BERITA PKBM
Siswa Paket Suka Buku (Sapasabu) Ala Az zahra Kepahiang
Kepahiang, 10 April 2019. Hari ini, Pengelola PKBM Az Zahra Kepahiang mengedukasi peserta didik paket B dan Paket C untuk gemar membaca dengan cara menulis. Kegiatan dimulai pukul 08.00 wib s/d 11.00 wib. Diikuti sebanyak 30 anak yang belajar di PKBM.

Dengan slogan SAPA SABU yaitu Siswa Paket Suka Buku, bertujuan untuk mengali minat baca dan menumbuhkan karakter sebagai pembelajar pada peserta didik. Dengan rajin menulis, maka peserta akan gemar membaca. Budaya cinta buku ini perlu mendapat perhatian serius bagi pengelolaan pendidikan nonformal. Metode yang dilakukan adalah mengajak peserta didik untuk curhat dengan menulis.

Materi pertama, Menulis Berbasis Android disampaikan oleh Pak Kms Fahrudin. Daripada sibuk nulis status lebay di facebook, lebih baik manfaatkan untuk menulis buku, pesan beliau. Menulis bisa melalui android, dimanapun dan kapanpun bisa memanfaatkan waktu untuk menulis.

Umi Yesi mengisi materi kedua dengan tajuk Menulis Itu Mudah Karena Menulis Itu Bercerita. Salah satu manfaat menulis adalah membuat sejarah. Apakah anak-anak ingin membuat sejarah baru sebagai siswa paket yang pandai menulis? Semua siswa serentak menjawab, “Mau Miii. Gimana caranya?”

Umi pun menyampaikan beberapa tips dan cara agar mampu menulis dengan mudah, semudah bercerita. Di akhir kegiatan semua peserta didik diberi penugasan untuk curhat melalui tulisan. Semua konsentrasi menulis, bercerita tentang kisah mereka, tentang harapan, tentang kendala dan biaya dan tentang cita-cita yang mulia.

Semua curhatan peserta didik yang mengikuti kelas hari akan ditulis ulang oleh tutornya. Dan kisah mereka akan kami bukukan dan terbitkan. Tunggu karya mereka ya!

Launching Buku “Dandelion” dan Kelas Menulis Sabu Sabu Angkatan Ke- 2
Sabtu, 23 Maret 2019. Kelas menulis fiksi Sabu Sabu (Satu bulan satu buku) angkatan ke dua diikuti oleh 20 orang peserta dari calon penulis baru dan alumni penulis angkatan pertama.
Berbeda dengan kelas menulis fiksi angkatan pertama, kali ini kegiatan kelas dihadiri Ibu Rahmawati Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang. Beliau sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Az Zahra dan calon penulis yang mengikuti kelas hari ini. Dalam sambutannya, Bu Rahma mengatakan bahwa kelas menulis bagi masyarakat umum ini sangat baik dan dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kami akan memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang peduli literasi dengan cara menulis buku. Kami juga akan mengusahakan untuk mengalokasikan dana daerah untuk membeli buku-buku hasil karya penulis ini. Dan rencananya tahun 2020 akan dibangun gedung perpustakaan sebagai ikon Kabupaten Kepahiang”

Sebelum kelas menulis dimulai, alumni kelas menulis angkatan pertama memaparkan sinopsis karyanya masing-masing. Suasana haru biru pun tercipta. Ada yang bercerita dengan gembira karena berhasil menulis dan dibukukan. Dan ada juga yang merasa terharu, karena tak menyangka kisahnya dapat menjadi buku dan berhasil diterbitkan. Buku karya bersama yang berjudul DANDELION itu pun di launching dengan suka cita oleh Ibu Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepahiang.

Ketika peserta ditanya alasan mereka hadir ke kelas ini, mereka menjawab bahwa mereka:
- Ingin memiliki buku yang diterbitkan karya sendiri
- Memotivasi orang lain melalui tulisan
- Dapat menginspirasi melalui tulisan
- Alih profesi
- Membuktikan eksistensi diri
- Mengungkapkan rasa

Namun keinginan tersebut serasa mimpi di siang hari karena banyak faktor penghambat untuk menjadi penulis. Kesulitan yang dihadapi cukup banyak, antara lain:
- Menulis itu susah. Baru menulis setengah kehabisan bahan, lalu mandeg dan tidak pernah kelar.
- Imajinasi tidak muncul ketika menulis
- Alur cerita tidak nyambung sehingga lari-lari dari topik pertama
- Ejaan belum benar
- Kosakata masih belepotan
- Tidak ada waktu
- Belum ada wadah untuk membukukan hasil karya

“Menulis itu mudah, semudah orang bercerita” kata Umi menjelaskan. Setelah mendapat materi dan tips atau trik menulis semudah bercerita ala Umi Yesi. Para peserta akhirnya diberi tugas untuk memulai menulis dengan waktu sepuluh menit. Hasilnya semua peserta mampu menulis dengan mudah dan mengalir seperti air yang mengalir tanpa hambatan apapun. Mereka membacakan hasil tulisan tersebut ke depan dan mendapat aplaus dari sesama peserta. Ada yang lucu, ada yang menangis dan ada yang malu-malu. Semua rasa tertumpah jadi satu. Membuat mereka menjadi akrab dan sebagai satu keluarga.

Umi Yesi, yang memberi materi hari ini mengucapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih alumni angkatan pertama yaitu buku berjudul Dandelion dan alumni angkatan kedua berjanji akan segera menulis juga selambatnya 30 Maret 2019. Semoga akan lahir penulis-penulis handal di Kabupaten Kepahiang melalui kelas menulis Sabu Sabu ini. Aamiin

Sosialisasi Pendidikan Kepemiluan Basis Warganet (Netizen)
Kepahiang, 9/3/2019. Relawan Demokrasi (Relasi), Kms Fahrudin, S.Pd bersama Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepahiang mengelar Sosialisasi pendidikan kepemiluan basis warganet di PKBM Az Zahra Kepahiang. Sasaran sosialisasi adalah warga belajar Paket B dan Paket C yang berusia diatas 17 tahun dan sudah menikah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Supran Efendi, S.Sos.I, M.Pd Anggota KPU Kabupaten Kepahiang Divisi Sosialisasi, Pedidikan Pemilih, Parmas & SDM. Joni Ardi Ardiansyah Koordinator Devisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Pengawas Pemilu Kecamatan Kepahiang. Sekretariat KPU dan beberapa Relawan Demokrasi (Relasi) basis Warganet (netizen).
Umi Yesi selaku Ketua PKBM Az Zahra Kepahiang menjelaskan bahwa warga belajar program Kesetaraan yang dipimpinnya adalah pemilih pemula yang merupakan warga internet. Mereka adalah generasi milinial yang akrab dengan dunia maya berupa facebook, instagram, twitter, dll. Apalagi warga belajar yang memilih metode belajar secara online, otomatis mereka memiliki akun media sosial. Melalui media sosial juga dapat memberikan informasi pemilu sehingga warga tidak terpengaruh terhadap berita bohong yang sering beredar di dunia maya.

Supran Efendi selaku Komisioner KPU menyampaikan informasi berkenaan kepemiluan kepada warga internet (warganet) Paket B dan Paket C guna meningkatkan partisipasi politik di Kabupaten Kepahiang. Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan meriah. Peserta diajak berdialog tentang jumlah daerah pilihan di Kabupaten Kepahiang. Dapil 1 meliputi Kecamatan Kepahiang, Dapil 2 meliputi Kecamatan Merigi dan Ujan Mas, Dapil 3 meliputi Kecamatan Bermani Ilir dan Muara Kemumu dan Dapil 4 meliputi kecamatan Kabawetan, Seberang Musi dan Tebat Karai. Peserta yang berhasil menebak jawaban mendapat pin dari KPU yang bertuliskan Golput bukan solusi!
Selanjutnya peserta diberitahu bahwa jumlah calon anggota legislatif Kabupaten Kepahiang sebanyak 274 orang dengan total kursi di legislatif berjumlah 25, dengan pembagian kursi di Dapil 1= 8 kursi, Dapil 2= 6 kursi, Dapil 3= 5 kursi dan Dapil 4= 6 kursi.

Pada tanggal 17 April 2019, ayo kita sama-sama ke TPS! Di sana kita akan diberikan 5 (lima) lembar kertas suara untuk dicoblos, masing-masing sekali, dengan warna kertas suara yang berbeda, yaitu:
- Warna hijau untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota
- Warna biru untuk memilih DPRD Provinsi
- Warna Merah untuk memilih DPD RI
- Warna Kuning untuk memilih DPR RI
- Warna abu-abu untuk memilih presiden dan wakil presiden
Saat sesi tanya jawab berlangsung, salah satu siswa bertanya, “Pak bagaimana jika saya tidak dapat undangan mencoblos nanti?”

Supran menjelaskan bahwa formulir C6 dibagikan dua hari sebelum pencoblosan. Jika formulir atau undangan tidak ada maka silahkan cek apakah sudah terdaptar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. Cara mengeceknya gampang! Silahkan buka link www.lindungihakpilihmu.go.id. Nanti akan ketahuan apakah termasuk daftar pilih atau tidak. Siswa-siswi az-zahra pun ramai mengecek data mereka masing-masing. Suasana akrab, penuh canda dan ceria tercipta. Di akhir acara Supran berpesan, ”Jangan Golput, 17 April 2019 kito nyoblos. Tidak nyoblos tidak padek!”
