"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Rakor GOW: Sosialisasi Sampah Plastik bagi Kesehatan Lingkungan dan Dunia

Kepahiang, 21/11/2019. Rakor Kedua GOW Kepahiang

Menindaklanjuti hasil kesepakatan pertemuan rakor bulan lalu, sebagai tuan rumah rakor GOW kedua hari ini adalah organisasi Ikatan Adyaksa Dharma Karini dan Organisasi Wanita Islam. Kegiatan dilaksanakan di Aula IKM Kelurahan Pensiunan dimulai pukul 09.00 wib sd selesai. Acara dipandu oleh Rabiatul Adawiyah, sekretaris GOW Kepahiang dengan agenda pertama pembacaan notulen rakor sebelumnya. Notulen dibacakan oleh Helmiyesi yang dilanjutkan dengan penandatangan hasil rakor bulan Oktober dan penyerahan buku Antologi Puisi Bias Asa karya Ibu Puji Astuti yang merupakan anggota Persit Kartika Candra Kirana. Buku ini lahir berkat adanya kelas menulis yang dilakukan saat rakor perdana di Sekretariat Asyiyah tanggal 17 Oktober 2019.

 

Notulen kedua dibacakan oleh Ibu Erma Ponito yang merupakan hasil rapat pengurus pada tanggal 19 November 2019. Isinya adalah laporan tindak lanjut Mou antara bidang Ekonomi dengan Bulog. Adanya perampingan di bidang-bidang GOW yang semula ada 6 bidang menjadi 4 bidang, supaya efektif kinerjanya. Bidang yang dipertahankan adalah Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Ekonomi dan Koperasi; Bidang Sosial dan Budaya; Bidang Advokasi.

Selanjutnya adalah laporan bidang Sosial dan Budaya yang disampaikan oleh Ibu Jernilan. Beliau melaporkan bahwa pengurus dan anggota GOW telah membantu dan mengunjungi bayi mungil bernama Arsyaka Virendra Prabowo (1,2 th) yang mengalami jantung bocor, TB paru dan katarak pada mata sebelah kiri. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 November 2019. Menyikapi banyak masalah social yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten Kepahiang maka bidang sosial membuat program jimpitan atau sumbangan berupa beras atau dana yang dilakukan setiap rakor rutin setiap bulannya.

 

Tak ketinggalan, bidang Ekonomi dan Koperasi juga melaporkan tentang usahanya. Laporan disampaikan oleh Ibu Hera Aryani yang mewakili ketua bidang Ekonomi yang berhalangan hadir. Beliau menuturkan bahwa telah dilakukan kerjasama usaha antara GOW dengan Bulog dalam menyediakan bahan keperluan rumah tangga seperti minyak goreng, cabe, bawang, gandum, daging, telor dan lain-lain. Harapannya setiap rakor pengurus dan anggota dapat berkontribusi membeli kebutuhan rumah tangga tersebut melalui GOW. Harga jual relatif lebih murah dari harga pasar dan keuntungan penjualan akan masuk ke kas GOW untuk digunakan membiayai operasional kegiatan.

Setelah laporan hasil rapat dan kegiatan perbidang maka Ketua GOW Kepahiang Netti Herawati, S.Sos memberikan sambutan dan arahannya. Beliau mengucapkan salam untuk semua agama karena pengurus dan anggota GOW tidak semua beragama Islam. Menurutnya, kita harus menghormati dan menghargai semua agama yang ada di Indonesia. Dan Pemerintah Pusat juga sudah menerapkan salam yang utuh seperti ini.

 

Pertama tama Ibu Ketua mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Buku Bias Asa karya Ibu Puji Astuti yang telah selesai diterbitkan. Ini bukti bahwa ada perempuan Kepahiang yang memiliki hobi menulis dan karyanya bisa ditampilkan serta ikut berkontribusi dalam pembangunan perempuan di Kepahiang.

Kedua beliau mendukung usaha bidang ekonomi yang telah bekerjasama dengan bulog untuk memenuhi kebutuhan pokok (sembako) yang dapat meringankan belanja anggota dan masyarakat. GOW harus dikenal oleh masyarakat melalui pelayanannya. Salah satu pelayanan adalah menjadi outlet atau kios sembako murah bagi rumah tangga. Saya berharap pengurus, anggota dan masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang diberikan bulog melalui bidang ekonomi gow.

Ketiga, agenda rutin ini harus kita laksanakan dengan maksimal. Semua perempuan boleh ikut untuk mendapat informasi dan ilmu pengetahuan. Bulan lalu kita sudah ikut kelas menulis dan menerbitkan buku. Bulan ini kita akan mendengarkan sosialisasi tentang bahaya limbah plastik bagi kesehatan. Jadikan momen rakor ini sebagai pengikat tali silaturahmi dan peningkatan kapasitas diri, terutama bagi perempuan di Kepahiang ujarnya mengakhiri sambutannya.

 

Pemateri hari ini adalah Ibu Novi yang merupakan anggota  organisasi Ikatan Adyaksa Dharma Karini dan berprofesi sebagai Jaksa di Kejari Rejang Lebong. Beliau mensosialisasikan tentang Sampah Plastik bagi Kesehatan Lingkungan dan Dunia. Contoh sampah yang baru-baru ini viral adalah bungkus indomie yang berlayar hingga ke Jepang dengan kondisi masih utuh meski tertera diproduksi pada tahun 1998. Hal ini membuktikan bahwa memang benar plastik sulit terurai, bahkan plastikpun masih bisa bertahan meski telah berusia 400 tahun. Dan mirisnya berdasarkan hasil penelitian yang ada, satu orang di Indonesia mengunakan sampah plastik sebanyak 700 kantong pertahun. Nah…kalikan saja 700 kantong tersebut dengan jumlah penduduk di Indonesia. Berapa banyak sampah plastik yang digunakan oleh kita?  Sampah sangat berbahaya bagi manusia dan juga hewan.

Di Bengkulu, banyak hewan Penyu yang mati karena sampah plastik sehingga populasinya menurun drastis. Untuk mengurangi sampah plastik tersebut beliau berpesan agar ibu-ibu di GOW mulai mengurangi kantong plastik jika belanja ke pasar. Bawalah keranjang atau satu kantong asoy saja yang dapat digunakan berulang-ulang. Contoh lainnya adalah biasakan membawa tumbler atau botol air minum sendiri sehingga setiap kantor atau pertemuan cukup menyediakan air gallon dan tidak mengunakan air dalam kemasan kecil. Hal ini sangat membantu mengurangi penumpukan sampah yang ada. Demikian isi rakor kedua gow bulan ini. Dan kesepakatan penyelenggara rakor bulan depan akan dilaksanakan oleh organisasi Dharma Wanita dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

 

 

GP3M adalah Prestasi Perempuan Kepahiang Yang Maju Mandiri dan Sejahtera

Kepahiang, 20/11/2019. GERAKAN PENDIDIKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MANDIRI (GP3M)

Dalam rangka melakukan edukasi, sosialisasi dan apresiasi terhadap perempuan mandiri di Kabupaten Kepahiang maka dilakukan acara Sarasehan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M). Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Kota Lapangan Santoso ini berlangsung meriah yang dihadiri Ibu Kurnia Puspita, S.Pd perwakilan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas melalui BP PAUD dan Dikmas Bengkulu. Hadir pula Bupati Kepahiang Dr.Ir Hidayatullah Syahid, M.M.IPU, Wakil Bupati Kepahiang, Netti Herawati, S.Sos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd, Camat Kepahiang, Lasta Sapta Putra, S.Sos dan beberapa tamu undangan lainnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, M.Pd melaporkan bahwa kegiatan ini adalah puncak acara yang diikuti oleh 150 perempuan yang mendapat sasaran program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) dan 100 perempuan yang menjadi sasaran dalam program Desa Vokasi. Sehingga ada 250 perempuan yang telah diberdayakan melalui PKBM dan SPNF SKB Kepahiang.

  

Kurnia Puspita, S.Pd Pamong Belajar Muda pada Kajian Diktara BP PAUD dan Dikmas Bengkulu dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan sarasehan GP3M dan pameran produk/ hasil karya perempuan marginal yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang ini.

Melalui pameran ini diharapkan membuka akses pemasaran produk mereka dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidup perempuan. Sedangkan melalui GP3M diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai ibu rumah tangga, sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga yang berimbas pada peningkatan pendidikan dan kualitas hidup generasi berikutnya.Sehingga dari perempuan-perempuan yang berpendidikan, mempunyai daya saing serta mandiri ini akan lahir dan tumbuh generasi-generasi handal di masa datang, berdampak pada rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kepahiang yang juga meningkat. Artinya, anak usia sekolah putus sekolah semakin menurun.

 

Bupati Kepahiang Dr.Ir Hidayatullah Syahid, M.M.IPU sangat antusias dan menyambut baik gerakan ini. Setelah memberikan sambutan, beliau berkeliling meninjau stand pameran PKBM dan SPNF SKB yang memajang hasil karya peserta didiknya. Stand pertama yang dikunjungi adalah PKBM Widya Kencana yang dipimpin Ibu Efrilena, S.Pd. Beliau memperlihatkan hasil anyaman dari bambu yang dikerjakan oleh perempuan binaan melalui PKK, lansia dan klub senam jantung sehat.

 

Stand kedua yang dikunjungi adalah PKBM Az Zahra Kepahiang. Di sini Bupati langsung menuju stand buku-buku terbitan kelas menulis. Beliau familiar dengan buku-buku terbitan Az Zahra tersebut. Ibu Bupati, Efi Hidayat ikut serta melihat stand dan tertarik mencoba praktik membatik yang diperagakan peserta didik Paket C. Serta ada pula atraksi potong rambut gratis yang dilakukan oleh peserta didik PKHP di PKBM Az Zahra Kepahiang.

 

Stand ketiga PKBM Az zahir yang dipimpin oleh Lustina Niarti, S.Pd. Stand unik dan cantik miliknya berisi hasil kerajinan tangan berupa anyaman tali kur. Berbagai bentuk kreasi ayaman mereka tampilkan di stand miliknya tersebut.

Stand keempat yang dikunjungi Bupati dan rombongan adalah PKBM Excellencia. PKBM ini dipimpin oleh Essy Destiana, S.Pd. PKBM yang berlokasi di Desa Kelobak ini menampilkan hasil karya peserta didik PKH P berupa pot bunga dari handuk dan berbagai jenis kompos yang digunakan untuk menyuburkan tanaman.

 

Stand kelima diisi oleh PKBM Cakrawala yang dipimpin oleh Meri Andaria, M.Pd. Stand ini menampilkan hasil kreatifitas keterampilan pengolahan limbah kain perca, batik dan barang bekas menjadi barang tepat guna. Stand PKBM ini cukup diminati oleh pengunjung yang membeli pernak pernik hiasan jilbab dan gantungan kunci yang mereka hasilkan.

 

Stand terakhir yang dikunjungi adalah SPNF SKB Kepahiang yang dipimpin oleh Bapak Drs.Agustami. Di stand ini ditampilkan aneka kreasi peserta didik Desa Vokasi seperti Kerupuk Rengginang Ubi, Gula merah aren, aneka bumbu dapur siap saji dan marning dari jagung. Pengunjung mendapat kesempatan melihat proses pengerjaan dan mencicip hasilnya.

 

Terakhir, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Neti Herlina, S.Sos sebagai panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh lembaga dan masyarakat yang hadir dan mendukung acara ini. Beliau berharap ini bukan hanya gerakan belaka namun benar nyata terealisasi menciptakan perempuan berdaya, perempuan tangguh dan perempuan mandiri guna menunjang pembangunan Kepahiang yang Maju, Mandiri dan Sejahtera. Sebagai wujud perempuan mandiri di Kepahiang maka Pemda Kepahiang memberikan penghargaan kepada Ria Pertiwi, SP dan  Heriza Tri Satifa, A.ma sebagai Pegiat Perempuan Mandiri di Kepahiang tahun 2019.

 

Labsite 2: Pendampingan dan Pengawasan ABH yang kembali bersekolah

Kepahiang, 14/11/2019. Melanjutkan kegiatan Labsite BP PAUD dan Dikmas Bengkulu yang kedua di PKBM Az Zahra Kepahiang, maka hari ini Tim Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bengkulu melakukan sosialisasi tentang anak yang berhadapan dengan hukum dengan tema Pendampingan dan Pengawasan ABH yang kembali bersekolah.

Hadir pada kegiatan ini Ibu Emi Parida,SE Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Ibu Umi Kalsum dan Elsi Susiana dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepahiang serta Bapak Akhirin Mihardi, S.H dan tim Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas II Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik Paket B dan tutor serta relawan yang membantu tugas az Zahra dalam pengembangan di masyarakat.

Umi Yesi, Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang menyampaikan bahwa sejak tahun 2015, lembaganya telah menerima dan melayani anak-anak bermasalah secara ekonomi, sosial dan hukum yang melanjutkan pendidikannya melalui Program Kesetaraan paket A, paket B dan Paket C. Setiap tahun anak usia sekolah yang kembali bersekolah di lembaganya kian meningkat, terutama anak usia 14 sd. 16 tahun atau setara dengan usia SMP yang mengikuti program paket B. Fenomena ini merisaukan hati beliau, karena anak putus sekolah semakin marak terjadi dari tahun ke tahunnya. Dan beberapa bulan ini PKBM mendapat rekomendasi anak berhadapan dengan hukum untuk kembali bersekolah di Az Zahra. Untuk itu perlu ada pemahaman yang sama dan upaya pendampingan serta pengawasan lebih lanjut antar pihak agar kegiatan anak kembali bersekolah ini berjalan dengan maksimal.

Akhirin Mihardi menyampaikan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum / anak pelaku tindak pidana, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana. Anak yang berkonflik dengan Hukum yang selanjutnya disebut Anak adalah anak yang telah berumur 12 dua belas tahun, tetapi belum berumur 18 delapan belas tahun yang diduga melakukan tindak pidana ( UU SPPA Pasal 1 Ayat 2,3 ).

Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi ( pasal 28b ( 2 ) uu 1945 ). Maka pemerintah dan lembaga  negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum ( pasal 59 uu sppa ), salah satunya adalah mengembalikan pendidikan anak. Dan pendidikan yang paling tepat bagi anak bermasalah tersebut adalah melalui jalur pendidikan nonformal. Oleh karena itu PKBM diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan dan terapi mental spiritual bagi mereka. Sehingga anak yang bermasalah dapat melanjutkan pendidikannya seperti halnya teman sebaya lainnya.

 

Untuk mempersiapkan para Tutor dalam menghadapi anak-anak tersebut maka Ibu Emi Parida,SE memberi penguatan dengan materinya Peran Tutor dalam penanaman karakter pada peserta didik kesetaraan. Dilanjutkan dengan Trik membuat RPP pembelajaran online dan tatap muka yang disampaikan oleh Bapak Irawan, S.Pd. Para tutor mendapat materi terpisah dengan peserta didik setelah kegiatan berlangsung.

 

Diakhir pertemuan, ketua PKBM Az Zahra Kepahiang memberikan beberapa koleksi buku untuk Pojok Baca di Bapas Bengkulu dan Taman Bacaan di Lapas Curup. Anak-anak juga bergembira karena buku mereka yang berjudul Curhatku, Sekolah Tanpa Seragam 2 telah terbit dan dicetak. Merekapun mendapat satu buku dan dengan bangga memamerkan karya mereka dengan sesamanya. Tim bapas pun pamit dengan wajah gembira melihat ekspresi siswa paket B di az Zahra yang ceria. Semua yang hadir berharap anak-anak yang sudah kembali bersekolah ini akan sukses dan menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan Negara. Menjadi generasi penerus yang sehat, kuat dan bebas dari masalah. Aamiin…

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang