CHARAKTER BUILDING
PKH Perempuan: Pribadi Cerdas dan Mandiri
“Wanita Adalah Tiang Negara Apabila Wanitanya Baik Maka Baiklah Negara dan Apabila Wanitanya Rusak Maka Rusaklah Negara“

Slogan ini bukan hanya kata-kata hiasan belaka, namun sarat arti dan makna. Untuk itu perempuan harus diberdayakan melalui berbagai macam program dan kegiatan. Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) adalah salah satu ikhtiar dalam rangka mengangkat perempuan marjinal supaya tidak termarjinalkan lagi. Bentuk kemarjinalan perempuan di Kabupaten Kepahiang pada umumnya adalah nikah dibawah umur, tidak memiliki keterampilan, putus sekolah, menganggur, kurang percaya diri, sehingga tidak memiliki penghasilan untuk bisa membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal ini menjadi laporan utama penyelenggara PKH perempuan yang disampaikan langsung oleh Umi Yesi Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang pada saat pembukaan kegiatan, 27 April 2019 di Balai Desa Sidorejo. Kecamatan Kabawetan.

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Dr. Hartono, S.Pd.M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang dan juga dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan beserta perangkat desa. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang perempuan desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan yang merupakan desa binaan PKBM.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui Program PKH-P dengan cara mengenali, menggali, dan mengembangkan seoptimal mungkin potensi perempuan pada 4 (empat) aspek kecakapan hidup yaitu (1) Kecakapan Personal, (2) Kecakapan Sosial, (3) Kecakapan Intelektual dan (4) Kecakapan Vokasional. Dengan demikian akan tercipta perempuan yang percaya diri, mampu berbagi, pintar dan memiliki keterampilan yang memadai.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka ada beberapa materi dan narasumber yang mengisi kegiatan PKH P antara lain:
- Pendidikan Keluarga Responsif Gender oleh Bapak Efendi, S.Pd
- Kecakapan mengatur Keuangan Rumah Tangga oleh Ibu Foni Susanti, A.Md
- Kerukuntetanggaan dan perdamaian oleh Ibu Widya Oktari, S.Pd
- Kepedulian dan pelestarian lingkungan oleh Ibu Merti Dwi Ariesti, S.Hut
- Kesehatan keluarga, reproduksi ibu dan anak oleh Efi Kaswanti Br Saragih
- Keterampilan mengambil keputusan oleh Bapak Feri Irsyari Putra, S.Pd.I
- Keterampilan Berkomunikasi oleh Bapak Irawan, S.Pd
- Membangun Bisnis di era digital oleh Kms Fahrudin, S.Pd
- Keterampilan potong rambut perempuan level dasar oleh Ibu Laili Suryani, S.Pd dan Rosmala
- Keterampilan massage oleh Ibu Fitri Nuryani
- Keterampilan potong rambut laki-laki oleh Bapak Suryanto

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 27 April sd 27 Juni 2019 karena adanya pendampingan usaha yaitu Keterampilan potong rambut dasar. Diharapkan dengan adanya program PKH Perempuan ini akan tercipta perempuan yang mandiri dan mempunyai kompetensi untuk menambah income keluarga. Sehingga kesejahteraan masyarakat terutama perempuan meningkat. PKH Perempuan mewujudkan pribadi perempuan yang cerdas dan mandiri!

PEDULI BANJIR ALA EMAK-EMAK AZ ZAHRA KEPAHIANG
Kepahiang, 1 Mei 2019. Ini adalah hari kelima setelah bencana banjir, longsor dan gempa yang menimpa Provinsi Bengkulu sejak tanggal 27 april lalu. Di Kabupaten Kepahiang banjir yang melanda menyebabkan ratusan rumah warga terendam hingga atap rumah. Berdampak pada isi rumah yang rusak dan hilang karena hanyut serta ratusan ternak peliharaan mati/hilang terbawa arus. Dampak bencana terbesar ada di tiga Desa yang berada di Kecamatan Ujan Mas yakni Desa Air Hitam, Tanjung Alam dan Cugung Lalang.

Pada tanggal yang bersamaan Az Zahra sedang melaksanakan kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) dengan sasaran perempuan yang berada di Desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan. Informasi mengenai musibah banjir dan keluhan warga terkena dampak dengan cepat tersampaikan oleh narasumber dan dari para pendamping yang berada di lokasi bencana.

Menurut Mardhatilla, pendamping yang berada di Kecamatan Ujan Mas. Masyarakat yang terkena musibah sangat membutuhkan pakaian, makanan, obat-obatan, seragam sekolah dan terutama alat-alat khusus perempuan (celana dalam, BH dan pembalut).

Informasi ini mengerakkan hati peserta Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH P) untuk ikut berbagi meringankan beban warga terkena dampak. Maka melalui Atmojo Hayu Ningsih ketua kelompok PKH P dan Umi Sri Wanti selaku ketua panitia mengkoordinir peserta untuk menyumbang kebutuhan yang diperlukan tersebut. Hal yang sama dilakukan oleh Umi Yesi melalui group whatsapps Pengelola PAUD binaan Az Zahra dan tutor Pendidikan Kesetaraan untuk menyumbang sesuai kemampuan mereka.

Allahamdulillah terkumpul 21 kardus pakaian pantas pakai, sekarung terong, telor dan cabe, 5 lusin piring, sendok, gelas dan peralatan dapur lainnya, peralatan khusus wanita (CD, BH, Pembalut), pampers anak, pampers lansia, serta 21 amplop berisi uang titipan anggota dan karang taruna desa Sidorejo.

Maka pada pukul 14.30 wib Umi Yesi dan Ketua kelompok PKH P beserta tutor dan instruktur (Umi Laili dan Bunda Rosmala) bergerak menuju lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan yang telah terkumpul tersebut. Tepat pukul 15.00 wib mereka sampai ke lokasi, dipandu Mardhatilla selaku pendamping turun ke rumah-rumah penduduk yang terkena dampak.

Suasana desa masih sangat kotor dan berlumpur, masyarakat mulai membersihkan rumah masing-masing sambil mengecek barang-barang yang masih dapat mereka manfaatkan. Kesedihan dan duka mendalam nampak jelas diraut wajah mereka. Bahkan beberapa ibu dan lansia menangis haru saat diberi baju dan sedikit uang saku. Ada juga balita yang tidur diantara tumpukan barang dan baju kotor.

Selain tim az Zahra yang datang, banyak juga mahasiswa, dinas/instansi yang stand by memberikan layanan. Ada posko khusus tim medis di rumah kepala desa. Dan ada edukasi trauma healing untuk anak usia sekolah yang dilakukan tim relawan. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir dampak trauma pada anak-anak.

Selama tiga jam tim emak-emak az Zahra (karena mayoritas perempuan, kecuali pak Kms Fahrudin. Hehehe) melakukan kunjungan dan membantu masyarakat di Desa Air Hitam Kecamatan Ujan Mas. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jangan bersedih, karena janji Allah “Dibalik kesulitan akan datang kemudahan!”
Terima kasih emak-emak az Zahra (Umi Yesi, Umi Yesti, Titin dan Imelda)
Terima kasih instruktur PKH P (Umi Laili, Bunda Ros, Mba Fitri)
Terima kasih kelompok PKH P Desa Sidorejo (Atmojo, Umi Sri dkk)


Membangun Karakter Tutor SPNF SKB Lebong
Lebong, 30/12/2018. Ada yang menarik dari kegiatan Peningkatan Mutu Tutor dan Penyelenggara ala SPNF SKB Lebong yang dilaksanakan selama 3 hari, 28-30 Desember 2018 di Hotel Asri Kel Kampung Jawa Lebong. Mereka mendapat materi Khusus dari Tim Az Zahra Madani Consultan yakni Character Building (Membangun Karakter Diri). Materi terakhir yang disampaikan Bapak Slamet Imam Wakhyudin, S.Ag ini mampu mengaduk-aduk emosi peserta Workshop hingga ada yang meneteskan air mata, menyadari kelemahan dan kekurangan diri selama ini.

Slamet Imam Wakhyudin, S.Ag akrab disapa Abi Imam adalah Ketua PKBM Madani periode 2003-2010; Ketua FK PKBM Prov Bengkulu 2006-2013; Sekjen BK3S Bengkulu 2006-2018; Ketua Komisi Ekonomi MUI; Pembina PKBM Az zahra Kepahiang dan Ketua Sanggar Seni Budaya Panca Mukti.
Karakter atau watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Karakter yang harus dimiliki Tutor adalah Integritas; Tanggung jawab; Disiplin; Cooperatif /Kerjasama; Visioner; Kreatif dan Responsibilty.

Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa, dan berkehendak . Apa yang dilakukan mencerminkan apa yang dipikirkan, apa yang dirasakannya dan apa yang dikehendakinya.

Perubahan tingkah laku dimungkinkan terjadi manakala kita mampu mengubah cara berfikir dan cara merasa tersebut. Jika cara berfikir kita tidak berubah, maka upaya mengubah perilaku peserta didik tidak akan berhasil, karena perubahan perilaku biasanya lahir dari perubahan cara berfikir manusia (dalam hal ini Tutor).

Perubahan sosial yang direncanakan hanya mungkin dilakukan dengan mengubah budaya kita. Karena budaya adalah konsep, nilai dan keyakinan yang diatur oleh masyarakat dalam waktu lama. Dan Transfer budaya kepada masyarakat hanya mungkin bisa dilakukan dengan sebuah Pendidikan yang sistemik, kontinyu dan konsisten . Konsisten antara yang diketahui (kognitif) dan yang dirasakan (efektif).

Adanya workshop ini diharapkan dapat menciptakan Tutor Pendidikan Masyarakat di SPNF SKB Lebong yang berkarakter. Tutor yang mampu:
Mengubah Kata “Sulit” Menjadi “Mudah’
Mengubah Kata “Tidak” Menjadi “Ya”
Mengubah Kata “Tidak Mungkin” Menjadi “Mungkin”
Mengubah Kata “ Biasa” Menjadi “Luar Biasa”