"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

34%  Perempuan Lulus Administrasi Calon PPK se-Kabupaten Kepahiang

Kepahiang, 28/1/2020. 34%  Perempuan Lulus Administrasi PPK se-Kabupaten Kepahiang

Sebanyak 95 orang atau 34% perempuan lulus berkas administrasi Calon anggota PPK se Kabupaten Kepahiang. Hal ini dapat dilihat dari pengumuman KPU Kabupaten Kepahiang nomor 060/PP.04.2-Pu/1708/KPU-Kab/I/2020 tentang Hasil penelitian administrasi calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam pemilihan serentak tahun 2020 yang diumumkan hari ini, Selasa, 28 Januari 2020.

Dari 285 pelamar calon anggota PPK, KPU Kabupaten Kepahiang memutuskan 279 orang yang lulus administrasi dengan jumlah laki-laki 184 orang dan perempuan 95 orang. Partisipasi perempuan tertinggi ada di Kecamatan Merigi dan partisipasi perempuan terendah di Kecamatan Muara Kemumu.

No Kecamatan Jumlah

Total

Jumlah (L dan P) Persentase (%)
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 Kepahiang 72 39 33 56 44
2 Tebat Karai 32 21 11 66 34
3 Ujan Mas 40 23 17 58 43
4 Merigi 20 11 9 55 45
5 Kabawetan 18 13 5 72 28
6 Seberang Musi 29 17 12 59 41
7 Bermani Ilir 35 30 5 86 14
8 Muara Kemumu 33 30 3 91 9
 Jumlah 279 184 95
 Persentase (%) 100 66 34

Dihari yang sama, Umi Yesi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPC FPPI) Kabupaten Kepahiang hadir dalam Sosialisasi Produk Hukum KPU Kabupaten Kepahiang dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang tahun 2020 di Aula KPU Kepahiang.

Dalam kesempatan berharga tersebut, beliau menyampaikan harapan besar kepada KPU Kepahiang terkait rekruitmen penyelenggara tingkat Kecamatan (PPK) untuk memperhatikan keterwakilan perempuan. Hal ini sesuai dengan amanah undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu pasal 52 ayat 3 yang berbunyi komposisi keanggotaan PPK memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen).

 

Saya mewakili perempuan seKabupaten Kepahiang berharap kuota 30% perempuan benar-benar diperhatikan Pak Ketua. Jika 5 orang anggota PPK yang akan dilantik, artinya ada jatah 1,5 untuk perempuan (30%). Nah…yang setengah saya kembalikan kepada ketua, saya cuma minta 1. Minimal 1 orang perempuan yang nantinya lulus dan dilantik menjadi anggota PPK di setiap Kecamatan yang ada” pesan Umi Yesi kepada Ketua KPU yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta yang hadir.

Mirzan Pranoto Hidayat, Ketua KPU Kabupaten Kepahiang menyambut baik usulan dan pendapat Ketua DPC FPPI tersebut. Beliau berharap perempuan Kepahiang juga dapat ambil bagian dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kepahiang.

“Hari Kamis, 30 Januari 2020 nanti akan diadakan test tertulis bagi calon anggota PPK. Kami akan mengambil 10 orang terbaik/nilai tertinggi. Nah…silahkan perempuan membekali diri dengan maksimal untuk mengikuti seleksi tersebut. Kami akan transparan dalam pelaksanaannya nanti. Bahkan masyarakatpun dapat ikut memantau test tersebut” pesan beliau sembari tersenyum menanggapi permintaan Ketua DPC FPPI.

Nah…teman-teman perempuan di Kepahiang. Pintu sudah terbuka, kesempatan yang sama terbuka lebar untukmu berkarya menjadi penyelenggara pemilihan Bupati dan wakil Bupati pada pemilihan serentak tahun 2020.

Belajar yuk belajar…!

Berikut nama-nama peserta yang lulus seleksi adiministrasi calon anggota PPK di Kabupaten Kepahiang.  

  

  

Dibayar Kontan, Sedekah Seratus Ribu dibayar Sejuta

Dibayar Kontan, Sedekah Seratus Ribu dibayar Sejuta

Anda percaya dengan keajaiban dan janji Allah SWT bagi orang yang gemar bersedekah? Yup… percaya…sangat percaya! Bahkan keajaiban itu benar-benar terjadi pada hari ini. Sedekah adalah pemberian seorang kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

Pagi ini Umi Yesi, Ketua PKBM Az Zahra sekaligus Ketua FPPI Kepahiang datang ke lokasi kegiatan Obral Pakaian Bekas, Bayar Seikhlasnya Untuk Amal yang dilakukan oleh persatuan Komunitas Kepahiang. Mereka mengelar lapak beralaskan kardus yang diatasnya telah tertata pakaian-pakaian bekas hasil sumbangan kegiatan Ngamen Amal yang mereka dapatkan beberapa minggu lalu. Sebelumnya ada 23 Komunitas dengan berbagai gendre bersatu dalam aksi kemanusiaan pada hari Minggu, 12 Januari 2020. Saat itu terkumpul sejumlah uang tunai, buku-buku, dan pakaian bekas layak pakai. Nah…ada 9 karung pakaian yang terkumpul dan mereka obral hari ini di depan Pasar Pagi.

Setelah ikut menyaksikan aksi Obral Pakaian Bekas, Bayar Seikhlasnya Untuk Amal, Umi Yesi melanjutkan kegiatannya belanja sayur mayur di Pasar Pagi yang tak jauh dari lokasi aksi. Di akhir belanja Umi sengaja mampir ke warung sate langanannya dan memesan 10 bungkus sate. Beliau memberikan 7 bungkus untuk sarapan adik-adik yang sedang aksi dan 3 bungkus dibawa pulang untuk anak-anaknya dirumah. Umi sangat bangga dengan aksi sosial dan kemanusiaan yang dilakukan adik-adik tersebut. Apalagi, hasil penjualan pakaian itu akan disumbangkan kepada Dhafa, anak yang menderita kangker mata di Kecamatan Muara Kemumu. Sesampai di rumah, beliau langsung buka hp.

“Subhanallah ada wa yang mengabarkan bahwa Umi mendapat dana 1 juta karena membantu rekomendasi travel umroh yang pernah diikuti sebelumnya. Padahal umi hanya bantu share doang…tapi ada yang mendaftar lantaran hal tersebut. Dengan izin Allah tentunya”  cerita Umi Yesi di Group Wa FPPI.

Diakhir cerita Umi menyampaikan, “Nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan? Jangan berhenti beramal…Jangan berhenti berbuat kebajikan. Dia telah membuktikan janji Allah SWT, bersedekah seratus ribu untuk sarapan adik-adik yang sedang aksi sosial. Dan sedekah itu langsung dibayar kontan 1 juta tabungan umroh.

Allah akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba minimal 10 kali lipat. Bilangan balasan itu bisa terus berganda dan tumbuh semakin besar. Tergantung pada keikhlasan sang hamba, dan takaran rezeki yang Allah berikan kepadanya. Bahkan bilangan itu suatu saat bisa mencapai 700 kali lipat. Allah Swt berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:261)

Siapa yang mau bersedekah? Hubungi Forum Persatuan Komunitas Kepahiang yaa.

 

 

 

Demi Dhafa…Ngamen Lagi, Obral Pakaian Bekas Bayar Seikhlasnya

Ngamen lagi….Obral Pakaian Bekas Bayar Seikhlasnya

Hari ini, Minggu, 19 Januari 2020 bertempat di trotoar lapangan Santoso Kepahiang, tepatnya didepan gang Pasar Pagi. Sekumpulan anak muda yang menamakan diri Forum Persatuan Komunitas Kepahiang mengadakan aksi pengalangan dana yang bertajuk Obral Pakaian Bekas, Bayar Seikhlasnya Untuk Amal.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut aksi Ngamen Amal yang dilakukan oleh 23 Komunitas di Kepahiang pada minggu sebelumnya. Komunitas tersebut adalah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI)  Kepahiang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW)  Kepahiang, Komunitas Seni dan Sastra Budaya Teater Ruang Rupa Metamorfosa, Komunitas Musik Kepahiang (KMK), Komunitas Pejuang Budaya Bambu Runcing, Komunitas Angklung SELUNA Kepahiang, Kampung Dongeng Kepahiang, Cafe SIRKEL, Kopi IKHLAS, SUNRISE, Kopi JEY, Kopi REJANG, Studio MOB,  Laskar Trisula Sakti (LTS), Komunitas Pecinta Reptil, Kedai Kopi Pancung, GEBER Indonesia, Payang Guitar Family (PGF), VIKING Kepahiang, MRI ACT, Putri Pariwisata, Sanggar Seni Rupa Kertas dan Perpustakaan Komunitas Mykhaila.

 

Menurut Ritmha Candra Ariesha, S.Pd hasil ngamen amal minggu lalu ada 9 karung sumbangan pakaian layak pakai yang mereka terima. Pakaian tersebut mereka pilah dan pisahkan sesuai ukuran dan jenis pakaian agar memudahkan penjualan. Ide menjual pakaian hasil sumbangan ini dilatarbelakangi adanya info bahwa pakaian hasil sumbangan terkadang tidak termanfaatkan dengan benar sesuai harapan. Lagipula jika pakaian akan diberikan kepada korban banjir akan memerlukan kendaraan atau ongkos kirim yang cukup mahal. Berdasarkan hal tersebut, maka komunitas ini berembuk dan sepakat menjual pakaian tersebut dengan harga seikhlasnya.

 

Maka sejak pukul 06.00 wib beberapa perwakilan komunitas berkumpul dan mengelar lapak mereka di trotoar pasar pagi. Mereka yang sempat hadir dari Komunitas Seni dan Sastra Budaya Teater Ruang Rupa Metamorfosa (Ritma, Irawan, Reni, Sesna, Robes, Rizal); Dyah wakil dari Kampung Dongeng; Benny Ariansyah dari Delegasi Pejuang Budaya Sanggar Bambu Runcing; Niki dari Komunitas Musik Kepahiang (KMK). Ikut hadir mewarnai aksi tersebut Fromes dan Umi Yesi dari Forum Pemberdayaan Perempuan Kepahiang.

 

Aksi obral pakaian bekas ini semakin meriah dengan kehadiran Budy Andrian pimpinan Komunitas Reptil Kepahiang. Beliau mengelar aksi heroik dengan mengajak masyarakat foto selfie dengan ular kesayangannya. Ular Pajeri, jenis ular piton dengan Panjang +3 M dan bobotnya mencapai 9-10 kg. Meski takut dan ngeri melihat ular tersebut, banyak juga anak-anak muda yang berani memegang dan foto selfie dengan Budy dan ularnya tersebut.

Hasil penjualan pakaian bekas hari ini langsung disampaikan kepada keluarga Dhafa, anak yang menderita kangker ganas pada mata sebelah kirinya.

 

Alhamdulillah…misi kemanusian hari ini selesai. Sebagian hasil ngamen amal dan penjualan pakaian bekas telah disampaikan kepada adinda Dhafa. Lekas sembuh ya dek…

Sebelumnya, hasil ngamen amal juga telah diserahkan kepada keluarga Gilang di Ruang Melati Rumah Sakit Curup Kabupaten Rejang Lebong Kepahiang pada tanggal 17 Januari 2020 lalu. Gilang menderita kanker nasofaring (kanker tenggorokan yang sudah menyebar pada hidung, mulut dan tenggorokan).

Demi Gilang dan Dhafa…. ayo kita ngamen lagi!

 

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang