"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Demi Dhafa…Ngamen Lagi, Obral Pakaian Bekas Bayar Seikhlasnya

Ngamen lagi….Obral Pakaian Bekas Bayar Seikhlasnya

Hari ini, Minggu, 19 Januari 2020 bertempat di trotoar lapangan Santoso Kepahiang, tepatnya didepan gang Pasar Pagi. Sekumpulan anak muda yang menamakan diri Forum Persatuan Komunitas Kepahiang mengadakan aksi pengalangan dana yang bertajuk Obral Pakaian Bekas, Bayar Seikhlasnya Untuk Amal.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut aksi Ngamen Amal yang dilakukan oleh 23 Komunitas di Kepahiang pada minggu sebelumnya. Komunitas tersebut adalah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI)  Kepahiang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW)  Kepahiang, Komunitas Seni dan Sastra Budaya Teater Ruang Rupa Metamorfosa, Komunitas Musik Kepahiang (KMK), Komunitas Pejuang Budaya Bambu Runcing, Komunitas Angklung SELUNA Kepahiang, Kampung Dongeng Kepahiang, Cafe SIRKEL, Kopi IKHLAS, SUNRISE, Kopi JEY, Kopi REJANG, Studio MOB,  Laskar Trisula Sakti (LTS), Komunitas Pecinta Reptil, Kedai Kopi Pancung, GEBER Indonesia, Payang Guitar Family (PGF), VIKING Kepahiang, MRI ACT, Putri Pariwisata, Sanggar Seni Rupa Kertas dan Perpustakaan Komunitas Mykhaila.

 

Menurut Ritmha Candra Ariesha, S.Pd hasil ngamen amal minggu lalu ada 9 karung sumbangan pakaian layak pakai yang mereka terima. Pakaian tersebut mereka pilah dan pisahkan sesuai ukuran dan jenis pakaian agar memudahkan penjualan. Ide menjual pakaian hasil sumbangan ini dilatarbelakangi adanya info bahwa pakaian hasil sumbangan terkadang tidak termanfaatkan dengan benar sesuai harapan. Lagipula jika pakaian akan diberikan kepada korban banjir akan memerlukan kendaraan atau ongkos kirim yang cukup mahal. Berdasarkan hal tersebut, maka komunitas ini berembuk dan sepakat menjual pakaian tersebut dengan harga seikhlasnya.

 

Maka sejak pukul 06.00 wib beberapa perwakilan komunitas berkumpul dan mengelar lapak mereka di trotoar pasar pagi. Mereka yang sempat hadir dari Komunitas Seni dan Sastra Budaya Teater Ruang Rupa Metamorfosa (Ritma, Irawan, Reni, Sesna, Robes, Rizal); Dyah wakil dari Kampung Dongeng; Benny Ariansyah dari Delegasi Pejuang Budaya Sanggar Bambu Runcing; Niki dari Komunitas Musik Kepahiang (KMK). Ikut hadir mewarnai aksi tersebut Fromes dan Umi Yesi dari Forum Pemberdayaan Perempuan Kepahiang.

 

Aksi obral pakaian bekas ini semakin meriah dengan kehadiran Budy Andrian pimpinan Komunitas Reptil Kepahiang. Beliau mengelar aksi heroik dengan mengajak masyarakat foto selfie dengan ular kesayangannya. Ular Pajeri, jenis ular piton dengan Panjang +3 M dan bobotnya mencapai 9-10 kg. Meski takut dan ngeri melihat ular tersebut, banyak juga anak-anak muda yang berani memegang dan foto selfie dengan Budy dan ularnya tersebut.

Hasil penjualan pakaian bekas hari ini langsung disampaikan kepada keluarga Dhafa, anak yang menderita kangker ganas pada mata sebelah kirinya.

 

Alhamdulillah…misi kemanusian hari ini selesai. Sebagian hasil ngamen amal dan penjualan pakaian bekas telah disampaikan kepada adinda Dhafa. Lekas sembuh ya dek…

Sebelumnya, hasil ngamen amal juga telah diserahkan kepada keluarga Gilang di Ruang Melati Rumah Sakit Curup Kabupaten Rejang Lebong Kepahiang pada tanggal 17 Januari 2020 lalu. Gilang menderita kanker nasofaring (kanker tenggorokan yang sudah menyebar pada hidung, mulut dan tenggorokan).

Demi Gilang dan Dhafa…. ayo kita ngamen lagi!

 

2 Responses to Demi Dhafa…Ngamen Lagi, Obral Pakaian Bekas Bayar Seikhlasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + one =