CHARAKTER BUILDING
FPPI Peduli dan Berbagi di Bulan Suci
Zahra Publishing. FPPI Peduli dan Berbagi di Bulan Suci
Sabtu, 8 Mei 2021 FPPI peduli dan berbagi kepada fakir miskin/dhuafa/perempuan rawan ekonomi. Kegiatan ini pimpin Wakil Ketua Bidang Sosial dan Budaya, Dra Jernilan. Bersama anggota DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia lainnya (Tety Fauzi, Anah, Ratimah, Jeniar Ferary, Eli, Fromes dll), mereka mendatangi sasaran yang akan diberi bantuan ke rumah rumah.
Bantuan adalah hasil sumbangan anggota berupa uang tunai, gula pasir dan paket makanan. Ada 65 paket bantuan yang disalurkan kepada yang berhak menerimanya. Sumbangan ini berkat kerjasama semua anggota FPPI dalam waktu satu minggu terkumpul dana lebih dari dua juta, 12 kg gula pasir dan 45 paket makanan.
Ibu Jernilan menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Bantuan terutama untuk perempuan, anak dan lansia.
Umi Yesi mengucapkan banyak terimakasih atas gerakan sosial spontan yang dilakukan oleh bidang sosial FPPI yang Ia pimpin. Tahun ini beliau belum bisa ikut serta karena sedang pemulihan pasca operasi di kaki.
“Masya Allah…saya bangga dan terharu dengan semangat kawan-kawan yang telah mengumpulkan sumbangan/infaq/sodaqah untuk membantu perempuan, anak dan lansia di Kepahiang. Kegiatan ini hendaknya rutin dilaksanakan agar masyarakat merasakan manfaat keberadaan organisasi perempuan ini. Terimakasih buat tim yang bertugas hari ini. Semoga amal ibadah kita diterima dan dibalas berlipat ganda. Aamiin” pesan Umi digrup wa FPPI.

MUSDA Salimah: Peran Perempuan Dalam Membangun Generasi Yang Berkarakter Islami.
Zahra Publishing. MUSDA Salimah Kepahiang, Peran Perempuan Dalam Membangun Generasi Yang Berkarakter Islami.

Batik Diwo dilirik Investor Brazil
Zahra Publishing. Batik Diwo dilirik Investor dari Brazil.
Untuk membangun desa wisata di Kabupaten Kepahiang, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menghadirkan Tim Asidewi beserta investor dari Brazil.
Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) merupakan organisasi non pemerintah dan non profit yang memiliki tujuan untuk menjadikan kearifan lokal menuju desa wisata hebat dan bermartabat.
Salah satu kearifan lokal yang menjadi perhatian mereka adalah kerajinan batik tulis Diwo Kepahiang yang berada di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan.
Tim Asidewi beserta Joonathanfelix dan Tokarevakriss investor dari Brazil mengunjungi Rumah Kreatif Batik Diwo yang dipimpin Umi Sri Wanti siang ini, Sabtu, 24 April 2021.
“Membatik itu menyenangkan kayak sedang terapi” ujar Jonathan terpukau. Mereka ikut mencanting dan mewarnai kain batik Diwo yang sedang dikerjakan para pengrajin. Mereka pun ikut mempromosikan batik tersebut kepada masyarakat luas dan siap menjadi investor dalam pemasarannya.
Pengrajin batik yang merupakan Perempuan desa di Sidorejo sangat senang mendapat kunjungan tersebut. Merekapun antusias menerangkan filosofi batik Diwo dan mengajari bule bule tersebut membatik bersama mereka.
“Kami senang dikunjungi babang bule dari Brazil ini. Semoga ini langkah awal untuk Perempuan desa bisa maju melalui wisata batik Diwo. Dan kami berharap batik Diwo bisa go internasional” ujar Umi Sri Wanti, Ketua IKM Rumah Kreatif Batik Diwo sekaligus Ketua UMKM FPPI Kepahiang.



