"PKBM AZ- ZAHRA""MEMBANGUN PERADABAN YANG BERMARTABAT" "MARI KITA TUNTASKAN WAJIB BELAJAR DUA BELAS TAHUN""TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR"

Az Zahra Kepahiang

Outing Class Paket A, B, dan C

Zahra Publishing. Outing Class Paket A, B, dan C

Di penghujung tahun dan akhir semester ganjil tahun 2024, PKBM Az zahra Kepahiang mengajak peserta didik pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C melakukan outing class atau pembelajaran luar kelas. Outing class kali ini berkunjung ke Kampung Durian yang beralamat di  Lebar, Kec. Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kampung Durian merupakan objek wisata agro yang telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendorong pembangunan desa setempat dan sekitarnya.  Masyarakat di sekitar kini bisa berjualan, tidak hanya durian, tetap hasil kebun lainnya di sepanjang jalan menuju Kampoeng Durian.

Keberadaan destinasi wisata baru Kampoeng Durian setidaknya telah mengangkat perekonomian masyarakat sekitar yang dulunya menjual hasil kebun kepada pengepul dengan harga yang lebih murah. Sekarang mereka bisa menjual hasil kebunnya, baik durian, petai, jengkol, dan lainnya dengan harga yang lebih tinggi. Pedagang buah durian yang dulunya hanya menjual dengan harga Rp5 ribu sebutir durian kecil, Rp10 ribu ukuran sedang, dan Rp15 ribu ukuran besar, kini terbantu dengan hadirnya Kampoeng Durian.

Peserta didik belajar dan mengamati langsung batang dan pohon durian. Sayangnya buah durian yang ada masih berbentuk putik dan buah kecil-kecil sehingga belum bisa di panen. Namun, kita bisa membeli durian masak yang dijajakan di sepinggir jalan menuju kampung durian tersebut.

Keseruan peserta didik dalam outing class lainnya adalah melihat beberapa destinasi yang ditawarkan berupa kolam renang, kereta gantung, dan swafoto yang menarik lainnya. Siswa juga mendapatkan beberapa kuis dari tutor dan mendapatkan door prize berupa makanan ringan.

Evaluasi Akhir Tahun: 4 Inovasi tahun 2024 di PKBM Az zahra Kepahiang

Zahra Publishing. Evaluasi Akhir Tahun: 4 Inovasi tahun 2024 di PKBM Az zahra Kepahiang

Rabu, 18 Desember 2024 telah dilaksanakan kegiatan evaluasi akhir tahun terutama proses KBM di PKBM Az zahra Kepahiang. Evaluasi dihadiri Ketua Yayasan, Kepala Sekolah dan Tutor Pendidikan Kesetaraan PKBM. Bertempat di ruang kantor Yayasan Az zahra Kepahiang.

Kms Fahrudin, S.Pd. Kepala Sekolah PKBM melaporkan bahwa jumlah peserta didik tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 212 siswa dengan rincian Paket A= 13 anak, Paket B=55 anak, dan paket C=144 anak. Dengan jenis kelamin dominan laki-laki yaitu sebanyak 151 peserta didik dan perempuan sebanyak 61  peserta didik.

Menariknya selama beliau memimpin di tahun 2024 ada beberapa inovasi yang sudah dilakukan yaitu:

  1. Mengabungkan administrasi kegiatan belajar mengajar dalam satu link. Hal ini sebagai tertib administrasi berbasis online dan efektif dalam mengontrol keaktifan peserta didik dalam mengikuti KBM.
  2. Laporan mengajar tutor secara online. Inovasi ini selain sebagai bentuk transparansi dalam mengajar, juga sebagai alat acuan tutor dalam mengajar dan menyiapkan peralatan bahan ajar ketika mengajar.
  3. Menjadi PKBM yang paling aktif mengakses PMM di Kabupaten Kepahiang khususnya dan Provinsi Bengkulu umumnya.
  4. Melaksanakan ujian sumatif secara online. Sebelumnya metode ujian berbasis kertas sehingga memerlukan biaya yang cukup besar dalam pelaksanaannya. Dengan ujian berbasis online cukup bermodal hp berkuota, serta nilai dapat langsung diketahui saat ujian selesai. Hal ini membuat peserta didik mengetahui langsung kompetensi yang mereka miliki. Sehingga jika nilai tidak memenuhi KKM, maka mereka akan mengikuti ujian ulang (Her)

Namun dalam pelaksanaan KBM berbasis online tersebut masih ada beberapa tantangan yaitu masih ada tutor yang gaptek dalam mengunakan aplikasi, masih banyak peserta didik yang tidak memiliki hp android, dan kurangnya apresiasi dari Dinas Dikbud terkait prestasi serta inovasi yang sudah dilakukan oleh PKBM Az zahra Kepahiang tahun 2024.

Menyikapi hal tersebut, Umi Yesi selaku Ketua Yayasan Kepahiang akan membuat program penguatan kapasitas bagi tutor yang masih minim IT, dan untuk meningkatkan aktifitas belajar yang menyenangkan maka direncanakan adanya beberapa lomba dalam rangka peringatan hari jadi Yayasan pada tanggal 3 Maret 2025 mendatang.

Umi Yesi juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kinerja dan capaian program yang sudah dilakukan oleh Kms Fahrudin beserta dewan guru pada tahun 2024. Diharapkan kinerja ini tetap optimal dan meningkat pada semester depan.

TREND BARU, MOTIF AKSARA ULU NAMA SENDIRI

Zahra Publishing. Trend Baru, Motif Aksara Ulu Nama Sendiri

Ada trend baru yang sedang melanda masyarakat di Kabupaten Kepahiang, terutama pencinta kain batik. Trend tersebut adalah membuat motif unik mengunakan nama pemilik kain dengan aksara ulu (kaganga). Aksara tertua di Sumatera ini menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi dibentuk menjadi motif yang beraneka ragam sesuai keinginan pembeli kain.

Trend motif nama sendiri ini digagas oleh pemenang lomba desain motif aksara ulu yang diselenggarakan oleh Komunitas Yayasan Az zahra Kepahiang. Melalui IKM Umeak Kain Diwo Kepahiang berkolaborasi menghasilkan kain yang indah bernama Batik Diwo.

Batik Diwo sendiri pernah jaya di masa kepemimpinan Bando Amin, Bupati Kepahiang dua periode tahun 2005-2015. Namun sejak ganti kepemimpinan, batik diwo meredup dan digantikan dengan batik printing dari pulau jawa. Batik diwo hilang dan sulit ditemukan.

Tahun 2018, Yayasan Az zahra Kepahiang menghidupkan kembali batik diwo melalui program kewirausahaan untuk perempuan kepala keluarga dan peserta didik kesetaraan yang bersekolah di PKBM Az zahra Kepahiang. Hingga saat ini Yayasan sudah merintis 8 UMKM Batik Diwo di desa-desa binaan yaitu:

  • IKM Umeak Kain Diwo, Kelurahan Padang Lekat
  • IKM Rumah Kreatif Batik Diwo Kepahiang, Desa Sidorejo
  • IKM Belungguak, Desa Cugung Lalang
  • IKM Pei Teratai, Desa Tanjung Alam
  • IKM Pei Anggrek, Desa Suro
  • IKM Umah Batik Lestari, Desa Taba Baru
  • IKM Pei Diwo Kemuning, Desa Limbur Lama
  • IKM Cahyo Diwo Kemumeu, Desa Batu Bandung

Trend baru motif nama sendiri juga sudah di endorse komedian yang saat ini menjadi anggota DPD/MPR RI. Beliau sangat tertarik dengan tulisan uhuyy di kain batik miliknya. Bersama Mama Leni John Latief, Komeng mempromosikan trend baru batik diwo dengan motif aksara ulu nama sendiri.

Nah, Komeng sudah pakai batik diwo kepahiang. Kamu kapan?

Berita serupa dapat dibaca pada tautan https://bengkulu.tribunnews.com/2024/12/13/bangga-komeng-kenakan-batik-diwo-khas-kepahiang-bengkulu-ada-tulisan-uhuyy

https://rri.co.id/bengkulu/daerah/1188150/saat-komeng-dpd-ri-pakai-batik-diwo-kepahiang

Kegiatan PKW Batik Diwo Kepahiang