Labsite BP PAUD dan Dikmas Bengkulu Untuk PTK PAUD di Kepahiang
Kepahiang. 10/11/2019. Labsite BP PAUD dan Dikmas Bengkulu
Dalam rangka menunjang program pendidikan nonformal yang dilaksanakan di PKBM Az Zahra Kepahiang sebagai labsite BP PAUD dan Dikmas Bengkulu mengadakan pelatihan pengelolaan PNF berbasis digital lanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD di Kepahiang. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Widodo, S.Pd dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu, Bapak Edy Subagya,M.Pd Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang. Ibu Emi Parida, SE Kasi Kurikulum dan Penilaian, Ibu Lilik Ulwiyah, S,Pd Kasi Peserta Didik Pembinaan PAUD dan PNF Kabupaten Kepahiang.

Peserta sebanyak 20 orang Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD yang berasal dari 11 Desa/Kelurahan binaan PKBM Az Zahra Kepahiang, yaitu PAUD At thorig di Kelurahan Padang Lekat, PAUD AL Fattah Desa Karang Endah, PAUD Bougenville Indah Desa Sidorejo, PAUD Miftahunnajjah Desa Taba Baru, PAUD Oryza Sativa desa Limbur Lama, PAUD Tunas Bangsa Desa Sosokan Cinta Mandi Baru, PAUD Pandan Wangi Desa Taba Padang, PAUD Asyifa Desa Bayung, PAUD Pelita Hati Desa Tebat Laut, PAUD Ar Rosyad Desa Talang Gelompok dan PAUD Saqueena Desa Lubuk Saung.

Narasumber pertama yaitu Bapak Edi Subagya, M.Pd Sekretaris Dinas Dikbud Kab Kepahiang dengan materi berjudul Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini menuju industry 4.0. Selanjutnya narasumber kedua yaitu Bapak Widodo, S.Pd Pamong Belajar Madya BP PAUD dan Dikmas Bengkulu dengan judul materi Trik dan Tips mendidik anak usia dini di era digital.

Narasumber ketiga adalah Membuat rencana pembelajaran dan simulasi mengajar anak PAUD yang asyik dan menyenangkan yang disampaikan oleh Ibu Nyimas Maisyarah , S.Pd AUD Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Kabawetan.

Acara berjalan lancar dan sukses, peserta bersemangat dan akan mempraktikkan ilmu yang didapat di lembaganya masing-masing.

Perdana Mendapat Bantuan APBD, SPNF SKB Benteng Sosialisasikan K13 dan Siap Menulis Buku
Bengkulu Tengah, 1 November 2019. Perdana mendapatkan bantuan Anggaran dari APBD Kabupaten Bengkulu Tengah, SPNF SKB Bengkulu Tengah mengadakan Sosialisasi Kurikulum 2013 bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan yang bertempat di Aula PAUD Sayang Bunda, Desa Nakau, Kecamatan Talang Empat. Kabupaten Bengkulu Tengah, pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 1 November 2019. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Saidirman SE, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Benteng yang menyampaikan arahan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik sehingga ilmu yang didapatkan nantinya dapat di implimentasikan di lembaga masing-masing.
Narasumber antara lain Bapak Ferry Hazo Aprianto, SH Kepala Bidang PNF Benteng yang menyampaikan tentang Kebijakan Pendidikan Nonformal. Bapak Lonnys Suryanto, M.Pd Pamong dari BP PAUD dan Dikmas Bengkulu. Beliau menyampaikan materi Pembelajaran berbasis modul pada Kurikulum 2013 dan Sebaran muatan pembelajaran pada SKK. Ibu Peavey Marisha, S.Pd.I Asesor PKBM dari BANP dan Dikmas Bengkulu yang menyampaikan materi tentang Pembelajaran tatap muka, tutorial dan mandiri pada Pendidikan Kesetaraan, serta penyusunan RPP K13 Pendidikan Kesetaraan.

Pada kesempatan itu Ibu Ade Juni Setriana, S.Pd Kepala SPNF SKB Bengkulu Tengah juga mengundang Umi Yesi untuk hadir dan ikut mewarnai kegiatan tersebut. Beliau ingin sekali para tutor yang menjadi peserta kegiatan dapat melahirkan karya nyata, terutama bagi lembaga nonformal yang dipimpinnya. Karya yang diterbitkan menjadi sebuah buku. Umi Yesi, Penulis sekaligus Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang merespon permintaan tersebut dengan antusias. Beliaupun menyanggupi untuk berbagi tips-tips keren menulis buku dengan slogannya Menulis Semudah Bercerita.

“Semua orang, tak terkecuali siapapun dia, mempunyai potensi yang sama dalam menulis. Sebab menulis itu semudah orang bercerita,” paparnya.
Diawali dengan merubah mainset peserta tentang menulis, Umi menyampaikan kata-kata ajaib yang harus mereka katakan berulang-ulang hingga masuk ke alam bawah sadar. Kata ajaib tersebut adalah: Mengubah kata “SULIT” menjadi “MUDAH’; Mengubah kata “TIDAK” Menjadi “YA”; Mengubah kata “TIDAK MUNGKIN” Menjadi “MUNGKIN”; Mengubah kata “ BIASA” Menjadi “LUAR BIASA”
Kata ajaib tersebut adalah kalimat positip yang bisa menjadi energi bagi penulis pemula yang biasanya masih ragu akan kemampuan dirinya. Padahal semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi penulis terkenal. Penulis yang dapat menginspirasi dan menjadi rujukan banyak orang. Hanya saja kemampuan itu tertutupi oleh perasaan tak mampu dan mengkerdilkan potensi diri. Oleh karena itu sebelum kelas menulis dimulai, Umi selalu memberi sugesti kepada peserta didik bahwa mereka bisa dan pasti bisa menjadi penulis. Sebab menulis itu mudah semudah orang bercerita.

Mengapa menulis itu mudah? Karena menulis adalah bercerita. Ketika kita bercerita apakah sulit untuk mengungkapkannya? Tentu saja tidak! Bercerita sangatlah mudah. Dan hal tersebut kita lakukan setiap saat di hari-hari kita. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita dapat bercerita tentang kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi pada kita. Itu artinya cerita adalah perjalanan hidup. Bedanya kalau bercerita mengunakan mulut. Informasi yang berasal dari otak kita ungkapkan melalui lisan, mulut. Nah…sekarang ganti, informasi atau peristiwa yang terjadi tidak kita ceritakan melalui lisan melainkan melalui tulisan. Dari otak pindah ke tangan. Tulis lis lis…..tulislah.
Di akhir acara, peserta mendapat tugas untuk menulis naskah berjumlah minimal 5 halaman. Naskah bertema tentang Pendidikan Nonformal yang akan di ketik dan dikirim ke email helmiyesi32@gmail.com paling lambat 10 hari dari sekarang. Setiap tulisan peserta akan dikumpul menjadi satu buku dan diterbitkan menjadi kumpulan cerita.

Pesan Penting Umi, peserta hanya bertugas MENULIS, tidak yang lain. Penulis pemula tidak disarankan membaca naskahnya berulang-ulang, dikhawatirkan naskahnya tidak akan selesai karena sibuk edit sana sini. Peserta hanya menulis, tanpa membaca ulang naskahnya. Selebihnya serahkan ke tim kreatif az Zahra yang menyempurnakannya. Tim kreatif Az Zahra sudah komplit, mulai dari tim editor, tim lay out, tim desain cover dan tim pengurusan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Pendampingan lebih lanjut akan dilakukan di kelas online melalui media whatsapps.
Nah….tunggu apalagi? Jangan khawatir naskahmu salah atau jelek. Semua naskah akan kami sulap jadi kisah yang menarik dan layak diterbitkan. Tutor SPNF SKB dan PKBM di Benteng siap menulis. Ayo kita menulis lis lis…………..

Pembukaan PKK Vokasi Paket C, Batik Diwo Kepahiang
Kepahiang, 28/10/2019. Program Pendidikan Kecakapan Kerja Vokasi Paket C
Bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019, maka PKBM Az Zahra Kepahiang melaksanakan pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Vokasi Paket C dengan keterampilan Batik Tulis, Batik Dewo, Batik Khas Kabupaten Kepahiang.
Hadir dalam pembukaan tersebut Dr. Hartono, S.Pd.M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Slamet Imam Wakhyudin, S.Ag Pembina Yayasan Az Zahra Kepahiang dan Instruktur Membatik dari LKP Sumber Hayati.

Dalam laporannya, Umi Yesi, Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang menyampaikan bahwa sasaran kegiatan ini adalah peserta didik paket C kelas XI dan XII. Mereka adalah pekerja anak yang putus sekolah dan kembali bersekolah melalui program kesetaraan di PKBM Az Zahra Kepahiang. Pekerjaan yang mereka lakoni selama ini adalah sebagai buruh kasar di pasar pagi, kuli bangunan, buruh tani, pembantu rumah tangga, pengasuh anak dan pekerjaan lainnya yang diupah rendah. Untuk itu maka perlu inovasi baru sebagai keterampilan yang dapat diunggulkan, salah satunya adalah Batik Diwo.
Dalam sambutannya, Pak Hartono menyampaikan bahwa Batik tidak pernah berhenti berkembang, bahkan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebudayaan masyarakat yang membuatnya. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki corak batik dengan ciri khas motif dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

Batik Diwo adalah batik yang memiliki motif inti aksara Rejang (Ka Ga Nga) yang dikombinasikan dengan motif lain. Diantaranya motif hasil bumi, perkebunan, pertanian atau program yang sedang diunggulkan pemerintah daerah. Mengingat motif tersebut dianggap menjadi sarana promosi daerah.
“Mulai tahun depan Bupati sudah mengintruksikan agar seluruh PNS Kabupaten Kepahiang mengenakan Batik Diwo sebagai seragam dinas, begitupun dengan seragam siswa-siswi sekolah, dari jenjang PAUD hingga SMA. Artinya peluang membatik ini sangat besar ke depannya, maka saya harap anak-anak mengikuti program ini sampai selesai dan kompeten sebagai pengrajin batik” pesan Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Kepahiang ini.

Kegiatan PKK Vokasi Paket C ini bekerjasama dengan LKP Sumber Hayati Desa Tebat Monok Kepahiang dan akan dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Oktober hingga Desember 2019. Semua siswa tersenyum gembira dan berjanji akan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga berakhirnya program.
