris manis menjadi kuliner yang cukup menjanjikan di Kabupaten Kaur.

Tak ketinggalan, Ibu Ema Ketua PKBM Ilmu Bunda yang bercerita tentang pesdik dan proses pembelajaran bagi anak yang berhadapan dengan hukum di lapas Bentiring. Dan aneka kuliner olahan berbahan tepung berhasil memandirikan pesdik kesetaraannya. Kesuksesan beliau mengelola PKBM terinspirasi ketika berkunjung ke PKBM Az Zahra Kepahiang pada tahun 2011 silam.

Mendengar sucses story dan curhat beberapa pengelola PKBM dan Kepala SPNF tersebut, Umi Yesi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang ikut terharu dan bangga. Rupanya mereka telah berjuang lebih berat dari yang dikira. Mereka telah berbuat, membantu anak tidak bersekolah untuk kembali bersekolah. Melanjutkan impian yang tertunda.

Dan pembahasan lain yang tak kalah menarik adalah mengenai tindak lanjut  Adendum nomor 2588/C4.3/PM/2018 tentang BOP Paket A dan B dan Adendum nomor 2589/C4.3/PM/2018 tentang BOP Paket C. Untuk itu kami mencoba memahami isi adendum dan melakukan revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dana BOP Paket ABC. Kami baca adendum, dipahami maksudnya lalu dituangkan menjadi RAB. Alhamdulillah satu contoh RAB yang berhasil di revisi bisa selesai dikerjakan. Selanjutnya akan di sempurnakan oleh lembaga masing-masing.

Sebelum pulang, dilakukan pengalangan dana untuk membantu Bayi penderita Hidrosefalus, Badarwansa (1.3 tahun). Karena penyakit yang dideritanya membuat kondisi kepalanya membengkak dua kali lebih besar dari ukuran seorang bayi. Melihat kondisi kepala yang semakin membesar, dokter menyarankan segera operasi. Namun Kondisi ekonomi yang kurang, menyebabkan bayi ini hanya di beri obat-obatan seadanya. Untuk itu peserta rapat menyisihkan rejekinya untuk membantu adik Badarwansa yang sedang dirawat di RSUD M. Yunus Bengkulu melalui Bapak Nipriyansyah. Kami berdoa semoga lekas sembuh ya dik!

Terakhir, Umi Yesi berkata “Alhamdulillah,  sudah tercipta kebersamaan diantara kita. Semoga kemesraan ini tetap terjalin. Saling berbagi, saling melengkapi. Insyaallah akan bahagia” Aamiin.

 

 

Belajar Literasi Ke Benny Institute

Lubuk Linggau, 11/11/2018. Salah satu program utama Az Zahra adalah Peningkatan Minat Baca, Seni dan Budaya. Umi Yesi, selaku pimpinan telah menerbitkan buku berjudul Hamari Adhuri Kahani, Kisah Kita Yang Belum Tuntas. Buku tersebut berkisah tentang budaya lokal Kabupaten Kepahiang dan pengelolaan pendidikan nonformal era millinial.

Tak di sangka respon positif dan antusias yang luar biasa dari masyarakat Kepahiang dan pegiat pendidikan nonformal yang tergabung dalam group whatsapps PKBM, terhadap buku tersebut. Orang pertama yang menyambut dan mempromosikan langsung adalah Ibu Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang. Beliau sangat gembira dan bangga PKBM binaannya berhasil menulis buku dan ambil bagian dalam gerakan gemar membaca dan menulis, literasi Indonesia.

Melalui beliau pula buku tersebut sampai ke tangan Ibu Efi Hidayat, isteri Bupati Kepahiang yang turut gembira dengan adanya penulis perempuan di Kepahiang. Menurut beliau perempuan membangun lewat tulisan, itu kereeeen banget.

Tak ketinggalan para asisten setdakab, dokter gigi, kabid keluarga berencana, kabid perpustakaan daerah, beberapa kepala desa dan guru guru PAUD antusias membaca dan membeli bukunya. Bahkan sampai kepada beberapa pembaca di Sumatera Barat, Sulawesi, NTB dan Yogyakarta. Terakhir semua buku cetakan pertama (edisi terbatas) habis di beli oleh BP PAUD dan Dikmas Bengkulu untuk koleksi taman bacaan. Dan gerakan menulis buku ini di suport penuh oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, MM.

Melihat animo masyarakat Kepahiang yang antusias itu, maka pengurus az Zahra berembuk dan sepakat untuk lebih konsen berliterasi menulis dan menerbitkan buku setiap bulannya. Untuk itu maka kami berkunjung ke lembaga Benny Institute yang beralamat di Jl. Kenanga II Lama, Kel. Pasarsatelit Kec. Lubuklinggau Utara II Sumsel.

Benny Arnas, pimpinan BennyInstitute adalah anak muda yang pandai menulis puisi dan jago  pula menulis cerpen. Cerpen pertamanya Dua Beranak Temurun dimuat Kompas. Setelah itu, cerpen-cerpennya merambah ke Koran Tempo, Jawa Pos, Republika, Horison, Media Indonesia, dll. Pria yang mulai menulis tahun 2008 ini menuai banyak prestasi. Salah satu cerpennya Air Akar dinobatkan sebagai Karya Fiksi Terbaik Tulis Nusantara oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah menyingkirkan lebih dari 13.000 naskah (2012);

Menjadi penulis membawanya menjejaki Australia lewat Artist Creative Course (2015), Uni Emirat Arab dalam Cultural Trip to the Creators (2015), dan Selandia Baru lewat program Cultural Activist (2016). Dan pada Agustus-September ia melakukan residensi di Bengkulu Tengah dalam program Seniman Mengajar II untuk kemudian melahirkan Panca Mukti, Setelah Petang (bennyinstitute, 2017).

Tepat pukul 09.00 wib kami tiba di kediaman beliau. Di sambut hangat oleh isteri dan tiga buah hati mereka yang masih kanak kanak. Mas Benny sengaja menunggu kedatangan kami untuk sarapan bersama. Kami di suguhi makanan khas sumatera selatan, lakso dan mpek mpek ikan. Makanan yang cukup mengugah selera, makan sekali… pengin nambah lagi.

Selanjutnya, Pak Imam Pembina Yayasan Az Zahra mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan kami, yakni ingin berguru, menuntut ilmu terutama bidang penulisan dan penerbitan buku. Sambil memperlihatkan buku yang sudah di tulis.

Beliau tersenyum bahagia, mendengar ada yang mau belajar menulis. Karena bennyisntitute memiliki kelas menulis khusus pemula. Maka gayung bersambut, beliau bersedia dan akan membantu az Zahra dalam merealisasikan cita cita tersebut.

Pembicaraan yang hangat, suasana santai dan kekeluargaan tercipta dengan apik di rumahnya yang luas dan nyaman. Di selingi suara tawa anak anak yang asyik bermain di halaman. Kami mendapat banyak motivasi dan pengetahuan.

Setelah satu jam ngobrol di kediamannya, kamipun di ajak melihat lembaga bennyinstitute. Mas Benny Arnas memperlihatkan beberapa ruangan yang ada, tempat masyarakat dan pecinta buku berkumpul, belajar menulis dan membuat film. Beberapa event dan kegiatan yang telah mereka lakukan di tempel di dinding sepanjang lorong rumah yang menjadi penghubung antar ruang.

Di akhir pertemuan, kami di hadiahi banyak buku untuk oleh oleh pulang. Menurut mas Benny Buku berjudul Silampari dan Bujang Kurap adalah buku best seller dan paling banyak di beli oleh masyarakat lubuk linggau. Buku ini bercerita tentang cerita rakyat yang ada di lubuk linggau. Sehingga pemerintah daerah menghimbau kepada sekolah, kampus, dan bahkan SKPD untuk mengoleksi buku cerita rakyat tersebut.

“Terima kasih sambutan hangat dan hidangan laksonya yang nikmat. Insyaallah kami akan mengundang bennyisntitute untuk hadir di Kepahiang Desember 2018 nanti”. Pak Imam menyudahi pertemuan hari ini dengan berpamitan dan menghadiahi kopi sengkuang sebagai cendramata khas kepahiang.

“Insyaallah kami siap bantu az Zahra dan kepahiang” jawab mas Benny Arnas antusias.

 

Labsite Pengelolaan Pendidikan Nonformal Berbasis Digital

Kepahiang/25/10/2018. Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Bengkulu melaksanakan kegiatan labsite Pengelolaan Pendidikan Nonformal Berbasis Digital di PKBM Az Zahra Kepahiang, Kamis, 25 Oktober 2018.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Dr. Hartono, S.Pd, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Neti Herlina, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Kepahiang, Lonnys Suryanto, M.Pd Pamong BP PAUD dan Dikmas Bengkulu dan peserta kegiatan adalah Pengelola dan Operator PKBM/SPNF/LKP se Kabupaten Kepahiang berjumlah 40 orang.

Umi Yesi, sapaan akrab ketua PKBM Az Zahra Kepahiang melaporkan bahwa kegiatan labsite ini di latar belakangi adanya kebutuhan para pengelola dan operator pendidikan nonformal (terutama PKBM dan LKP) akan informasi pengelolaan berbasis digital. Zaman semakin canggih, perubahan pengelolaan semakin meningkat. Semua serba cepat melalui metode yang canggih dan online. Mulai dari di terapkannya dapodikmas, ujian nasional berbasis komputer (UNBK), E-Proposal hingga pembelajaran online (daring). Hal ini membuat beberapa lembaga pendidikan nonformal mati suri karena tidak mampu mengakses informasi yang serba online tersebut. Alasannya SDM dan sarana prasarana penunjang tidak ada atau belum memadai. Namun mau tidak mau, suka atau tidak suka, lembaga tetap harus menerima kenyataan yang ada, pengelolaan berbasis digital. Jika tidak, lembaga akan terlambat dan tertinggal jauh. Untuk itulah maka kegiatan hari ini adalah mensosialisasikan dapodik online oleh Febri Jaya Pamungkas, S.Pd Operator Kabupaten Kepahiang, dan praktek membuat formulir pendaftaran peserta didik online oleh Kms Fahrudin, S.Pd tim IT di PKBM Az Zahra Kepahiang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang mengucapkan apresiasi kepada PKBM az Zahra Kepahiang yang telah di percaya melaksanakan kegiatan labsite BP PAUD dan Dikmas Bengkulu. Beliau berpesan kepada peserta yang hadir agar optimis dan tidak putus asa dengan adanya pengelolaan pendidikan nonformal berbasis digital di era globalisasi ini. Karena ini adalah tuntutan zaman yang harus di sikapi dengan bijak. Semua bisa di pelajari dan diterapkan selama kita mau belajar dan mau melaksanakan dengan sungguh sungguh.

“Untuk menyikapi perkembangan ilmu teknologi dalam pengelolaan pendidikan nonformal maka pengelola PKBM dan LKP di Kepahiang ini harus saling membantu, saling berbagi ilmu, saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik. Dengan demikian kalian akan menjadi besar dan kuat karena saling percaya dan bisa di andalkan. Jadilah seperti kumpulan lidi yang menyatu dan terikat sehingga mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Saya salut dan bangga dengan bapak/ibu sekalian, karena tidak semua orang mampu melaksanakan pekerjaan seperti ini. Mengurusi orang miskin, anak putus sekolah dan anak bermasalah. Itu pekerjaan yang luar biasa dan mulia”.

Lonnys Suryanto, M.Pd yang datang sebagai narasumber dan mewakili bu Sa’adah Ridwan, M.Pd Kepala BP PAUD dan Dikmas Bengkulu menyampaikan bahwa Kabupaten Kepahiang di pilih sebagai lokasi labsite tahun ini karena penilaian mereka Kabupaten ini sangat aktif dan banyak kegiatan yang dapat di unggulkan. ”Kami senang karena kepala bidang PAUD dan PNF nya selalu merespon dengan cepat setiap ada kegiatan, dan lembaga PKBM/LKP selalu siap menyampaikan data data yang di minta. Pokoknya Kepahiang ini jempolan deh”.

Peserta sangat antusias dan termotivasi dengan adanya kegiatan ini. Merekapun serius mengikuti materi dari awal hingga selesai. Dapat dilihat dari chanel youtube ini.

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang