BERITA PKBM
TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini
ZAHRA PUBLISHING. TK Aisyiyah 4 Mengenal Batik Diwo Sejak Usia Dini.
Batik Diwo adalah batik khas Kabupaten Kepahiang yang digunakan oleh Raja Redjang zaman dahulu. Untuk melestarikan batik daerah ini maka PKBM Az zahra Kepahiang membuka paket edukasi untuk pelajar dan masyarakat umum.
Hari ini, Selasa, 2 Februari 2021 Ibu Mulyanti, Kepala Sekolah TK Aisyiyah 4 mengajak anak didiknya untuk mengikuti kelas edukasi tersebut. Ada lima belas anak usia dini yang datang diantar ibu Icha, Nia, Fit, ibu guru mereka.
Anak-anak tersebut begitu antusias mendengarkan asal usul batik diwo yang disampaikan Umi Yesi. Sambil memperkenalkan lima motif diwo, Umi mengajak anak-anak tersebut menyanyi, berhitung dan mengenal warna. Anak juga dilatih tampil percaya diri dengan memperkenalkan diri masing-masing.

Tahapan praktek yang diajarkan adalah menjiplak motif, mencanting dan mewarnai. Menjiplak motif diwo melatih konsentrasi anak, mencanting melatih gerak motorik halus pada tangan anak hingga anak siap menulis dikemudian hari, dan mewarnai melatih daya kreatif anak. Itulah manfaat yang dapat dirasakan anak-anak usia dini dalam proses membatik.

Untuk mengikuti paket edukasi ini peserta atau sekolah dapat mendaftar minimal sehari sebelumnya. Donasi kegiatan sebesar Rp.25.000,-/orang. Silahkan berkunjung di PKBM Az zahra Kepahiang, jln.Pengabdian, RT.2 RW.1 Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahing. Provinsi Bengkulu. Informasi lebih lengkap hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672.

PAUD Anak Bangsa Belajar Batik Diwo Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. PAUD Anak Bangsa Belajar Batik Diwo Kepahiang
Kamis, 21 Januari 2021, sebanyak 10 anak usia dini yang berasal dari PAUD Anak Bangsa Desa Sumber Sari Kecamatan Kabawetan berkunjung ke PKBM Az zahra Kepahiang dalam rangka mengikuti kelas edukasi dan wisata batik diwo. Anak-anak tersebut diantar Umi Endang Sumarni, Pengelola dan dua orang guru yaitu Ibu Rika Anggraini dan Ibu Ike Lestiana.
Umi Yesi, Ketua PKBM menyampaikan bahwa batik diwo adalah batik kebanggaan kabupaten kepahiang, memiliki lima motif sakral dengan filosofi yang berupa mantra baik bagi pemakainya. Anak-anak mendengarkan dengan antusias penjelasan Umi tentang lima motif tersebut.
Motif selempang emas melambangkan keagungan, stabik adalah simbol perdamaian, kembang lima berarti empat penjuru satu saudara, pucuk rebong yang berarti selalu tumbuh dan berkembang serta huruf ka ga nga yang merupakan huruf lokal daerah kepahiang.
Selanjutnya anak-anak belajar membuat pola dengan cara menjiplak motif ke atas kain. Dipandu para pengrajin batik diwo (Umi Erna, Reka, Siska, Defi dan Sesna), anak-anak mengambar dengan ceria.
Kegiatan lain adalah Mencanting, yaitu mengoreskan lilin ke kain. Hal ini dapat melatih sensori motorik halus pada anak usia dini. Mencanting melatih kesabaran, ketepatan, ketelitian dan kreatifitas pada anak. Anak-anak akan berkonsentrasi full dalam kegiatan ini.
Terakhir, anak-anak belajar mewarnai kain. Anak dibebaskan untuk berkreasi dengan warna-warna yang mereka sukai. Disini anak dilatih perpaduan warna dan kesesuaian motif gambar.
Banyak manfaat yang dapat dirasakan melalui membatik. Untuk itu kami mengundang para pelajar dari PAUD, SD, SMP, SMA dan masyarakat umum untuk belajar membatik bersama kami. Kontribusi sebesar Rp.25.000,-/orang. Kunjungi Umeak kain diwo, jln. Pengabdian. Kel Padang Lekat. Kec Kepahiang. Kab. Kepahiang. Info lebih lanjut hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672.



Peserta Pertama Kelas Edukasi dan Wisata Batik Diwo Kepahiang
ZAHRA PUBLISHING. Peserta Pertama Kelas Edukasi dan Wisata Batik Diwo Kepahiang
Alifah (8 tahun) adalah peserta pertama yang mengikuti kelas edukasi dan wisata batik diwo kepahiang. Kelas ini telah dimulai hari Selasa, 12 Januari 2021. Alifah datang diantar ayahnya pukul 09.00 wib.
Umi Erna, pendamping sekaligus Ketua Umeak Kain Diwo menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu cara untuk memperkenalkan batik diwo secara dini. Memperkenalkan batik kepada pelajar dan masyarakat, sekaligus mempromosikan kegiatan yang dikelola oleh Umeak kain diwo kepahiang.
Beliaupun memperkenalkan macam-macam motif diwo, ada selempang emas, stabik, kembang lima, pucuk rebung dan huruf ka ga nga. Setiap motif ada arti dan filosofinya tersendiri.
Tahap edukasi praktek membatik adalah mengambar/menjiplak pola, Alifah memilih motif Stabik yang berarti Salam Perdamaian. Ada 7 helai melingkar semacam cakra. Angka tujuh merupakan angka yang bersaksi atas keesan Allah SWT. Sistem alam ini sebenarnya didasarkan atas angka tujuh, karena seringkali angka ini diulang secara sistematis dalam kitab Allah SWT. Jika kita mengamati lingkungan sekitar, angka tujuh menjadi sebuah petunjuk untuk alam dan kehidupan.
Selanjutnya mencanting, merupakan salah satu cara membatik secara manual yaitu batik tulis , mencanting adalah proses penggambaran pola menggunakan lilin malam yang bertujuan agar saat pewarnaan pola yang di beri malam tidak terkena warna.
Setelah mencanting, Alifah diperkenalkan dengan berbagai warna kain. Dia mencoba memberi warna pada kain yang telah dicanting sebelumnya. Dan hasilnya, Alifah ketagihan untuk mencoba pola baru. Hehhee….
Mau belajar seperti Alifah? datang dan kunjungi kami di Jln. Pengabdian. Kelurahan Padang Lekat. Kecamatan Kepahiang. Kabupaten Kepahiang. Provinsi Bengkulu.
Informasi lebih lanjut hubungi Umi Erna di 0857-5830-3672



